LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Waspada! Musim Hujan Berisiko Mobil Tergelincir, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya

Musim hujan harus diwaspadai oleh setiap pengendara di jalan raya.

Selasa, 19 Nov 2024 11:15:59
jakarta
Kondisi lalu lintas di jalan tol saat keadaan tengah di guyur hujan. (Paultan / Rendy Yansah) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Musim hujan yang belakangan terjadi di sebagian wilayah Indonesia harus diwaspadai oleh semua pengendara di jalan. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan terjadinya kehilangan kendali kendaraan, yang sering disebut dengan hydroplaning atau aquaplaning. Untuk informasi, hydroplaning atau aquaplaning adalah situasi di mana ban kendaraan tidak dapat mencengkeram permukaan jalan akibat terhalang oleh lapisan air. Kondisi ini biasanya terjadi saat air di jalan terlalu banyak air dan ban tidak mampu mengalirkan traksi dengan baik, sehingga ban terangkat dan kendaraan meluncur tanpa kendali.

Selain dipicu oleh genangan air, hydroplaning juga dapat disebabkan oleh bobot kendaraan yang berlebihan atau kondisi kendaraan yang tidak optimal. Contohnya adalah insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 92+000 Tol Cipularang menuju Jakarta, yang melibatkan 17 kendaraan pada hari Minggu (26/6). Kecelakaan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kelebihan muatan dan kondisi jalan yang licin akibat hujan. Dengan permukaan jalan yang licin dan bobot muatan yang berlebihan, kendaraan mengalami hydroplaning dan kehilangan kendali, yang berujung pada tabrakan beruntun.

Pahami Penyebab Terjadinya Hydroplaning

Penting bagi pengemudi untuk memahami bahwa hydroplaning dapat terjadi ketika air terkumpul di bawah ban, yang menyebabkan ban terangkat dan kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan. Dalam kondisi ini, pengemudi biasanya merasakan setir yang menjadi lebih ringan dan sedikit bergetar sebelum kehilangan kendali, dan mobil mulai bergerak ke samping akibat hilangnya traksi pada ban.

Sebelum mempelajari cara untuk mencegah atau mengendalikan hydroplaning, pengemudi perlu mengetahui beberapa faktor yang dapat memicu aquaplaning. Salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan adalah kecepatan berkendara. Ketika kondisi jalan buruk, disarankan agar pengendara mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati. Terutama dalam menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk menghindari risiko saat pengereman. Meskipun banyak kendaraan modern dilengkapi dengan teknologi canggih seperti ABS (anti-lock braking system), kontrol traksi, dan sistem stabilitas elektronik, yang dapat membantu mengurangi atau bahkan mencegah kecelakaan, pengemudi tetap harus waspada dan mengendalikan kendaraan dengan baik setiap saat.

Advertisement

Faktor utama lainnya yang mempengaruhi hydroplaning adalah kondisi ban kendaraan. Penting untuk menjaga tekanan angin ban pada tingkat yang tepat. Tekanan yang terlalu tinggi atau rendah dapat membuat kendaraan lebih rentan terhadap hydroplaning. Selain itu, kedalaman alur ban juga harus diperiksa secara berkala. Jika kedalaman alur sudah mendekati batas keausan, maka ban harus segera diganti, baik satu pasang maupun satu set lengkap. Jika keausan ban tidak merata, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada kesejajaran kemudi atau suspensi, yang perlu diperbaiki secepatnya.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah berat kendaraan. Kendaraan yang terlalu ringan atau kelebihan muatan cenderung lebih mudah tergelincir. Oleh karena itu, pastikan bahwa distribusi berat kendaraan seimbang antara bagian depan dan belakang untuk mengurangi risiko terjadinya hydroplaning.

Advertisement

Langkah Mencegah dan Mengatasi Aquaplaning

Banyak pengemudi yang secara instingtif menginjak rem dengan keras untuk memperlambat laju mobil, namun tindakan ini sering kali berakibat fatal dan justru membuat mobil semakin sulit dikendalikan. Hal ini disebabkan oleh kerja sistem ABS yang berfungsi untuk mencegah selip dan EBD yang mendistribusikan gaya pengereman agar kendaraan kembali stabil. Oleh karena itu, saat kendaraan mulai tergelincir, sebaiknya jangan menginjak rem terlalu keras. Biarkan mobil tetap dalam kondisi stabil dan beri waktu pada ban untuk mendapatkan kembali cengkeramannya. Selanjutnya, arahkan kemudi ke dalam atau keluar dari arah selip sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Hindari melakukan gerakan kemudi atau pengereman secara mendadak, karena hal tersebut dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan memperburuk kondisi. Memang, sangat sulit untuk menahan keinginan menginjak rem saat merasa kehilangan kendali, tetapi pengemudi perlu memahami dan melatih diri untuk melakukan tindakan yang tepat dalam situasi tersebut. Pastikan juga untuk selalu memegang kemudi dengan kedua tangan dan menyesuaikan posisi jok agar tetap dapat mengendalikan hal-hal penting seperti kemudi, pedal gas, dan rem ketika traksi mulai hilang. Selain itu, pemilihan ban juga sangat krusial, karena ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Advertisement

Setiap jenis ban memiliki karakteristik yang berbeda, dan umumnya ada beberapa merek ban yang lebih unggul dalam menghadapi kondisi cuaca basah dibandingkan yang lain. Ukuran ban juga mempengaruhi performa, di mana ban yang lebih tinggi dan lebar cenderung lebih jarang mengalami hydroplaning dibandingkan dengan ban yang lebih sempit. Permukaan jalan juga menjadi faktor penting, terutama ketika cuaca sedang basah. Aspal biasanya memberikan cengkeraman yang lebih baik dibandingkan beton karena teksturnya yang lebih berpori. Oleh karena itu, sebaiknya hindari melintasi genangan air saat berkendara. Yang paling utama, perhatikan kecepatan dan selalu berhati-hati. Rencanakan perjalanan dengan baik, pastikan kendaraan dalam kondisi aman, dan selalu periksa cuaca sebelum berangkat. Ingatlah bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab Anda.

Infografis mengenai Mobil Maung Pindad

Kondisi lalu lintas di jalan tol saat keadaan tengah di guyur hujan. (Paultan / Rendy Yansah) © 2024 Liputan6.com
Berita Terbaru
  • Geram! Rieke Diah Pitaloka Desak Izin Operasional Green SM Dibekukan hingga Investigasi Tuntas
  • Vivo Y6 5G Hadir dengan IP69 dan Baterai Jumbo, Cek Harganya
  • Sidang Kasus Korupsi Netanyahu Ditunda Lagi
  • Setia Menanti Berujung Batal, Cerita Penumpang KA Bekasi Timur Usai Kecelakaan
  • Bangunan Daycare Little Aresha Jadi Sasaran Vandalisme, Penuh Coretan Kecaman
  • berita ringan
  • jakarta
  • konten ai
  • tips berkendara aman
  • tips berkendara di musim hujan
  • trending ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Desi Aditia Ningrum
R
Reporter Rendy Yansah, Raden Trimutia Hatta
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.