LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Suami Ungkap Sikap Tak Biasa Rumini Sehari Sebelum Wafat, Selalu Minta Peluk & Cium

Suami ungkap sikap tak biasa Rumini sehari sebelum wafat akibat erupsi Gunung Semeru.

2021-12-09 07:56:00
Gunung Semeru Erupsi
Advertisement

Duka bencana erupsi Gunung Semeru masih menyelimuti Bumi Pertiwi. Bencana alam yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu meninggalkan banyak sekali kisah pilu dari para korban. Salah satu yang paling menyayat hati yaitu kisah Rumini.

Rumini rela tidak meninggalkan rumahnya untuk menyelamatkan diri demi menemani sang ibu. Keduanya pun ditemukan meninggal dunia dengan berpelukan saat evakuasi korban. Siapa sangka, ternyata satu hari sebelum wafat, Rumini sudah menunjukkan sikap tak biasa ke suami.

Lantas bagaimana sikap tak biasa Rumini kepada suami sehari sebelum wafat? Melansir dari akun Twitter @ElokNurie, Kamis (9/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

Advertisement

Minta Peluk & Elus Kepala

Suami Rumini menceritakan bagaimana detik-detik menjelang kepergian sang istri. Rupanya, Rumini sudah menunjukkan sikap tak biasa kepadanya sehari sebelum wafat karena erupsi Gunung Semeru.

Advertisement

Twitter @ElokNurie ©2021 Merdeka.com

"Malam sebelum kejadian, saya sedang dalam keadaan sudah capek seharian kerja di tambang pasir. Saya pengin nya istirahat saja. Tapi entah kenapa kok istri saya itu meluk-meluk saja. Biasanya kami tidur dengan mengapit anak kami, entah kenapa malam itu kok istri saya minta di sisi saya. Minta diusap kepalanya," ungkap suami Rumini sembari menyuapi sang anak.

"Sambil terus tidur sandaran di dada saya, Saya bilang, 'Opo ae dek. kadungaren ndak nyanding zaki, ndak kasian zaki ta' (kok nggak biasanya nggak barengi Zaki, nggak kasihan kah sama Zaki). 'Ndak papa mas..aku kangen' jawab istri saya," lanjutnya mulai menahan tangis.

Masih Minta Peluk & Cium

Sikap tak biasa Rumini ternyata berlanjut hingga keesokan harinya. Rumini masih terus minta dipeluk dan dicium oleh sang suami. Tak hanya itu, Rumini juga mengantar sang suami berangkat kerja padahal biasanya sibuk mengurus si kecil.

Twitter @ElokNurie ©2021 Merdeka.com

"Esoknya saat saya mau berangkat kerja pasir itu, kok istri saya masih meluk-meluk lagi, masih menciumi saya juga. Biasanya tidak pernah begitu. Biasanya istri saya sibuk ngurusi zaki ini. Tapi pagi sebelum kejadian itu istri saya kok terus meluk-meluk saja pas saya mau berangkat kerja," kenang suami Rumini.

"Dia dadah2 (melambaikan tangan) terus sampai saya betul2 berangkat. Perasaan saya jadi tidak enak saat itu, 'kok nggak kayak biasanya dia ngalem (manja) kayak gini' begitu perasaan saya," sambungnya.

"Bahkan saat di tempat kerja saya juga kepikiran, saya takut apes misalnya anak jatuh atau kenapa2 di rumah," tambahnya.

Tidak Temukan Sang Istri

Suami Rumi langsung berlari pulang saat erupsi Gunung Semeru terjadi. Dalam perjalanan pulang, dia mendapati masyarakat sudah berlarian keluar. Dia juga bertemu dengan sang anak dan pamannya, namun tidak melihat sosok sang istri.

Twitter @ElokNurie ©2021 Merdeka.com

"Sorenya, saat kejadian itu saya langsung lari pulang. Saya mendapati semua orang berlarian tunggang langgang, saya bertemu anak saya dan pamannya ini di depan SD, tapi istri saya tidak ada," kata suami Rumini.

"Saya bertekad ke rumah khawatir dia terjebak, tapi semua menghalangi saya untuk ke rumah. Dan ada yang bilang rumini sudah keluar mengungsi, katanya ia pakai jilbab hitam," lanjutnya.

Pelukan Terakhir

Meski dikatakan sudah keluar mengungsi, suami Rumini tetap ingin memastikan sendiri di rumah. Dia pun dihalangi oleh masyarakat sekitar karena kondisi yang memang tidak memungkinkan. Siapa sangka, momen manis Rumini tadi pagi merupakan pelukan dan lambaian tangannya yang terakhir.

Twitter @ElokNurie ©2021 Merdeka.com

"Saya sangat ingin memastikan ke rumah, saya sudah hilang akal. Bagi saya kalaupun harus mati, biarlah mati bersama. Tapi semua orang menghalangi dan memang sampun (sudah) tidak memungkinkan. Betul2 gelap gulita," ujarnya mulai meneteskan air mata.

"Saya betul2 tidak menyangka bahwa pelukannya pagi itu adalah pelukan terakhir. Lambaian tangannya ternyata perpisahan untuk kami selamanya," tutupnya.

(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.