LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Orang Terlantar Baznas Gak Bantu, Dedi Mulyadi 'Uang Operasional Masuk ke Saku Bapak'

Dedi naik darah hingga menyebut pendapatan yang masuk ke masing-masing pengurus Baznas seharusnya digunakan untuk membantu orang lain.

2021-11-02 10:42:00
Dedi Mulyadi
Advertisement

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi kembali berbagi. Kali ini, pria kelahiran Subang Jawa Barat tersebut hendak memperbaiki sebuah warung kumuh milik seorang pria yang terletak di halaman kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purwakarta.

Saat menyaksikan proses perbaikan warung, Dedi lantas dihampiri langsung oleh Ketua Baznas Purwakarta yang menyebut jika Baznas telah memberikan bantuan. Tak berselang lama, keduanya lantas bersitegang saling beradu mulut.

Dedi naik darah hingga menyebut pendapatan yang masuk ke masing-masing pengurus Baznas seharusnya digunakan untuk membantu orang lain. Seperti apa momennya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (2/11/2021).

Advertisement

Dihampiri Ketua Baznas

Mengenakan pakaian serba putih dan ikat kepala dengan warna senada, Dedi meluncur ke halaman Baznas Purwakarta. Menyaksikan pembongkaran warung, Dedi pun langsung disambut Ketua Baznas Purwakarta. Mengenakan kemeja putih motif, Ketua Baznas Purwakarta tersebut seketika menjelaskan jika pemilik warung telah diberikan bantuan secukupnya.

Advertisement

YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

"Dulu kan di trotoar, ini Baznas juga yang bangun," terang Ketua Baznas Purwakarta.

Mendengar pernyataan itu, Dedi lantas berpegang teguh jika dirinya tak ada sangkutan dengan Baznas. Ia murni hanya ingin membantu pemilik warung agar hidup dengan layak.

"Saya kan gak ada kaitannya dengan Baznas. Saya mah lihat ini kumuh, seharian mereka gak laku jualan ya mampir. Saya kan orangnya reflek, kalau ada orang butuh ya disamperin," jelas Dedi.

Bicara Wilayah

Ketua Baznas Purwakarta tersebut tak tinggal diam. Ia justru menjelaskan aturan dari Baznas yang harus memulangkan siapa saja yang bukan berstatus sebagai warga setempat. Termasuk sang pemilik warung yang mendirikan usaha di halaman Baznas tersebut.

"Itu memang sudah disuruh pulang. Jadi dia itu orang Garut masuk ke pos," terangnya.

YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

Mendengar hal itu, Dedi kembali geram. Ia merasa tak etis untuk berbicara soal wilayah saat membantu orang yang membutuhkan.

"Ya gini, kalau bicara umat Islam kan gak bicara wilayah. Orang kalau terlantar di sini ya kalau disuruh pulang ya harus dibekali, sudah Rp100 ribu?" katanya.

Aturan Baznas

Ketua Baznas Purwakarta itu tetap berpegang teguh pada aturan. Sementara itu, Dedi justru menyinggung pemasukan yang diperoleh setiap anggota Baznas.

"Ya memang aturannya di Baznas seperti itu," ucap Ketua Baznas Purwakarta.

"Harusnya jangan ngomong aturan pak. Bapak itu harusnya ikut membantu, itu bapak bantu dulu bukan bapak yang bantu, itu dana umat. Bapak dapat dana double loh, bapak dapat dana baznas, bapak juga dapat rutin dana dari Pemda," terangnya.

"Lah di UU 23 nya emang begitu untuk operasional," kata Ketua Baznas Purwakarta.

YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel ©2021 Merdeka.com

"Sebagian rutinnya itu kasihkan ke umat, jadi ngasih itu bukan duit baznas. Operasional itu masuk ke saku bapak sebagian, kasihkan kepada mereka," jelas Dedi.

Dedi Mulyadi Dikomplain Baznas

Dedi Mulyadi mendapatkan komplain dari Baznas tersebut atas video yang sebelumnya telah beredar melalui kanal YouTube miliknya dengan judul 'Kang dedi bongkar warung soto, mang nurdin asal garut telantar di teras kantor baznas'.

Pria berusia 50 tahun itu berniat untuk melakukan pembongkaran warung untuk mendapatkan perbaikan yang layak. Ia merasa miris lantaran warung di halaman Baznas nampak kumuh dan tak banyak mendatangkan pembeli. Namun, hal itu justru membuat Ketua Baznas Purwakarta menghampiri Dedi dan menyampaikan perbedaan pendapatnya.

"Hari ini saya mulai untuk pembongkaran warung ini untuk ditata dan dibuat warung yang lebih baik. Sekarang ini, halaman kantor Baznas kumuh, kan bisa ditata, warungnya dirapikan sehingga nanti modal usahanya berkembang dan pembelinya pada datang. Gak kayak sekarang," ujarnya.

"Ya buat istirahat menunggu selama warung dibenerin ya sudah dibekali. Karena kan kalau gak jualan warung sehari, gak bisa beli beras," katanya.

(mdk/mta)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.