2009-2016, pemerintah sudah bikin 186 ribu jaringan gas rumah tangga
"Penghematan subsidi pemerintah sebesar Rp 141 miliar per tahun."
Pemerintah mencatat, sepanjang 2009-2016, sebanyak 186 ribu jaringan gas sudah mengalir ke rumah tangga di 14 provinsi. Pemerintah menugaskan dua perusahaan pelat merah untuk membangun ribuan jaringan gas tersebut. Yaitu, PT Perusahaan Gas Negara dan Pertamina.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, pemanfaatan energi tersebut bisa menekan impor elpiji sebesar 20 ribu ton per tahun.
"Penghematan subsidi pemerintah sebesar Rp 141 miliar per tahun," katanya saat mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan 24 ribu jaringan gas rumah tangga di Surabaya, seperti diberitakan Antara, hari ini.
Dengan peresmian itu, artinya, pemerintah sudah membangun sebanyak 89 ribu jaringan gas rumah tangga di enam kota sepanjang tahun ini. Rencananya, hingga akhir tahun, masih akan membangun sebanyak 59 ribu sambungan di 16 wilayah.
"Untuk satu sambungan perlu investasi sekitar Rp10 juta," katanya.
Hal senada diungkapkan Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim. Menurutnya, jaringan gas rumah tangga murah, aman, dan bersih.
"Untuk Surabaya ini, kami bangun selama 10 bulan dari mulai engineering' sampai komisioning," katanya. "Kami siap kalau diberi penugasan lagi."
Baca juga:
Jonan resmikan 24 ribu jaringan gas rumah tangga di Surabaya
Hingga April 2017, 743 MW pembangkit telah beroperasi
ESDM sebut 10 Oktober jadi batas akhir negosiasi dengan Freeport
Jonan pastikan tarif listrik tak akan naik tahun ini
Menteri Jonan ancam batalkan kontrak Inpex di Blok Masela