Potret Situs Kumitir Bangunan Majapahit Terpendam di Perut Bumi Akibat Bencana Besar
Situs Kumitir yang diduga merupakan benteng dari Kerajaan Majapahit tersebut begitu mencuri perhatian. Tak disangka, situs ini juga berukuran sangat luas.
Sebuah situs bersejarah kembali ditemukan pada tahun 2020 lalu. Situs ini merupakan penemuan yang paling spektakuler di Indonesia sepanjang tahun 2020.
Situs Kumitir yang diduga merupakan benteng dari Kerajaan Majapahit tersebut begitu mencuri perhatian. Tak disangka, situs ini juga berukuran sangat luas.
Penasaran seperti apa potret penampakan situs yang sudah lama terpendam dalam perut bumi tersebut? Berikut ulasan potret situs Kumitir.
Memiliki Ukuran Luas dan Besar
Situs Kumitir yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur tersebut baru-baru ini ditemukan dan berhasil menjadi sorotan. Tanpa disangka, bangunan yang diduga merupakan benteng dari Kerajaan Majapahit di masa silam tersebut memiliki ukuran yang begitu luas dan besar.
Youtube/JOIN Media ©2021 Merdeka.com
"Berdasarkan struktur talud yang sudah ditemukan, panjang dan lebar situs ini mencapai lebih dari 250 x 300 meter persegi," seperti dijelaskan dalam tayangan unggahan saluran Youtube JOIN Media.
Ditemukan Penggali Tanah Setelah Terkubur 6 Abad
Perlu diketahui bahwa situs bersejarah Kumitir ini sudah sekian lama terkubur di dalam perut bumi. Hingga pada akhirnya ditemukan oleh seorang penggali tanah setelah 6 abad terkubur.
Youtube/JOIN Media ©2021 Merdeka.com
"Akhirnya ditemukan oleh para penggali tanah saat sedang bekerja membuat batu bata merah pada akhir tahun 2019 lalu," keterangan yang dijelaskan dalam tayangan.
Terdapat Pagar Pelindung Candi
Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur telah mendapatkan laporan serta turun untuk melakukan eskapasi selama tiga kali. Dan hasilnya diketahui bahwa pagar yang panjang dan luas tersebut ternyata bukanlah sebuah benteng Istana Majapahit namun merupakan sebuah talud.
Youtube/JOIN Media ©2021 Merdeka.com
"Merupakan sebuah talud yang dibangun pada masa Kerajaan Hayam Wuruk untuk melindungi bangunan penting di dalamnya. Hipotesa sementara bangunan penting yang dilindungi oleh talud ini diduga adalah Candi tempat pendharmaan dua raja Singasari yaitu Mahesa Cempaka dan Wisnu Wardhana".
Tertimbun Karena Bencana Alam Besar
Salah seorang pakar ahli Geologi ITS Surabaya, Profesor Amien Widodo bersama jajarannya tengah melakukan sebuah penelitian. Hasil sementara menunjukkan pada masa lampau terjadi sebuah banjir bandang dari sebelah selatan dan masuk ke daerah situs serta lahar dingin yang menguburnya berulang-ulang.
Youtube/JOIN Media ©2021 Merdeka.com
"Menunjukkan bahwa ini ada kita kalau di geologi menyebutnya kipas aluvial namanya. Jadi ada endapan banjir bandang dari selatan sana, masuk ke sini terus menutup sini berulang-ulang," ungkapnya.