Panglima TNI Tak Permasalahkan Status Nikah Bagi Casis PA PK 'Kita Ambil Keilmuannya'
Andika menyebut, keilmuan dari para Casis itu yang justru menjadi hal utama.
Status pernikahan serta batas pendidikan tinggi para Calon Siswa Perwira Prajurit Khusus (Casis Pa PK) sebelumnya menjadi pertimbangan. Belakangan, kedua syarat itu diubah oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Para Casis diperbolehkan dari kalangan profesional yang telah menikah. Andika menyebut, keilmuan dari para Casis itu yang justru menjadi hal utama.
Simak ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Kamis (15/9/22).
Panglima TNI Beri Arahan
Menjadi seorang Pa PK tentu membutuhkan banyak perjuangan. Salah satunya yakni dengan melewati sejumlah proses panjang seleksi yang digelar TNI.
Detail persyaratan bagi para Casis pun turut menjadi perhatian mendalam. Tepat pada 9 Maret 2022 yang lalu, Panglima TNI Jenderal Andika menggelar Rapat Panglima TNI tentang Perencanaan Penerimaan Pa PK dan Pa PK Khusus Tenaga Kesehatan TNI 2022.
Dalam rapat itu dibahas mengenai sejumlah hal prioritas. Di antaranya yakni perubahan batas pendidikan tinggi bagi mereka yang diperbolehkan mendaftar sebagai Casis Pa PK TNI tahun 2022.
YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa ©2022 Merdeka.com
Sebelumnya, Casis dapat berasal dari kalangan lulusan D3. Kini, hal tersebut diganti. Para sarjana saja yang saat ini dapat menembus seleksi.
"Untuk Perwira PK, saya ingin fokus tidak ada lagi D3. Sudah, kita S1 saja. S1 dan yang lebih tinggi untuk perwira prajurit karir," terang Andika, demikian dikutip dari keterangan video.
Soal Menikah & Menyusui
Selebihnya lagi, yakni Andika membahas soal persyaratan status perkawinan. Sebelumnya, para Casis ditetapkan dapat mendaftar apabila belum ada status perkawinan.
Kini, hal tersebut turut diubah. Semua kalangan profesional yang telah menikah dapat mendaftar sebagai Casis Pa PK. Asal, seorang Casis wanita tidak boleh dalam kondisi hamil.
Instagram/@jenderaltniandikaperkasa ©2022 Merdeka.com
"Untuk PAPK, ga apa-apa sudah menikah. Asal tadi, tidak boleh hamil," terang Andika.
Selain itu, ada persyaratan lain bagi para ibu yang turut mendaftar sebagai Casis. Bagi mereka yang masih menyusui buah hati, bakal dikenakan batas waktu yang ditentukan tim seleksi.
"Tapi mungkin anak yang bergantung kepada ibu usia menyusui nanti diputuskan sampai umur berapa begitu ya," ungkapnya.
Ambil Keilmuannya
Soal status pernikahan, usia, hingga ibu menyusui bukan suatu perkara yang disebut Andika mampu menjadi penghalang.
Saat mereka para Casis mau mengabdikan diri, hal tersebut yang sebenarnya menjadi paling utama. Sebab, latar belakang keilmuan dari para Casis itu lah yang memang menjadi tujuan dari diselenggarakannya seleksi Casis Pa PK TNI.
Instagram/@kodamsiliwangi ©2022 Merdeka.com
"Enggak apa-apa sudah menikah. Karena ini sama, bukan hanya dokter. Memang yang kita ambil keilmuannya," tukas Andika kala itu.
Syukur Salah Satu Casis
Perubahan syarat tersebut menuai rasa lega dan syukur dari para Casis. Salah satunya yakni Casis Pa PK Susgakes 2022 dr. Grashelia Akyuwen.
Sosok Casis Pa PK tersebut kini telah diterima di satuan TNI AL. Status pernikahannya bukan menjadi kendala yang berarti saat ini. Lantaran hal itu, Grashelia mengungkap rasa syukurnya.
"Saya sudah menikah. Suami saya sangat mendukung karena kami sudah punya perjanjian untuk mendukung dalam karir masing-masing," ceritanya.
YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa ©2022 Merdeka.com
Momen Grashelia saat menghubungi sang suami pun berlangsung haru. Usai dinyatakan lolos seleksi, Grashelia menangis.
"Puji Tuhan, saya keterima di Angkatan Laut," ucapnya kepada sang suami via sambungan telepon.