Niat Sholat Ashar Sendiri Latin dan Berjamaah, Lengkap dengan Arti serta Keutamaannya
Salah satunya sholat Ashar yang termasuk sholat fardhu dengan empat rakaat dan dikerjakan di waktu sore. Sebelum menunaikan, tentu umat muslim wajib membaca niat sholat ashar sendiri atau berjamaah.
Sholat fardhu atau sholat wajib terdiri dari lima waktu, yakni Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Semuanya memiliki bacaan niat sholat yang berbeda-beda.
Tergantung pada jumlah rakaat dan kondisi. Maksudnya kondisi untuk menunaikan sholat sendiri atau disebut munfarid, serta dikerjakan secara berjamaah atau bersama-sama.
Sholat fardhu tersebut memiliki jumlah rakaat masing-masing dimulai dari dua hingga empat rakaat. Salah satunya sholat Ashar yang termasuk sholat fardhu dengan empat rakaat dan dikerjakan di waktu sore.
Sebelum menunaikan, tentu umat muslim wajib membaca niat sholat ashar sendiri atau berjamaah.
Sebagai ibadah wajib dalam ajaran Islam, tentu alangkah baiknya kita berusaha menyempurnakan bacaan niat sholat ashar sendiri dan berjamaah dengan benar.
Kewajiban sholat ini bahkan tercantum dalam sejumlah penggalan ayat di kitab suci Alquran maupun hadits Nabi Muhammad SAW.
Betapa penting dan wajibnya sholat fardhu, Allah SWT bahkan memberikan kemudahan dan keringanan bagi para hamba-Nya untuk melaksanakan.
Sebagai contoh, bisa menunaikan sholat secara jamak dan qashar, bahkan mengqodho sholat. Sehingga tak ada alasan untuk meninggalkan sholat wajib ini. Keringanan ini untuk membantu umat tetap bisa menunaikan sholat fardhu dalam keadaan yang mendesak.
Mengenai niat sholat ashar sendiri, disesuaikan dengan jumlah rakaat. Dengan sebagian besar kata lainnya hampir serupa dengan bacaan niat sholat fardu lainnya.
Simak mengenai niat sholat ashar sendiri dan berjamaah lengkap beserta aturan cara bacanya yang benar, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (8/3).
Aturan dalam Membaca Niat Sholat
©2021 Merdeka.com/pexels-tima-miroshnichenko
Menurut madzhab Syafi’i, terdapat satu hal yang paling mendasar yang harus diperhatikan dalam membaca niat sholat di hati sembari mengangkat tangan dan mengucap takbiratul ihram.
Meski mengucapkan niat sholat dengan mulut sebelum takbiratul ihram juga bukan kewajiban. Tapi suatu kesunnahan untuk dapat membantu hati, serta mengucapkannya di saat mulut mengucapkan takbiratul ihram.
Sebagai contoh, jika seseorang membaca niat sholat ashar sendiri sebelum takbiratul ihram. Maka dia mengucapkan niat dengan mulutnya. Namun di saat takbiratul ihram, hatinya tak mengucapkan niat sama sekali, maka tidak sah niatnya serta tidak sah juga sholatnya.
Dari gambaran tersebut, seandainya terjadi kesalahan pengucapan niat di mulut, tapi benar pengucapan niat sholat ashar di dalam hati. Maka sebenarnya niat tersebut dianggap sah. Sehingga dengan kata lain, niat bisa dibaca sebelum maupun bersamaan dengan takbiratul ihram.
Aturan Lain Membaca Niat Sholat
©2020 Merdeka.com
Dilansir dari NU Online, penjelasan lebih lanjut mengenai aturan saat membaca niat sholat. Dalam kitab Kasyifatus Saja oleh Syekh Nawawi, menjelaskan mengenai cara membaca niat sholat sebagai berikut:
1. Niat sholat fardhu harus mencakup adanya 3 unsur, yakni qashdul fi’li, ta’yin, serta fardliyah.
Yang dimaksud dengan qashdyl fi’li adalah berniat untuk melakukan sholat. Di mana di dalam kalimat ada kata “usholi” yang berarti 'saya berniat sholat'.
Kemudian yang dimaksud dengan ta’yin, berarti menentukan nama sholatnya seperti sholat ashar, maghrib, isya, ataupun yang lainnya. Sementara yang dimaksud dengan fardliyah adalah menyebutkan kata fardla di saat berniat.
2. Sedangkan untuk bacaan niat sholat sunnah. Telah ditentukan waktu maupun macam sholat sunnah yang memiliki sebab serta niatnya. Ini wajib memuat dua unsur, yakni qashdul fi’li dan ta’yin.
Sholat yang telah ditentukan waktu, contohnya sholat dhuha, sholat tahajud, sholat tarawih dan banyak lagi.
Sementara jika sholat yang memiliki sebab seperti halnya sholat istisqa, sholat hajat, sholat gerhana ataupun yang lainnya.
3. Berikutnya, niat sholat sunnah mutlak cukup hanya dengan memenuhi unsur qashdul fi’li saja. Sholat sunnah mutlak di sini merupakan sholat sunnah yang tidak terikat dengan waktu ataupun sebab tertentu.
Semisal, jika sewaktu-waktu tanpa sebab seseorang ingin melakukan sholat sunnah, maka sholat yang dilakukan adalah sholat sunnah mutlak.
Kalimat bacaan niat mencakup semuanya tanpa harus adanya tambahan mustaqbilal qiblati, adâ’an, lillâhi ta’âlâ atau penyebutan jumlah bilangan rakaat seperti rak’ataini, arba’a raka’âtin atau tsalâtsa raka’âtin.
