Penyandang Disabilitas Hidup Sebatang Kara, Merangkak Demi Pungut Botol Bekas
Memiliki kekurangan fisik bukan semata-mata menjadi alasan untuk berpangku tangan. Sosok pria berkebutuhan khusus bernama Aripin ini contohnya.
Memiliki kekurangan fisik bukan semata-mata menjadi alasan untuk berpangku tangan. Sosok pria berkebutuhan khusus bernama Aripin ini contohnya.
Berkebutuhan khusus tak membuatnya patah semangat. Ia tetap bekerja seorang diri hingga rela merangkak untuk sesuap nasi.
Tak mudah, ia juga harus tinggal sendiri di tengah kesulitan hidup. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Berkebutuhan Khusus Sejak Kecil
Aripin yang senantiasa memiliki bahu kuat. Aripin merupakan salah satu penyandang disabilitas yang memiliki kekurangan sejak kecil.
Hal ini membuatnya harus merangkak untuk melakukan segala aktivitas. Termasuk untuk bekerja sehari-hari.
kitabisa.com ©2021 Merdeka.com
"Sedari kecil sudah mempunyai kekurangan fisik yang membuat ia berjalan hanya bisa merangkak," dikutip dari laman kitabisa.com.
Hidup Sebatang Kara
Kesulitan hidup lain masih dialami Aripin. Aripin terpaksa mengurus segala kebutuhannya seorang diri.
Hal ini lantaran Aripin kini tengah hidup sebatang kara. Kedua orangtua Aripin telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
kitabisa.com ©2021 Merdeka.com
Meski memiliki saudara, namun Aripin ditinggalkan begitu saja. Hal ini semata-mata tak mematahkan semangatnya. Ia enggan jika harus meminta belas kasihan orang lain.
"Hidup sebatang kara dan mempunyai kekurangan Pak Aripin tidak mau kalau harus meminta belas kasihan," dikutip dari laman kitabisa.com.
Jadi Pemulung
Motivasi untuk bertahan hidup mengantarkan Aripin untuk menjadi seorang pemulung. Ia rela merangkak menyusuri jalan untuk mengambil botol bekas.
kitabisa.com ©2021 Merdeka.com
Jika sudah dirasa cukup, ia lantas menjualnya. Dengan botol bekas itu, Aripin bisa memiliki uang Rp500 ribu. Sebelumnya, Aripin pernah memiliki usaha ternak ayam yang terus merugi.
"Selagi saya masih kuat bekerja, saya harus bekerja untuk hanya makan sehari-hari," kata dia.