Sedih, Prajurit TNI AD Ini Kehilangan Seorang Ibu Waktu Pendidikan Karena Sakit
Cerita prajurit TNI AD yang kehilangan seorang ibu saat pendidikan.
Kehilangan sosok orang tua tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam. Apalagi saat-saat terakhirnya kita tidak ada di sisi orangtua. Luka mendalam dan rasa sedih tentu akan dirasakan oleh sang anak. Seperti yang dialami oleh prajurit TNI AD satu ini.
Dia harus merelakan kepergian sang ibu untuk selamanya. Bahkan, saat itu dia masih dalam masa pendidikan Secata. Beruntung, prajurit TNI AD ini masih bisa pulang ke kampung halaman. Meski dia hanya bisa berada di sisi keluarga sampai pemakaman saja. Lantas bagaimana cerita prajurit TNI AD yang kehilangan sosok sang ibu?
Melansir dari akun YouTube 18_Komposit, Selasa (13/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tak Bisa Pulang
Profesi sebagai prajurit TNI tentu bukan hal yang mudah. Mereka harus siap dan rela meninggalkan keluarga demi pendidikannya. Seperti yang terjadi pada salah seorang prajurit TNI AD ini.
"Kamu bilang enggak, kamu enggak bisa pulang pa ma?," tanya prajurit TNI lainnya.
"Siap izin, saya bilang," jawabnya.
YouTube 18_Komposit ©2021 Merdeka.com
"Gimana sampaikan ke mama mu gimana?," tanya prajurit TNI lainnya.
"Siap izin ke orang tua, ayah. Izin Pak, untuk sementara waktu karena berhubung saya baru masuk ke Batalyon, saya belum bisa pulang untuk saat ini. Kemungkinan 1 atau 2 tahun ke depan, saya baru bisa pulang dan mendapatkan cuti," jawabnya.
"Terus Bapak mu bilang gimana?," tanyanya lagi.
"Siap izin, orang tua saya cuma memberi motivasi dan semangat," jawabnya.
Kehilangan Seorang Ibu
Bukan hanya tak bisa pulang ke kampung halaman. Prajurit TNI ini ternyata juga harus merelakan kepergian sang ibu untuk selamanya. Sang ibu diketahui meninggal dunia saat dia masih pendidikan di Secata.
"Kamu kok kelihatan sedih gitu kenapa?," tanyanya lagi melihat raut kesedihan pada wajahnya.
"Siap izin, saya kehilangan ibu," jawab prajurit TNI AD ini.
"Loh kenapa?," tanyanya kaget.
YouTube 18_Komposit ©2021 Merdeka.com
"Siap, waktu pendidikan ibu saya meninggal," ungkapnya.
"Waktu pendidikan? Waktu Secata?," tanyanya.
"Siap izin, di Secata," jawabnya.
"Oh, sorry ya. Saya turut bela sungkawa ya," kata prajurit TNI ini.
Sisa Ayah dan Adik
Kini prajurit TNI tersebut hanya memiliki ayah dan adiknya saja. Pendidikan sang adik juga masih begitu panjang. Sebab, adik prajurit ini masih duduk di bangku kelas 5 SD.
"Jadi ini tinggal bapak saja?," tanyanya lagi.
"Siap izin, sekarang tinggal ayah dan adik," katanya.
YouTube 18_Komposit ©2021 Merdeka.com
"Adik mu berapa?," tanyanya.
"Siap izin, adik saya satu," jawabnya.
"Kelas berapa?," tanyanya.
"Siap izin, sekarang baru kelas 5 SD," jawabnya.
Meninggal Karena Sakit
Prajurit ini juga menjelaskan alasan sang ibu meninggal dunia. Diungkapkan jika sang ibu pergi untuk selamanya karena sakit hipertensi.
"Kenapa ibu meninggal?," tanya prajurit TNI ini.
"Siap izin, kemarin waktu di kasih kabar ibu meninggal dikarenakan hipertensi," jelasnya.
YouTube 18_Komposit ©2021 Merdeka.com
"Sebelumnya enggak ada penyakit bawaan?," tanyanya.
"Siap, tidak ada," paparnya.
"Terus kamu sempat pulang enggak?," tanyanya.
"Siap izin, sempat sampai pemakaman," ungkapnya.
Video Cerita Prajurit TNI AD Kehilangan Ibu
Berikut video cerita prajurit TNI AD yang kehilangan seorang ibu saat pendidikan.