17.000 Perusahaan Ikut Vaksinasi Gotong Royong, 8,6 Juta Pekerja Akan Terima Vaksin
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat sudah ada 17.000 perusahaan yang bersedia ikut dalam program vaksinasi gotong royong. Dari jumlah perusahaan tersebut setidaknya akan ada 8,6 juta pekerja yang menerima vaksin Covid-19.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat sudah ada 17.000 perusahaan yang bersedia ikut dalam program vaksinasi gotong royong. Dari jumlah perusahaan tersebut setidaknya akan ada 8,6 juta pekerja yang menerima vaksin Covid-19.
"Data sampai dengan saat ini sudah ada 17 ribu perusahaan dengan peserta 8,6 juta pekerja yang siap divaksin," kata Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Widjaja Kamdani dalam webinar Manfaat Perubahan Perilaku Memakai Masker dan Vaksinasi Gotong Royong, Jakarta, Rabu (7/4).
Shinta menjelaskan, 17.000 perusahaan tersebut sudah memasuki tahap kedua pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Dalam program ini, biaya vaksinasi peserta akan ditanggung perusahaan.
Biaya vaksinasi akan ditentukan pemerintah lewat perusahaan yang ditunjukkan yakni Biofarma. Ada tiga komponen yang dibayarkan perusahaan yakni harga vaksin, distribusi dan biasa fasilitas kesehatan.
Vaksin yang telah dibayarkan perusahaan nantinya akan didistribusikan Biofarma ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk perusahaan. Untuk itu dalam hal ini proses vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
"Vaksin akan didistribusikan oleh Biofarma untuk dikirimkan ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk perusahaan," kata dia.
Vaksin Berbeda dengan Pemerintah
Shinta menjelaskan fasilitas kesehatan yang ditunjuk harus berbeda dengan yang ditunjuk pemerintah untuk vakinasi massal. Selain itu penggunaan vaksin juga akan berbeda dengan yang digunakan pemerintah.
Dalam program vaksinasi gotong royong, vaksin yang akan digunakan yakni Sinophram. Sedangkan yang telah digunakan dalam program vaksinasi massal dari pemerintah yakni Sinovac dan Astra Zeneca.
Saat ini vaksin yang telah dipesan untuk program vakinasi gotong royong sebanyak 15 juta dosis. Vaksin ini akan dikirimkan secara bertahap oleh produsen.
Namun kabar buruknya, kata Shinta, sistribusi vaksin ini akan terhambat dan diberhentikan untuk sementara waktu. Tetapi Shinta meyakinkan vaksin tersebut mulai akan kembali didistribusikan pada akhir bulan April 2021.
(mdk/bim)