Sangar dan Bertato Seperti Preman, Tiga Kades ini Ternyata Penyayang Warganya
Bukannya ditakuti, sosoknya justru dekat dengan warga. Pria-pria tersebut yakni merupakan Kepala Desa di sejumlah daerah di tanah air.
Kesan sangar dan gahar seolah melekat pada setiap pria yang memiliki tato di tubuh. Namun agaknya hal tersebut berbeda dengan sejumlah pria berikut.
Bukannya ditakuti, sosoknya justru dekat dengan warga. Pria-pria tersebut yakni merupakan Kepala Desa di sejumlah daerah di tanah air.
Penasaran siapa saja sosoknya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Kades di Saguling
Jabatan bukan sekadar pekerjaan biasa. Bagi sosok Kepala Desa di Saguling ini, memiliki jabatan memang sudah seharusnya mengabdi kepada warga.
Kendati tubuh bertato, atensi kepada warganya begitu tinggi. Belakangan, sosoknya merasa emosi lantaran tak ada para pejabat elit di kawasannya yang peduli dengan nasib warga yang membutuhkan uluran tangan.
Momen sang Kepala Desa naik darah itu sempat viral usai diunggah akun TikTok @joel_doank.
"Dari Dinas Sosial enggak ada cuma suruh anak buahnya. Apalagi Dewan Ciamis, enggak ada. Kalau ada musibah di Saguling enggak ada. Bisanya cuma duduk-duduk," katanya.
"Tapi kalau mau dipilih, baru datang bilang 'coblos-coblos'. Itu harus dipikirkan para dewan," imbuhnya.
Gaji Buat Bantu Warga
YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2023 Merdeka.com
Tak sekadar omongan belaka, atensinya bahkan berbuah menjadi tindakan. Diungkap pada kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kepala Desa berambut gondrong bak preman itu diketahui berhati mulia.
Dia kerap memberi bantuan kepada warganya sendiri. Salah satunya yakni dengan mengorbankan penghasilannya sebagai Kepala Desa setempat.
Dengan gajinya, Kepala Desa tersebut kerap kali membantu warga yang membutuhkan pertolongannya. Seringnya, dia mencoba membantu warga yang membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan.
Demi mengobati warganya, Kepala Desa di Saguling itu rela memberikan penghasilannya secara cuma-cuma. Tak ada niatan darinya untuk menunggu balas budi dari setiap warganya yang membutuhkan pertolongan.
Kades di Purwakarta
Sementara itu, sosok yang kedua ialah Asep Suhendar. Seorang lurah atau Kades yang sering membantu warganya dengan membagi-bagikan beras kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
Meski ia bertato, tidak lantas membuat dirinya bersikap dan berlagak seperti preman jahat yang tidak mempunyai hati nurani. Ia kerap membantu warganya dengan memberikan sekarung beras yang dibawanya sendiri.
"Mau mengantarkan beras, ke emak," ucap kades Asep.
Pakai Uang Pribadi
©2023 Merdeka.com
Aksi bagi-bagi beras yang dilakukan oleh kades Asep ternyata bukan merupakan program yang digalakkannya dengan menggunakan dana dari desa.
Ia memberikan satu karung beras ke masyarakat miskin desa menggunakan dana yang diambil dari kantong pribadinya.
"Paling seminggu tiga kali. Tidak ada, cuma ini mah pribadi," ujar Asep.
Kades di Banjarnegara
©2023 Merdeka.com
Sementara itu, ada pula sosok Kades di Banjarnegara yang bernama Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaff. Dia adalah Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja.
Pria berusia 36 tahun itu viral lantaran sekujur tubuhnya dipenuhi dengan tato. Sekitar 90 persen selain wajah dan lehernya menjadi bukti seni lukis oriental kesukaan Hoho.
Kendati demikian, sosoknya pun dikenal cukup dekat dengan warganya. Bahkan, dia tak segan untuk sekadar berbincang hingga bersalaman dengan penuh perhatian.