LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Sosok 6 Polwan Pertama di Indonesia, Mayoritas Pensiunan Berpangkat Kolonel Polisi

Sosok enam polisi wanita (Polwan) pertama di Indonesia.

2021-09-02 09:05:00
Polisi
Advertisement

Masyarakat tentu sudah tidak asing dengan kehadiran polisi wanita atau Polwan. Namun siapa sangka, mereka juga memiliki sejarah yang cukup panjang.

Hingga akhirnya terdapat enam gadis remaja yang dididik sebagai seorang polisi wanita. Lantas bagaimana sosok enam polisi wanita (Polwan) pertama di Indonesia tersebut?

Melansir dari akun Instagram museumpolri, Kamis (2/9), simak ulasan informasinya berikut ini.

Advertisement

Kesulitan Memeriksa Wanita

Sebelum tahun 1948, ada kebutuhan untuk mengurus wanita dan anak-anak interniran di Malang. Untuk itu, direkrut pegawai wanita sipil yang dipekerjakan sebagai polisi wanita. Akan tetapi, mereka tidak diberi pangkat melainkan tetap dengan pangkat sipilnya.

Pada tahun 1948, ditemukan adanya kesulitan dalam pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama pemeriksaan fisik. Akibatnya, polisi pria sering meminta bantuan kepada para istri polisi serta pegawai sipil untuk melaksanakan tugas itu.

Advertisement

Masih di tahun yang sama, Jawatan Kepolisian Negara yang bermarkas di Yogyakarta merencanakan untuk didirikan pendidikan Polisi Wanita. Pendidikan ini juga ada di setiap Karesidenan di seluruh Indonesia. Nantinya setiap Karesidenan akan diberi kesempatan untuk mengirimkan dua calon. Sayang, hingga Mei 1948 tidak ada satu pun calon yang dikirimkan oleh Residen.

Rekrut Wanita Sebagai Polisi

Sementara itu di Bukittinggi, organisasi wanita serta organisasi wanita Islam berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah. Supaya dididik wanita-wanita pilihan untuk nantinya menjadi polisi di Ranah Bundo.

Pada 1 September 1948, Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi membuka 'Pendidikan Inspektur Polisi' bagi para wanita. Namun dengan kuota 12 calon polisi wanita saja.

Instagram museumpolri ©2021 Merdeka.com

Hasil dari 9 orang mendaftar, hanya 6 (enam) orang gadis remaja terseleksi dan terpilih. Para gadis remaja ini berasal dari ranah Minang. Mereka juga diketahui lulusan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Pensiun Berpangkat Kolonel

Perekrutan juga didasari akibat dari adanya agresi II. Di mana menyebabkan sebagian besar wanita yang mengungsi dari Semenanjung Malaya tidak mau diperiksa atau digeledah. Terutama secara fisik oleh anggota polisi pria.

Pada 1 September 1948, ke enam gadis remaja tadi secara resmi mulai mengikuti pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu pula dinyatakan sebagai lahirnya Polisi Wanita atau Polwan.

Para gadis remaja ini bersama 44 orang siswa laki-laki tergabung dalam Angkatan III Pendidikan Kader Kepolisian untuk tingkat Perwira yang dilaksanakan di Bukittinggi. Ke enam wanita tersebut juga tercatat sebagai Polwan angkatan pertama dan wanita ABRI pertama. Ke enam polisi wanita ini pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).

(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.