LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

2016, BKPM prediksi pertumbuhan investasi lebih rendah 5 persen

Kepala BKPM Thomas Lembong memperkirakan laju pertumbuhan investasi sepanjang tahun 2016 sebesar 12-14 persen, lebih rendah dibanding tahun 2015 yang mencapai 17 persen. Menurutnya, kondisi perekonomian global dan persaingan sengit di kawasan regional dalam menarik investasi menjadi tantangan Indonesia.

2016-09-19 18:37:51
BKPM
Advertisement

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memperkirakan laju pertumbuhan investasi sepanjang tahun 2016 sebesar 12-14 persen. Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2015 yang mencapai 17 persen.

"Untuk tahun ini, perkiraan saya laju pertumbuhan investasi masih di 12 persen hingga 14 persen 'year on year' dalam rupiah. Harapan saya tahun depan minimal segitu," kata Thomas seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (19/9).

Menurutnya, kondisi perekonomian global yang masih berat ditambah persaingan sengit di kawasan regional dalam menarik investasi asing masih akan menjadi tantangan Indonesia.

Advertisement

Meski begitu, adanya sinyal positif dari dunia usaha untuk meningkatkan investasi, baik domestik maupun internasional, memberikan rasa optimisme laju pertumbuhan akan membaik. Tentunya hal ini didukung oleh keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi para investor.

"Sudah kelihatan banyak contoh, misal dalam penghapusan persyaratan yang berlebihan dan perizinan berbelit-belit. Ini tentu masih jauh, mungkin baru 5 persen sampai 10 persennya saja dari reformasi yang kami targetkan. Tapi, minimal sinyalnya sudah sampai," imbuhnya.

Thomas menjelaskan, kepercayaan investor terhadap investasi di Indonesia juga semakin positif. Hal ini dilihat dari sejumlah bidang seperti industri logam dan pengolahannya serta manufaktur, masih akan merajai investasi yang masuk tahun ini.

Advertisement

"Tiongkok misalnya masih banyak yang masuk di smelter, juga industri lgam. Begitu pula Korea Selatan yang masih minat di industri dasar seperti besi baja dan kimia. Manufaktur sendiri mulai stabil dan perlahan akan kami kejar, karena kita sudah ketinggalan sekali dengan Vietnam," jelasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.