Para Raja Ini Dicatat Sejarah Sangat Kejam dan Haus Darah
Para Raja Ini Dicatat Sejarah Sangat Kejam dan Haus Darah
Mengulik sejarah dunia memang sangat menyenangkan bagi sebagian besar orang. Terutama mengenai kisah kepemimpinan para raja atau pemimpin dunia lainnya.
Banyak dari mereka dulunya memiliki sistem pemerintahan yang begitu kejam. Bahkan beberapa di antaranya disebut sebagai raja yang haus akan darah.
Penasaran siapa sajakah raja yang terkenal kejam dan haus darah tersebut? Langsung saja simak informasi yang dilansir dari beberapa sumber berikut ini:
Nero
Nero merupakan salah satu pemimpin di Romawi yang memerintah antara 54 hingga 68 Masehi. Bagi masyarakat kala itu, Nero dikenal sebagai seorang kaisar yang meruntuhkan Kekaisaran Romawi. Ya, Dia yang bertanggungjawab atas kematian ribuan jiwa termasuk saudara dan kerabatnya yang dibunuhnya secara sistematis.
Nero memiliki kesenangan yang tak biasa. Diketahui dirinya senang membakar kota hingga rata dengan tanah. Tak hanya itu, Nero juga suka sekali membunuh dengan cara tak biasa seperti menikam, meracun, memenggal, penyaliban hingga mandi air mendidih. Kaisar Romawi ini juga dikenal telah memperkosa banyak sekali wanita sekaligus merusak tubuh mereka.
Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Saat pemerintahannya, Kota Roma dilanda kebakaran besar yang menewaskan banyak sekali orang. Akibat peristiwa itu juga, gelombang pengungsi menjadi meningkat dengan pesat. Kejadian mengenaskan tersebut justru membuat Nero menyalahkan warga Kristen, sehingga ribuan Kristen disiksa nya dan dibunuh secara keji. Tentu saja perilakunya ini memicu pemberontakan yang pada akhirnya membawa Nero pada kematiannya dengan cara bunuh diri.
Qin Shi Huang
Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama China yang menduduki kursinya dari 221 hingga 210 Sebelum Masehi (SM). Kendati begitu, pemerintahan Qin Shi Huang dikenal begitu kejam dan haus akan darah. Hal ini karena Qin Shi Huang dikenal sebagai orang yang paranoid, sehingga membawanya menjadi pribadi yang sadis dan brutal terhadap rakyatnya.
Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Terbukti dengan belum setahun memerintah, diketahui Qin telah menggusur 120 ribu keluarga. Tak hanya itu, Dia juga telah memusnahkan hampir semua buku dan tulisan yang ada pada era tersebut. Buntut dari aksinya itu membuat para cendekiawan harus menjadi korban sasarannya. Banyak dari mereka yang harus merenggut nyawa karena dipenggal atau dikubur hidup-hidup oleh Qin.
Alasannya karena para cendekiawan tersebut tidak bisa memenuhi permintaan atau tuntutannya. Diketahui, Qin memaksa para cendekiawan untuk mencari cara agar dirinya tidak bisa mati. Karena sifat paranoid nya tersebut, Qin Shi Huang lantas membangun mausoleum selebar 5 meter yang dibangun oleh 700 ribu pekerja. Selama pengerjaannya, sebagian besar pekerja meninggal dunia akibat kelelahan.
Genghis Khan
Genghis mendapatkan gelar Khan sejak 1206 hingga 1227. Genghis diketahui menguasai hampir seluruh China dari daratan hingga ke Laut Kaspia. Saat pemerintahannya, Genghis dikenal sebagai seseorang yang pendendam dan haus akan darah. Hal itu lantaran Genghis dan pasukannya banyak sekali membantai orang dari berbagai kota.
Istimewa
Dia juga tidak memperdulikan jika yang dibantainya itu seorang prajurit, warga biasa atau bahkan anak-anak. Pembantaiannya juga dilakukan dengan berbagai cara seperti mencurahkan cairan perak panas ke telinga atau mata korban. Selain itu, Genghis juga memperkosa banyak wanita dan melakukan di depan keluarganya. Belum puas, Genghis juga memenggal kaum miskin sedangkan kaum kaya disiksa agar mereka memberitahu di mana letak hartanya.
Lebih mengerikannya lagi, Genghis dan pasukannya diduga telah membunuh sekitar 700 ribu orang hanya dalam sekali pembantaian. Dalam aksinya, dirinya juga kerap menggunakan para musuh sebagai perisai manusia. Diketahui pula, Genghis telah membunuh 3/4 dari 10 juta orang yang berada di Dataran Tinggi Iran dan juga membunuh 20-60 juga orang lainnya. Hingga akhirnya Genghis Khan meninggal dunia pada tahun 1227.
