Tantowi Yahya Ungkap Segudang Alasan Banyak Orang Indonesia Berobat ke Penang Malaysia, Ternyata Lebih Murah Ketimbang di RI
Berikut alasan banyak orang Indonesia berobat ke Penang Malaysia yang diungkap oleh Tantowi Yahya.
Setiap orang tentu tidak ingin jatuh sakit. Namun apabila jatuh sakit, hampir kebanyakan orang ingin mendapatkan perawatan yang maksimal. Belakangan, banyak orang Indonesia yang lebih memilih berobat ke Penang, Malaysia.
Rupanya, ada alasan tersendiri mengapa mereka lebih memilih berobat ke negeri jiran ketimbang di tanah air. Tantowi Yahya pun mengungkapkan alasannya yang mungkin sudah banyak orang ketahui atau belum.
Lantas apa alasan banyak orang Indonesia berobat ke Penang Malaysia yang diungkap oleh Tantowi Yahya? Melansir dari akun TikTok tantowi2023, Senin (14/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Bertemu Banyak Orang Indonesia
Tantowi Yahya membagikan cerita saat dirinya melakukan Medical Check Up di Penang, Malaysia. Ia memilih salah satu rumah sakit internasional yang ternyata banyak masyarakat Indonesia datangi.
Ia pun mengaku tidak begitu kaget saat melihat sekitar 80% pasien adalah orang Indonesia. Mulai dari orang Medan, Palembang, Kalimantan, Bali, Papua hingga kota-kota lainnya.
"Setelah saya melakukan observasi, research dan mengalami sendiri, paling tidak ada 3 hal utama dan 3 hal tambahan yang membuat mengapa banyak masyarakat kita yang berkunjung ke Penang untuk melakukan pengobatan maupun Check Up," jelas Tantowi Yahya.
Tiga Faktor Utama WNI Berobat ke Penang Malaysia
Lebih lanjut, Ia menjelaskan tiga faktor utama yang membuat banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke Penang, Malaysia. Bahkan, tidak sedikit juga dari masyarakat yang melakukan Medical Check Up di sana.
"Yang pertama adalah tingkat akurasi yang tinggi. Ini barangkali produk dari mesin modern yang mereka gunakan dan dikombinasikan dengan dokter-dokter hebat profesional dan begitu juga perawat-perawatnya," ungkapnya.
"Yang kedua (adalah) kecepatan. Sangat cepat di sini. Kami menunggu dari satu pelayanan ke pelayanan lain itu kadang kurang dari 5 menit. Hasil seluruhnya bisa kita dapatkan kurang dari 4 jam," lanjut Tantowi Yahya.
Dijelaskan bahwa dirinya melakukan check in pada jam 7 pagi. Hanya berselang 4 jam saja alias pukul 11 siang, hasil Medical Check Up telah keluar. Namun, apabila pasien membutuhkan Check Up tambahan untuk penyakit-penyakit tertentu, biasanya akan menunggu sekitar 1 jam lagi.
"Yang ketiga adalah tingkat kepercayaan. Pasien-pasien itu mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap hasil yang dihasilkan oleh Medical Check Up atau pengobatan. Barang kali ini kecangihan dokternya ya, dibantu dengan alat-alat sehingga rasa percaya itu tumbuh dan semakin tinggi," jelasnya.
3 Faktor Tambahan
Selain tiga faktor utama, terdapat 3 faktor tambahan lain yang diungkapkan oleh Tantowi Yahya. Tiga faktor tambahan ini yang membuat masyarakat Indonesia banyak melakukan pengobatan maupun Medical Check Up di sana.
"Yang pertama murah, saya katakan murah. Karena biayanya itu 30% dari biaya yang seharusnya atau biasanya kita bayar di Jakarta atau 50% lebih murah daripada di Singapura. Mengapa itu murah? Ternyata salah satunya mesin-mesin modern yang mahal itu ketika masuk ke Penang itu tidak dikenakan pajak oleh pemerintahnya," papar Tantowi Yahya.
"Yang kedua (adalah) dokter dan perawatnya itu semua bisa Berbahasa Indonesia. Sehingga tidak menimbulkan kesulitan ya bagi pasien-pasien kita yang tidak bisa Berbahasa Inggris. Bahkan mesin-mesin modern yang saya pakai seperti CT Scan dan lain-lain itu sudah menggunakan Bahasa Indonesia," sambungnya.
"Yang ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah pasien di sini tidak merasa di peras oleh rumah sakit maupun dokternya. Jadi mereka cari uang, tapi ada kesan humanisnya, ada kesan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Bahan Perbaikan Bagi Indonesia
Tidak ingin menggiring opini negatif, Tantowi Yahya juga menjelaskan alasannya mengungkapkan hal tersebut. Ia menekankan bahwa dirinya tidak bermaksud membanding-bandingkan. Ia juga menegaskan masih memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Video ini dibuatnya hanya sekadar untuk bahan perbaikan saja. Khususnya bagi industri kesehatan maupun rumah sakit di Indonesia. Agar ke depannya masyarakat Indonesia sudah tidak perlu ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan maupun melakukan Medical Check Up.
"Saya tidak bermaksud membanding-bandingkan atau tidak mempunyai jiwa nasionalisme. Tapi ini sebagai bahan saja, bahan perbaikan bagi industri kesehatan kita, bagi rumah sakit kita. Agar pasien atau masyarakat kita itu tidak ke luar negeri untuk melakukan pengobatan atau sekadar melakukan Medical Check Up," tutupnya.