LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Pengertian Kata Tugas, Pahami Pula tentang Ciri dan Jenis Lengkapnya

Kata tugas merupakan satu jenis kata di dalam bahasa Indonesia yang mempunyai makna gramatikal. Dalam hal ini berarti jika maknanya bisa berubah sesuai dengan konteksnya dan tak memiliki makna lesikal atau tetap.

2022-08-25 10:03:00
Trending
Advertisement

Pengertian kata tugas perlu untuk diketahui. Kata tugas merupakan satu jenis kata di dalam bahasa Indonesia yang mempunyai makna gramatikal. Dalam hal ini berarti jika maknanya bisa berubah sesuai dengan konteksnya dan tak memiliki makna lesikal atau tetap.

Arti dari kata tugas akan lebih jelas apabila dihubungkan dengan kata lain di dalam sebuah kalimat. Sebagian besar kata tugas bentuknya tetap dan memang memiliki sedikit yang dapat mengalami perubahan dalam hal bentuknya.

Kata tugas sebenarnya memiliki ciri-ciri yang bisa dipahami. Selain itu, kata tugas juga terpecah ke dalam beberapa jenis. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih dalam apa sebenarnya arti kata tugas, merdeka.com akan memberikan informasinya untuk Anda.

Advertisement

Berikut adalah ulasan lengkap tentang pengertian kata tugas, Kamis (25/8).

Ciri Kata Tugas

Kata tugas ini sebenarnya memiliki beberapa ciri yang harus dipahami pula. Perlu diketahui jika kata tugas memiliki tiga ciri-ciri.

Advertisement

Ciri yang pertama yaitu memiliki makna yang gramatikal, namun tidak memiliki makna leksikal seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan. Kemudian ciri yang kedua adalah kata tugas ini umumnya bentuknya tidak akan berubah.

Adapun ciri kata tugas yang ketiga ialah soal arti. Artinya akan jelas apabila didampingi oleh kata lain dalam sebuah kalimat.

Jenis Kata Tugas

Preposisi (Kata Depan)

Preposisi atau berasal dari kata latin preposisi berasal dari kata yaitu 'prae' dan 'ponere' yang memiliki arti sebelum, sedangkan ponere artinya adalah menempatkan atau tempat. Kata depan berarti merupakan kata yang merangkaikan kata atau bagian kalimat yang diikuti nominal serta pronominal.

Kata depan sebenarnya ialah kata yang menghubungkan antara kata benda dengan bagian kalimat. Umumnya kata depan ii digunakan untuk mengantar sebuah objek penyerta kalimat dan tak boleh mengantarkan subjek dalam sebuah kalimat.

Kata depan yang dikenal adalah di, ke dan dari. Kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali dalam gabungan kata yag memang sudah dianggap dalam satu kata seperti kepada dan dari pada. Beberapa kata depan yang lain misalnya antara lain seperti, atas, kepada, akan, oleh, terhadap, sampai, untuk, dengan dan masih banyak lagi.

Konjungsi (Kata Penghubung)

Jenis selanjutnya adalah konjungsi atau disebut dengan kata penghubung dan kata sambung. Kata ini memiliki fungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lainnya 'di dalam sebuah kalimat'.

Atau bisa juga satu kalimat dengan kalimat yang lain 'dalam sebuah paragraf'. Ada banyak jenis kata penghubung dan penggunaannya memang harus sesuai dengan struktur dan maksud yang ingin Anda sampaikan.

Perlu diketahui, umumnya kata penghubung terbagi lagi menjadi dua yaitu:

- Kata Penghubung Koordinatif

Kata penghubung koordinatif adalah kata penghubung yang memiliki fungsi menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat. Dimana kata atau kalimat yang dihubungkan akan mempunyai kedudukan setara atau pun sederajat. Contohnya adalah seperti dan, serta, atau, dan masih banyak yang lainnya.

- Kata Penghubung Subordunatif

Kata penghubung subordunatf ialah kata penghubung yang memiliki fungsi menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat dimana kata atau kalimat yang dihubungkan pada nantinya mempunyai kedudukan tak setara. Misalnya seperti ketika, yang, agar, sejak, supaya dan masih banyak lagi.

Interjeksi (Kata Seru)

Selanjutnya adalah interjeksi atau biasa dikenal dengan kata seru. Kata seru ini digunakan untuk mengungkapkan isi perasaan seorang penulis atau pun pembicara.

Perasaan yang dimaksud di sini ialah perasaan marah, gembira, sakit, sedih, kagum, terkejut dan masih banyak lagi. Dalam penggunaannya kata seru mempunyai intonasi yang khas agar dapat menggambarkan perasaan. Contohnya seperti:

1. Aduh, indah sekali pemandangannya “kekaguman”.
2. Gila, dia bisa melakukan gerakan itu saat di udara “kekagetan”.
3. Ayo kita kesana! “Ajakan”.
4. Dll.

Artikula (Kata Sandang)

Selanjutnya adapula jenis kata tugas artikula atau kata sandang. Ini adalah kata yang tak mempunyai makna yang digunakan untuk menjelaskan kata benda atau nominal dan kata tertentu. Kata sandang biasanya digunakan untuk mendampingi kata benda dasar atau kata benda turunan.

Umumnya kata sandang ada di sebelum kata benda yang dijelaskannya. Contoh kata sandang seperti sang, para, kaum, si dan lain sebagainya. Penggunaannya bisa seperti:

1. Yang Maha Pemaaf pasti akan menerima taubatmu “Yang” sering digunakan untuk menggantikan nama Tuhan”.
2. Sang wartawan tidak takut dengan pemerintah “Sang” sering digunakan untuk penunjuk tunggal.
3. Kaum komunis sangat benci dengan agama “Kaum” digunakan untuk penunjuk jamak.

Partikel Penegas

Yang terakhir adalah kata partikel penegas yang tak bisa berdiri sendiri. Ini harus dikaitkan dengan kata lain dalam penggunaannya.

Beberapa contoh partikel penegas yaitu, -kah, -pun, -lah dan lain-lain. Contoh penggunaannya seperti :

- Apakah kamu sedang sakit ? (-kah sering digunakan dalam kalimat tanya.
- Menjauhlah, saya sedang tidak ingin diganggu! (-lah sering digunakan dalam kalimat perintah atau kalimat deklarasi.
- Mereka pun bisa melakukannya (-pun digunakan untuk menegaskan suatu hal.

(mdk/bil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.