2015, laba bersih Bank Mandiri capai Rp 20,3 triliun
Tumbuh 2,3 persen ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp 19,9 triliun.
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 20,3 triliun pada 2015. Tumbuh 2,3 persen ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp 19,9 triliun.
Kenaikan laba bersih ini ditopang pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 12,4 persen menjadi Rp 595,5 triliun dari Rp 530,0 triliun. Rasio NPL net terjaga di level 0,90 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan penyaluran kredit ini juga mendorong lonjakan aset sebesar 6,4 persen menjadi Rp 910,1 triliun dari Rp 855,0 triliun.
"Kami terus memperkuat peran sebagai lembaga intermediasi untuk mendorong perekonomian nasional," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (23/2).
Laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan operating income yang meningkat Rp 10,3 triliun atau secara tahunan tumbuh 18,0 persen menjadi Rp 67,1 triliun. Kemudian kenaikan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 16,0 persen menjadi Rp 48,5 triliun dan pertumbuhan fee based income 23,7 persen menjadi Rp 18,6 triliun.
Lanjut Budi, perseroan juga mencatat pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2015, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,0 persen mencapai Rp 463,8 triliun. dimana kredit investasi tumbuh 14,2 persen dan kredit modal kerja tumbuh 12,3 persen. Sektor terkait infrastruktur yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 4,2 persen, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 21,7 persen.
Di sisi lain, perseroan juga mencatat naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 676,4 triliun pada akhir 2015 dari Rp 636,4 triliun pada tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp 443,9 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 19,3 triliun menjadi Rp 271,7 triliun.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Desember 2015, Bank Mandiri telah menambah 145 unit kantor cabang menjadi 2.457 unit, memasang 2.044 unit ATM menjadi 17.388 unit, memasang 16.509 unit Electronic Data Capture (EDC) menjadi 286,861 unit, serta penambahan 247 jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 2.080 unit.
(mdk/yud)