Sosok Panglima Perang Islam Paling Ditakuti, Punya Julukan 'Sang Pedang' Allah SWT
Sosok panglima perang Islam paling ditakuti bernama Khalid bin Walid.
Khalid bin Walid adalah salah satu panglima perang Islam yang paling ditakuti. Ia memiliki julukan sebagai Saifullah atau Sayf Allah al-Maslul yang berarti pedang Allah yang terhunus.
Gelar tersebut diberikan langsung oleh Rasulullah SAW karena keahliannya dalam peperangan.
Khalid bin Walid disebut tidak pernah kalah dalam setiap peperangan yang dipimpin olehnya. Simak ulasan selengkapnya:
Sosok Khalid bin Walid
Khalid bin Walid adalah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Ayah Khalid bin Walid memiliki kebun buah-buahan yang membentang dari Mekkah sampai Thaif.
Berdasarkan silsilahnya, ia bersaudara dekat dengan Rasulullah SAW. Ini dikarenakan Sayyidah Maimunah yang merupakan istri Rasulullah SAW adalah bibinya dari pihak ibu.
Dia memainkan peran militer utama dalam Perang Riddah melawan suku-suku pemberontak di Arabia pada tahun 632-633, penaklukan Persia oleh Muslim pada tahun 633-634 dan penaklukan Suriah oleh Muslim pada tahun 634-638.
Perang yang Dipimpin Khalid bin Walid
Sebelumnya, Khalid bin Walid sendiri pernah mengalahkan pasukan muslim dalam perang Uhud. Pada saat itu, ia berperan sebagai panglima pasukan berkuda kaum Quraisy.
Namun setelah perang Uhud terjadi, Khalid memutuskan untuk masuk Islam. Ia pun kemudian menjadi panglima perang untuk membela pasukan Islam.
Pada era Nabi Muhammad SAW, pertempuran yang dipimpin oleh Khalid bin Walid ialah Perang Mu'tah, pembebasan Mekkah, Pertempuran Hunain, Pengepungan Thaif, Pertempuran Tabuk, dan Haji Wada'.
Ketika Perang Mu'tah, Khalid kehilangan sembilan pedangnya. Inilah yang menyebabkan dirinya memperoleh gelar Pedang Allah yang Terhunus oleh Rasulullah SAW.
Bisa Kalahkan Ribuan Musuh
Khalid bin Walid pernah memimpin pertempuran Yamamah untuk melawan Musailamah al-Kadzdzab, seseorang yang mengaku nabi. Ini terjadi usai Rasulullah SAW wafat.
Sejak saat itu, banyak kaum muslimin justru memilih keluar dari Islam alias murtad. Dalam pertempuran Yamamah, pasukan muslim yang dipimpin Khalid berhasil mengalahkan kaum murtad.
Padahal, jumlah mereka lebih banyak tiga kali lipat ketimbang jumlah pasukan muslim. Pada zaman dulu, musuh disebut akan ketakutan lebih dulu ketika mendengar nama Khalid bin Walid sebagai lawan mereka.
Khalid bin Walid wafat pada tahun 21 Hijriyah di Syam. Namun, ia disebut begitu sedih lantaran maut menjemputnya di atas kasur bukan gugur di medang perang.