Polisi ini Sukses Jadi Peternak Ayam, Anti Vaksin & Kimia Niatnya Mulia Banget
Di tengah kesibukannya menjadi seorang abdi negara, ia masih mampu mengembangkan usaha peternakan ayam.
Kemuliaan hati seseorang dapat terlihat di setiap perilaku dan tindakannya. Selayaknya seorang pria yang berprofesi sebagai anggota polisi ini.
Di tengah kesibukannya menjadi seorang abdi negara, ia masih mampu mengembangkan usaha peternakan ayam. Bahkan, ia menyebut jika tak mau menggunakan bahan kimia dan vaksin bagi ternak miliknya.
Rupanya, ada alasan tersendiri yang begitu mulia. Lantas, apa sebenarnya yang membuat polisi tersebut memilih untuk memiliki peternakan anti vaksin dan kimia?
Melansir dari kanal YouTube Peternakan Putra Kembar, Minggu (10/4), berikut ulasan selengkapnya.
Peternak Pemula Sukses Kembangkan Usaha
Tak pernah terbayang di benak pria yang berprofesi sebagai seorang anggota polisi berikut ini. Memulai usaha sampingan sebagai seorang peternak ayam pedaging justru mengantarkannya ke pintu kesuksesan lainnya.
Bagi seorang pemula, polisi tersebut terbilang sukses. Terbukti, pada panen pertama, ia hanya mengalami kerugian enam ekor ayam dari seribu ekor.
"Awal seribu ekor, yang mati hanya 6 ekor," terangnya.
Salah satu rahasianya, ia mengungkap jika perlakuan dan perawatan terhadap ternak itu merupakan hal yang penting. Caranya, cukup perlakukan hewan ternak selayaknya diri sendiri.
"Rahasia utamanya kalau kita berternak itu perlakukan hewan ternak selayaknya memperlakukan diri kita sendiri. Yang namanya binatang itu kan punya nyawa, kalau kita kasih makan minum dan tempat tinggal yang bagus, dia akan timbal balik ke kita juga bagus," sambungnya.
Tak Mau Gunakan Bahan Kimia
Selain itu, ada rahasia lain yang tak kalah penting bagi polisi tersebut. Perawatan terbaik menurutnya berasal dari prinsip awal yang ia pegang teguh sejak awal.
Ia menyebut tak akan pernah menyentuh berbagai bahan dan obat-obatan untuk perawatan semua hewan ternak miliknya.
"Itu non kimia. Dari prinsip awal, saya tidak mau menciptakan sebuah produk yang mohon maaf itu mengandung kimia," katanya.
YouTube Peternakan Putra Kembar ©2022 Merdeka.com
Polisi tersebut juga mengaku sama sekali tak menggunakan vaksin yang kini kebanyakan dilakukan para peternak pada umumnya. Baginya, hal tersebut dapat mendatangkan bahaya bagi hewan ternak hingga konsumen.
"Saya tidak mau menggunakan obat kimia, saya tidak mau menggunakan vaksin. Tidak sama sekali. Menurut saya, kalau pakai itu, sama saja mau meracuni," tambahnya.
Punya Niat Mulia
Sukses membuka usaha di bidang peternakan rupanya ada salah satu alasan yang menjadi latar belakangnya. Menurutnya, hal itu bermula dari niatan tulusnya untuk membuka lapangan pekerjaan dan menjadi salah satu jalan rezeki bagi orang lain.
Selain itu, menyibukkan diri sebagai peternak disebutnya juga bakal membantunya di masa pensiun kelak. Saat waktunya tiba nanti, ia telah memiliki kesibukan yang dipersiapkannya jauh-jauh hari.
YouTube Peternakan Putra Kembar ©2022 Merdeka.com
"Selain saya berniat membantu orang yang mencari pekerjaan, ya itu (berternak) juga bisa menjadi usaha saya. Saya pensiun nanti bisa berternak," ujarnya.
Tak Pernah Merasa Kewalahan
Tekad kuat serta niat yang tulus menjadi landasan dasar baginya untuk terus menjalan bisnis ternak ayam. Berbagai halangan dan rintangan bukan menjadi kerikil baginya.
Hal tersebut justru menjadikannya lebih kuat dan tegar menghadapi segala sesuatunya. Bahkan, ia sama sekali tak merasa kesulitan saat membagi waktu antara berdinas dan berternak.
YouTube Peternakan Putra Kembar ©2022 Merdeka.com
Baginya, disiplin adalah kunci. Ada waktu tertentu yang sudah dipersiapkan bagi setiap prioritas.
"Gak susah. Yang penting tahu ilmunya, perawatannya, dan manajemennya. Ayam itu tidak membuat kita susah. Saya pelihara ini sembari dinas, bangun subuh itu beri makan, berangkat kerja apel masih bisa, pulang kantor beri makan, masih bisa istirahat, setelah Isya' beri makan terus tidur nyenyak,"