Potret Sangar Iptu Hafiz Akbar Anak Eks Kasau Todongkan Pistol, Bicara Tempaan Polri
Sosok pria gagah yang berprofesi sebagai anggota polisi ini membagikan potret sangar. Selain itu, ia juga menarik perhatian publik lewat pembicaraan soal tempaan Polri.
Putra mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI (Purn) Yuyu Sutrisna kembali menarik perhatian publik. Sosok pria gagah yang berprofesi sebagai anggota polisi ini membagikan potret sangar.
Selain itu, ia juga menarik perhatian publik lewat pembicaraan soal tempaan Polri. Penasaran seperti apa pose sangar dari Iptu Hafiz Akbar?
Berikut ulasan selengkapnya, Senin (14/11).
Berpose Sangar Todongkan Pistol
Kaurbinopsal Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Prasetia Akbar belum lama ini kembali menarik atensi publik. Ia membagikan potret dirinya dengan berpose sangar.
Dalam akun Instagram pribadinya @hafizzyakbar, nampak putra eks Kasau itu menggengga pistol ditangannya. Ia seolah mendodongkan senjata api tersebut ke arah kamera.
Instagram/hafizzyakbar©2022 Merdeka.com
"Yang menjadikan seseorang mulia bukanlah kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Namun yang mengangkat derajatnya adalah keinginan untuk berubah, keinginan untuk menjadi lebih baik lagi. Tentunya transformasi menuju kebaikan tidaklah mudah, semua institusi pernah mengalami hantaman perih demi menjadi lebih baik lagi," tulisnya sebagai keterangan akun.
Bicara Soal Tempaan Polri
Selain potret gagahnya berpose menodongkan pistol. Ia juga memberikan keterangan yang begitu menarik atensi.
Ia membicarakan soal tempaan satuan Polri. Tempaan yang kini dialami satuannya itu diyakini sebagai sesuatu yang bisa menjadikan transformasi lebih baik ke depannya.
Instagram/hafizzyakbar©2022 Merdeka.com
"Senior kami pernah berkata bahwa besi perlu ditempa untuk menjadi pedang yang tajam, karenanya kita di tempa dengan keras saat di Akademi. Sekarang Polri harus siap menerima tempaan yang keras, demi transformasi menjadi institusi yang lebih baik lagi," lanjut dia.
Hafiz: Kau Tetap Jadi Kebanggaanku
Hafiz juga mengakui jika satuan Polri tetap menjadi institusi kebanggaannya. Bahkan ia tidak peduli ketika mendapatkan ujian yang begitu besar.
Ia menganggap jika negara sedang berproses. Sehingga bisa menjadikan semua pihak menjadi lebih baik lagi.
"Apapun yang orang katakan padamu, kau tetap menjadi kebanggaanku. Negara sedang berproses, kalian silahkan menjadi orang yang mencaci & menghina kami siang malam. Namun kamilah yang akan menjadi bagian dari sejarah, sebuah sejarah yang mencatat perubahan Polri menjadi Kepolisian yang professional dan dicintai oleh masyarakat," pungkas dia.