Potret Lawas Mertua Jenderal TNI Andika & Prabowo Subianto Saat Tugas di Timor Timur
Lantaran memiliki latar belakang militer yang sama, kedua sosok ini pun diketahui cukup dekat.
Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono dikenal sebagai sosok tegas. Berbagai medan tempur pernah dirasakannya semasa aktif menjadi anggota TNI.
Bersama Prabowo Subianto, Hendro pernah tugas di Timor Timur. Keduanya kala itu masih perwira muda. Hendro berpangkat Letkol, sedangkan Prabowo kapten.
Putra Hendro, Diaz Hendropriyono mengunggah momen kedekatan keduanya saat masih bertugas di militer.
Seperti apa potretnya? Simak ulasannya berikut ini.
Potret Hendropriyono dan Menhan Prabowo
Melalui Instagram pribadinya, putra Hendropriyono sekaligus Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKPI) ini membagikan sebuah foto lawas. Unggahan tersebut nampak menampilkan potret sang ayah saat bersanding dengan Menhan Prabowo.
©2020 Merdeka.com/Instagram @am.hendropriyono
"Letkol AM Hendropriyono dan Kapt. Prabowo Subianto," tulisnya.
Bincang Santai
Dalam unggahan itu, nampak sang tokoh intelijen nasional tengah berbincang santai dengan Menhan Prabowo semasa masih sama-sama bertugas sebagai prajurit melindungi kedaulatan Tanah Air.
Keduanya pun masih sama-sama mengenakan pakaian kebanggaan para prajurit TNI kala itu. Didampingi oleh satu prajurit di belakangnya, Prabowo juga tampak gagah saat berbincang dengan Hendropriyono.
Banyak yang Kagum
Potret kedua jenderal tersebut langsung mendapatkan banyak atensi dari deretan publik figur hingga warganet. Meski kini tak lagi memiliki fisik layaknya anak muda, namun kedua tokoh militer tersebut masih menjadi idola bagi masyarakat.
Instagram/@diaz.hendropriyono ©2021 Merdeka.com
"Idola kita semua," tanggapan akun @1408_ts.
"Keren mas," tulis akun @anwarus_sulfi.
"Masih muda dan gagah," kata akun @roohielle.
"Keduanya jenderal yang hebat," komentar akun @mendrofaalfret.
Pose Lawas Tugas di Timor Timur
Rupanya, foto tersebut diambil pada saat keduanya masih menjalankan tugas di daerah Timor Timur. Terungkap, momen tersebut diabadikan pada tahun 1983.
Instagram/@diaz.hendropriyono ©2021 Merdeka.com
"(1983). Timor Timur," sambungnya.