Lantaran kata-kata tersebut sebenarnya berstatus hukum sunnah. Bila menunaikan sholat dengan menyebut bilangan rakaat, tapi ada kesalahan yang tak sesuai dengan bilangan yang semestinya, menjadikan sholat tidak sah. Contoh kesalahan, jika membaca niat sholat Ashar tapi dalam niatnya justru menyebutkan tiga rakaat.
Membaca Niat Termasuk Rukun Sholat
©2020 Merdeka.com
Sebelum melaksanakan ibadah sholat, baik itu wajib ataupun sunnah. Setiap umat muslim dianjurkan membaca niat sholat. Karena niat sholat adalah bagian dari rukun sholat yang harus ditunaikan.
Saat salah satu rukun tidak dijalankan, khawatir menjadi tidak sah. Di dalam rukun sholat terdapat tiga macam yakni rukun qauli, qalbi dan fi'li. Dalam hal ini niat sholat termasuk rukun Qalbi atau hati.
Lebih jelasnya mengenai pembagian rukun sholat tersebut sebagai berikut:
Rukun Qauli (perkataan/bacaan)
1. Takbiratul ihram
2. Baca Al Fatihah
3. Baca Tahiyat Akhir
4. Sholawat atas Nabi di tahiyat akhir
5. Salam
Rukun Qalbi
1. Niat
2. Tertib
Rukun Fi’ll (perbuatan)
1. Qiyam (berdiri)
2. Rukuk
3. I’tidal
4. Sujud
5. Duduk di antara dua sujud
6. Duduk membaca tahiyat akhir
Waktu dan Batas Akhir Sholat Ashar
©2020 Merdeka.com
Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai bacaan niat sholat ashar sendiri, alangkah baiknya Anda juga mengetahui waktu yang baik dan benar untuk sholat ashar. Setiap sholat fardhu memiliki waktu dan batasnya untuk dikerjakan oleh umat muslim.
Salah satunya sholat Ashar yang dikerjakan beberapa menit setelah sholat Dzuhur, atau lebih tepatnya sejak bayangan suatu benda sama panjangnya dengan benda tersebut. Hingga tiba matahari tenggelam. Dalam hal ini ada batas untuk waktu sholat Ashar yang wajib diketahui orang Islam.
Sholat Ashar disebutkan terjadi saat matahari mulai perlahan tenggelam. Adapun bunyi dalil tentang waktu pelaksanaan sholat Ashar sebagai berikut,
Dari Abu Hurairah r.a. Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
"Barangsiapa yang sempat mengerjakan satu rakaat sholat subuh sebelum matahari terbit, maka ia tetap mendapati Sholat Subuh (di dalam waktunya). Barangsiapa yang sempat mengerjakan satu rakaat Sholat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapati Sholat Ashar (di dalam waktunya)." (HR. Bukhari)
Selain itu jumhur ulama menyebutkan bahwa makruh melaksanakan sholat Ashar saat sinar matahari mulai menguning kemerahan, yang mana pertanda matahari akan terbenam.
Niat Sholat Ashar Sendiri
Sholat fardhu memang diperbolehkan untuk ditunaikan sendirian maupun berjamaah. Meski kadar kebaikan atau pahalanya lebih sedikit, bahkan dinilai satu. Berikut ini bacaan niat sholat ashar sendiri seperti dihimpun dari buku Panduan Shalat Lengkap dan Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin dan Ade Saeful Muslim:
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.
Ushalli fardhol 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilalqiblati adaan lillaahi ta'ala
Artinya: "Saya melakukan sholat fardhu ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala."
©2020 Merdeka.com
Niat Sholat Ashar Berjamaah
Sementara untuk niat sholat ashar berjamaah ada perbedaan. Bahkan untuk sholat yang dikerjakan secara jamaah ini disebutkan akan mendapatkan ganjaran 27 pahala atau kebaikan. Adapun bacaan niat sholat Ashar berjamaah ini meliputi dua hal yaitu niat sholat Ashar sebagai imam dan niat sholat Ashar sebagai makmum. Berikut ini bacaan niat sholat asharnya:
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Bacaan niat sholat Ashar saat jadi Imam:
"Ushallii fardhal 'Ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati imaaman lilaahi ta'aalaa."
Artinya :
"Saya (niat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat sholat Ashar saat jadi makmum:
"Ushallii fardhal 'Ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati makmuuman lillaahi ta'aalaa."
Artinya :
"Saya (niat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta'ala."
Dalil Keutamaan Sholat Ashar
qamarislamkhan.com
Mengutip dari buku Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat karya Zainal Abidin, yang merangkum sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terdapat keterangan mengenai keutamaan dari sholat ashar itu sendiri. Berikut di antaranya:
- "Para malaikat malam dan malaikat siang saling berganti mendatangi kalian. Dan, mereka berkumpul saat sholat subuh dan ashar. Kemudian, malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah SWT bertanya kepada mereka dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya), ‘dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba ku?’ Para malaikat menjawab, ‘kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan sholat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka pun sedang mendirikan sholat.’” (HR. Al Bukhari)
- “Sesungguhnya, sholat ini (sholat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya. Barang siapa menjaga shalat ini maka baginya pahala dua kali lipat. Dan, tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (bintang).” (HR. Muslim)
- “Tidak akan masuk neraka seorangpun yang mengerjakan sholat sebelum matahari terbit (sholat subuh) dan sebelum matahari terbenam (sholat ashar).” (HR. Muslim)
- "Barang siapa mengerjakan sholat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka ia akan masuk surga.” (HR. Al Bukhari)