LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

2018, Astra International Raup Laba Rp 21,67 Triliun

PT Astra Internasional Tbk (ASII) membukukan laba sebesar Rp 21,67 triliun, naik 15 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan 2017 sebesar Rp 18,85 triliun. Peningkatan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan perseroan yang juga mengalami kenaikan sebesar 16 persen.

2019-02-27 19:34:41
Astra Internasional
Advertisement

PT Astra Internasional Tbk (ASII) membukukan laba sebesar Rp 21,67 triliun, naik 15 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan 2017 sebesar Rp 18,85 triliun. Peningkatan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan perseroan yang juga mengalami kenaikan sebesar 16 persen.

Berdasarkan keterangan resminya, pada tahun 2017 pendapatan perusahaan berkode emiten ASII ini tercatat Rp 206,06 triliun. Sedangkan pada 2018 pendapatan perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp 239,21 triliun.

"Laba bersih grup meningkat pada tahun 2018, disebabkan peningkatan kontribusi (pendapatan) dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta segmen bisnis jasa keuangan, yang kenaikannya melebihi dari penurunan kontribusi segmen agribisnis dan bisnis otomotif," tutur Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto di Jakarta, Rabu (27/2).

Advertisement

Bisnis otomotif Astra Group mencatatkan penurunan capaian laba bersih 4 persen menjadi Rp 8,51 triliun dari sebelumnya Rp 8,86 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan margin operasi.

Kemudian, di bidang agribisnis Astra Group mencatatkan laba bersih anak usahanya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 27 persen menjadi Rp 1,4 triliun. Ini disebabkan oleh penurunan harga minyak kelapa sawit sebesar 12 persen menjadi Rp 7.275 per kg dibandingkan dengan rata-rata pada tahun 2017.

Penurunan tersebut belum dapat diimbangi oleh kenaikan volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya sebesar 30 persen menjadi 2,3 juta ton.

Advertisement

"Grup telah mencapai kinerja yang baik pada tahun 2018, tetapi situasi bisnis tahun 2019 tampaknya lebih menantang karena ketidakpastian kondisi makro ekonomi, pasar mobil yang sangat kompetitif dan penurunan harga komoditas," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Cerita Haru Menteri Rini Dipercaya Besarkan Astra Internasional
Menteri Rini Teteskan Air Mata Saat Peresmian Menara Astra
Astra Berikan 10 Truk Tangki Air kepada PMI
Injak Usia 10 Tahun, Astra Tingkatkan Mutu Pendidikan RI dengan Digitalisasi
Astra gelar flash sale mobil, cukup beli dengan harga Rp 50 juta
Astra klaim sumbang 80 persen ekspor otomotif Indonesia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.