Misteri Kematian Anggota TNI AD, Tergantung di Pohon Jambu Mete dengan Tangan Terikat
Seorang pria berseragam TNI AD ditemukan tergantung di pohon jambu mete pada Rabu (19/8/2020).
Seorang pria berseragam TNI AD ditemukan tergantung di pohon jambu mete pada Rabu (19/8/2020). Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Audi, warga Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Saat itu, Audi hendak pergi berkebun sekitar pukul 06.00 WITA. Di tengah perjalanan, dia menemukan seorang pria yang mengenakan seragam TNI lengkap tergantung di pohon. Sontak saja Audi dibuat kaget bukan main.
Lapor ke Pihak Kepolisian
Melihatnya, Audi langsung bergegas pergi dan melaporkannya ke warga sekitar.
©2014 Merdeka.com
Kemudian, Audi juga menghubungi pihak kepolisian setempat. Namun, ada yang janggal dengan kondisi korban. Sebab, korban tergantung dalam keadaan tangan terikat ke belakang.
Korban Adalah Badan Pembina Desa (Babinsa)
Menurut hasil identifikasi, korban merupakan seorang Badan Pembina Desa (Babinsa) Desa Rahantari. Diketahui pula korban bernama Serda Rusdi. Informasi tersebut telah dibenarkan oleh Kapolres Bombana AKBP Andi Herman.
"Iya benar, seorang Babinsa Desa Rahantari dan Desa Eemokolo," kata Andi Herman saat dikonfirmasi.
Rencana Akan Diautopsi
AKBP Andi Herman juga mengungkapkan, korban merupakan Kesatuan dari Koramil 1413-05 Kabaena. Diakuinya, saat ini korban telah dibawa ke Puskesmas setempat. Seperti yang diberitakan Antara, tim Satuan Reskrim Bombana kini tengah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kematian korban.
©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
"Korban sudah dibawa ke Puskesmas dan rencananya akan diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Pada prinsipnya, polisi sedang melakukan penyelidikan mendalam," ungkapnya.
Penyidik gabungan TNI-Polri Kasus Kematian
Penyidik gabungan TNI-Polri tengah mengusut kasus kematian seorang pria berseragam TNI yang diketahui merupakan Babinsa Desa Rahantari.
"(Ikut menyelidiki) Sedang," singkat Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen TNI Nefra Firdaus kepada merdeka.com, Kamis (20/8).
Autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara
Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Merdisyam mengungkapkan jenazah anggota Koramil Kabaena tersebut diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath
"Kematian Serda Rusdi ditangani Detasemen Polisi Militer (Den POM) Korem 143 Haluoleo. Kepolisian mendukung proses pengusutan," katanya.
Jangan Ada Spekulasi Penyebab Kematian
Proses autopsi pun terus dipantau oleh Kapolda Sulawesi Tenggara bersama Brigjen TNI Jannie A Siahaan. Untuk itu, dia meminta jangan ada spekulasi atas penyebab kematian korban.
"Pengusutan kematian prajurit TNI Angkatan Darat tersebut sedang berjalan. Jangan berspekulasi tentang pelaku maupun motif peristiwa naas yang memilukan tersebut," ujarnya.