2016, Pertamina raup laba bersih Rp 42 triliun
Pertamina mencatatkan laba bersih sepanjang 2016 sebesar USD 3,15 miliar atau setara Rp 42 triliun. Angka ini meningkat dibanding 2015 sebesar USD 1,42 miliar. Laba bisa didapat dari hasil penghematan operasional.
Pertamina mencatatkan laba bersih sepanjang 2016 sebesar USD 3,15 miliar atau setara Rp 42 triliun. Angka ini meningkat dibanding 2015 sebesar USD 1,42 miliar.
Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani, mengatakan laba bisa didapat dari hasil penghematan operasional. Di mana, pada tahun lalu penghematan sebesar USD 2,67 miliar.
"Namun memang, tren pertumbuhan laba melambat sepanjang 2016. Ini harus diwaspadai," ujar Yenni saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/3).
Direktur Keuangan dan Strategi Perusahaan Pertamina, Arief Budiman, menambahkan pada tahun ini Pertamina membagikan dividen Rp 12,1 triliun atau 29 persen dari laba bersih.
"Ini dilakukan agar kita masih punya ruang untuk melakukan investasi," tuturnya.
Berkaca pada kinerja tahun lalu, lanjutnya, Pertamina menargetkan belanja modal tahun ini sebesar USD 5 miliar sampai USD 6 miliar. "Kita akan mulai mencari pendanaan per proyek," pungkasnya.
Baca juga:
Luhut soal Elia Massa Manik: Dia akan bawa perubahan di Pertamina
Sosok Elia Massa Manik, dirut baru Pertamina
Bos Pertamina: Proses pemilihan cepat, saya baru dipanggil Jumat
Usai angkat Elia, pemerintah belum berniat rombak direksi Pertamina
KemenBUMN: Kita butuh direksi Pertamina untuk total football
Komut Pertamina: Elia Massa Manik penyuka tantangan, saya senang
Ini program 100 hari kerja bos baru Pertamina