WHO Tegaskan Para Pemimpin Negara untuk Kesetaraan Vaksin & Kesejahteraan Global
Mengutip dari laman resmi WHO, lebih dari 5,7 miliar dosis vaksin telah diberikan secara global. Tapi 73% dari semua dosis baru diberikan di 10 negara. Negara-negara berpenghasilan tinggi telah memberikan 61 kali lebih banyak dosis per penduduk, daripada negara-negara berpenghasilan rendah.
Sebelum krisis Covid-19, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Tapi semenjak pandemi Covid-19, krisis global membawa komplikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Indonesia. Guna mencapai tujuan pembangunan.
Kondisi perekonomian di era pandemi tak ayal mencekik masyarakat menengah ke bawah. Tak sedikit kasus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan kesenjangan ekonomi yang kentara, antara pemerintah dengan rakyat.
Melansir dari World Bank, antara Maret dan September 2020, statistik resmi melaporkan peningkatan tingkat kemiskinan nasional dari 9,78% menjadi 10,19%. Ini berarti jumlah orang miskin meningkat dari 26,42 juta menjadi 27,55 juta. Ini terhitung dengan kisaran populasi 270,2 juta.
Meski begitu, kini pemerintah tengah menggenjot perekonomian dengan bekerja bersama banyak negara. Apalagi di lain sisi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak para pemimpin yang menghadiri sesi ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Untuk menjamin akses yang adil ke vaksin Covid-19 dan alat penyelamat lainnya. Supaya pandemi ini benar-benar dientaskan. Memastikan dunia lebih siap untuk menanggapi pandemi di masa depan. Termasuk memperbarui upaya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Vaksin adalah alat penting untuk mengakhiri pandemi dan menyelamatkan nyawa, serta mata pencaharian rakyat di seluruh dunia.
Mengutip dari laman resmi WHO, lebih dari 5,7 miliar dosis vaksin telah diberikan secara global. Tapi 73% dari semua dosis baru diberikan di 10 negara.
Kesenjangan masih kentara. Negara-negara berpenghasilan tinggi telah memberikan 61 kali lebih banyak dosis per penduduk, daripada negara-negara berpenghasilan rendah. Semakin lama ketidakadilan vaksin ini berlangsung, semakin banyak virus akan beredar dan berkembang. Berakibat semakin lama gangguan sosial dan ekonomi akan berlanjut.
Target WHO adalah memvaksinasi setidaknya 40% dari populasi setiap negara pada akhir tahun 2021. Kemudian meningkat ke 70% pada pertengahan tahun depan.
Target ini bisa dicapai jika seluruh negara dan produsen membuat komitmen yang tulus terhadap kesetaraan vaksin Covid-19.
WHO menyerukan kepada negara-negara untuk segera menggalakkan pembagian dosis dan pengiriman vaksin jangka pendek dengan COVAX dan AVAT (Tim Tugas Akuisisi Vaksin Covid-19). WHO juga meminta produsen untuk memprioritaskan pasokan.
(mdk/kur)