Herodes
Herodes merupakan seorang Raja Yudea yang berkuasa antara 37-4 Sebelum Masehi (SM). Herodes paling dikenal akan perintah membunuh setiap anak laki-laki berusia di bawah 2 tahun di seluruh kawasan Bethlehem. Tak hanya itu, Herodes juga diketahui mengidap paranoia yang membuatnya melakukan banyak kekejian.
Vintage News dari Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Akibat sikap paranoid nya, setiap orang yang dicurigai dan diyakini menjadi sebuah ancaman akan dibunuh. Tidak peduli jika orang itu kerabat, paman, istri bahkan ketiga anaknya. Bahkan, seorang imam tinggi kala itu juga turut dihabisinya.
Herodes kemudian meninggal pada 4 SM akibat sakit yang dideritanya. Namun sebelum wafat, Herodes sempat memerintahkan untuk membunuh semua tokoh pria di Yudea. Hal itu bertujuan agar bisa menciptakan kedukaan yang luar biasa. Beruntung, perintah terakhir Herodes diabaikan begitu saja oleh pengikutnya.
Wu Zetian
Tak hanya pria, Wu Zetian, Kaisar China wanita ini juga dikenal sangat sadis dan keji. Wu Zetian berkuasa dari 690-705 sekaligus menjadi wanita pertama yang memerintah China dalam sejarah.
Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Meski begitu, Wu setiap harinya memerintahkan pasukannya untuk membunuh dan menyiksa orang. Selama kekuasaannya, ada ribuan orang telah dibunuhnya dengan cara yang keji seperti dicekik, diracun, dicincang hingga direbus hidup-hidup. Jangan salah, keluarganya sendiri pun tak luput dari aksinya tersebut.
Wu Zetian diketahui menjadi dalang kematian keponakan laki-laki, perempuan hingga anak kandung perempuannya sendiri. Bahkan, Wu juga memaksa orang-orang untuk bunuh diri termasuk juga sang putra. Wu Zetian kemudian meninggal di usianya yang mencapai 81 tahun.
Raja John
Raja John merupakan saudara laki-laki Raja Richard Berhati Singa. Ya, Raja John dikenal sangat bengis, keji, licik hingga serakah. Dia diketahui telah mengkhianati bukan hanya kerabat dan teman, namun juga negaranya sendiri. Raja John senang sekali memanjakan dirinya sendiri.
Vintage News dari Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Raja John juga diketahui pernah mencuri dari Gereja dan mengusir semua rohaniwan dari Inggris. Selain itu, dirinya juga kehilangan puluhan ribu pasukan akibat deklarasinya yang menyatakan perang melawan Prancis. Bahkan, melalui sebuah kampanye, Raja John menyita semua harta orang Yahudi di Inggris dan memenjarakan serta menyiksa korbannya.
Saat masa pemerintahannya, pajak juga mengalami kenaikan yang sangat luar biasa. Hingga saatnya Raja John menandatangani Magna Charta yang membuatnya kehilangan semua dalam peperangan kecuali Inggris. Raja John meninggal pada tahun 1216 sebelum melakukan aksi serangan besar-besaran melawan Prancis.
Tamerlane Agung
Seorang kaisar yang disebut juga sebagai Timur ini berkuasa pada Abad ke-14. Kekuasaannya meliputi Asia Barat, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Ada yang menarik dari Timur. Dirinya menyakini jika Genghis Khan merupakan leluhurnya. Akibat keyakinan tersebut, Timur menjadi sesosok penguasa yang keji dan haus darah.
Vintage News dari Liputan6.com 2019 Merdeka.com
Timur bahkan memerintahkan ribuan orang untuk mati termasuk 200 ribu tentara dan warga sipil India yang telah menyerah. Di Aleppo sendiri, Tamerlan diketahui memenggal sekitar 20 ribu orang. Tak hanya itu, Dia juga memenggal sekitar 70 ribu orang di Ifshan, 70 orang di Tikrit dan 90 orang di Baghdad.
Tamerlane dikenal memiliki kebiasaan yang unik yaitu suka menumpuk tengkorak dari para musuhnya. Bahkan, tumpukan tersebut diketahui hingga menjulang tinggi. Selama kekuasaannya hingga 1405, Tamerlane diketahui berada di balik kasus kematian 15-20 juta orang.