LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Niat Puasa Ganti Ramadhan Hari Ini, Ingat Mengqadha Hukumnya Wajib

Ingat bahwa mengqadha atau membayar utang puasa Ramadhan ini hukumnya wajib.

2022-03-21 08:26:00
Ramadan
Advertisement

Mengganti utang puasa Ramadhan atau disebut qadha puasa merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Oleh sebab itu, bacaan niat puasa ganti Ramadhan menjadi hal penting untuk dipahami. Qadha puasa sendiri merupakan salah satu cara Allah dalam memberikan keringanan bagi kaum muslimin dan muslimah.

Seperti diketahui, ibadah puasa Ramadhan adalah kewajiban umat Islam yang sudah baligh. Kendati demikian, ada sebagian umat muslim yang pada bulan suci tersebut mungkin tidak mampu menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh. Sehingga diberikan keringanan dengan berpuasa di hari lain.

Baca juga: Niat Puasa Qadha Dengan Tata Caranya

Advertisement

Seseorang boleh meninggalkan puasa Ramadhan lantaran keadaan tertentu, yang mendesak dan bisa menjadi mudharat jika dipaksakan berpuasa. Salah satunya, wanita yang datang bulan tidak boleh puasa, seseorang yang sakit parah hingga dilarang puasa, begitu juga yang dalam perjalanan jauh dan dikhawatirkan tidak kuat atau menyebabkan sakit.

Kendati diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan, maka wajib mengganti atau menjadi utang puasa Ramadhan. Niat puasa ganti Ramadhan ini wajib diketahui, supaya utang puasa bisa terlaksana dengan baik dan sah atau diterima. Bukan semata-mata berpuasa dan menahan lapar, dahaga begitu saja. Berpuasa juga ada syarat dan rukun yang patut dipenuhi. Supaya ibadah kita menjadi sempurna dan penuh berkah.

Niat puasa ganti Ramadhan tentunya berbeda dengan bacaan niat puasa Ramadhan itu sendiri. Ingat bahwa mengqadha atau membayar utang puasa Ramadhan ini hukumnya wajib. Maka jika Anda masih mempunyai utang puasa, simak bacaan niat puasa ganti Ramadhan ini.

Advertisement

Untuk lebih jelasnya, berikut ini niat puasa ganti Ramadhan hari ini beserta tata cara yang benar, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Senin (21/3).

Ketentuan Puasa Ganti Ramadhan

Ilustrasi puasa, LelakiSihat.Com

Sebelum mengetahui niat puasa ganti Ramadhan, hal pertama yang perlu dipahami bahwa puasa qadha wajib dilaksanakan. Sebanyak hari puasa yang sudah ditinggalkan di bulan Ramadhan sebelumnya. Bahkan hal ini termasuk utang puasa Ramadhan di tahun sebelumnya yang mungkin tersilap belum diqadha.

Sementara untuk waktu pelaksanaan puasa ganti Ramadhan atau puasa qadha, bisa dilakukan setelah Ramadhan sampai sebelum Ramadhan tahun berikutnya. Sedangkan tata cara puasa qadha, Anda tidak wajib membayar secara berurutan, boleh secara terpisah. Atau berselang dengan cara menyicil satu atau dua hari.

Ketentuan membayar utang puasa Ramadhan dapat dinukil jelas dalam penggalan firman Allah pada surah Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi sebagai berikut:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

"(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Golongan yang Boleh Meninggalkan Puasa Ramadhan

Meski Allah SWT memberi keringanan kepada para hamba-Nya, bukan berarti bisa seenaknya meninggalkan kewajiban berpuasa Ramadhan. Ada pembagian golongan, siapa saja yang diperbolehkan atau dianjurkan untuk tidak berpuasa di bulan suci tersebut. Kecuali wanita haidh, karena memang dilarang untuk berpuasa dan harus mengganti atau mengqadha.

shutterstock

Berikut ini empat golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan:

1. Orang Lanjut Usia

Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramadhan yang pertama ada para lansia atau orang lanjut usia. Orang tua yang tidak mampu menjalankan puasa diberi kelonggaran untuk tidak menunaikannya. Sebagai ganti, mereka diwajibkan untuk membayar fidyah, yakni dengan memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 184:

"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin."

Adapun ukuran satu fidyah adalah setengah sho', kurma atau gandum atau beras, yaitu sebesar 1,5 kg beras.

2. Wanita Hamil dan Menyusui

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad, "Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh sholat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui."

Apabila seorang ibu yang tengah mengandung dan menyusui tak sanggup berpuasa. Allah meringankan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di kemudian hari.

Sementara yang sudah jelas dilarang untuk berpuasa adalah wanita dalam keadaan haid dan nifas. Nabi bersabda dalam hadis riwayat Bukhari, "Bukankah ketika haid, wanita itu tidak sholat dan juga tidak puasa. Inilah kekurangan agamanya."

Wanita dilarang berpuasa selama masa haid dan nifas tersebut. Namun, mereka wajib mengganti puasa di kemudian hari.

3. Orang Sakit Berat

boldsky.com

Dapat dikatakan bahwa orang sakit yang diizinkan tidak berpuasa Ramadhan adalah mereka yang jika menjalankan puasa, justru memperparah kondisi yang bersangkutan. Meski tidak berpuasa, tapi orang tersebut harus membayar puasanya di kemudian hari.

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 185 berikut ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."

4. Orang dalam Perjalanan Jauh

©2020 Merdeka.com

Salah satu bentuk keringanan dan kasih sayang Allah SWT selanjutnya dengan memperbolehkan seorang musafir tidak berpuasa Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

"Rasulullah SAW ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

"Siapa ini?" Orang-orang pun mengatakan, "Ini adalah orang yang sedang berpuasa." Kemudian Nabi SAW bersabda, "Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar."

Jadi, jika seseorang yang melakukan perjalanan jauh saat berpuasa diizinkan untuk tidak berpuasa. Apabila kondisi perjalanannya berat dan menyulitkan. Namun, orang tersebut wajib mengganti puasanya di kemudian hari.

Niat Puasa Ganti Ramadhan

©Shutterstock

Setelah memahami siapa saja yang dianjurkan bahkan diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan, kini kita tahu bahwa ini layak diketahui. Niat puasa ganti Ramadhan harus diucapkan, karena niat merupakan syarat wajib puasa.

Bacalah niat puasa ganti Ramadhan ini di malam hari saat kita akan berpuasa Qadha untuk keesokan harinya. Bahkan perlu diingat, sebaiknya dibaca sebelum imsak seperti puasa pada umumnya.

Berikut ini lafal niat puasa ganti Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.