LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Miris, Ikuti Jejak Ibu Anak Ini jadi Teman Karaoke Pria Tiap Malam

Setiap malam remaja cantik itu harus melayani para pria hidung belang.

2021-06-16 12:08:48
Polisi
Advertisement

Terdapat kisah pilu saat patroli dilakukan oleh Tim Srikandi Polresta Depok. Patroli malam ke wilayah Bojong Gede,Bogor, Jawa Barat, dengan sasaran eksploitasi anak.

Tim yang dipimpin oleh Ipda Nurul itu merazia tempat hiburan malam. Mereka menjumpai seorang gadis ternyata mengikuti jejak karier ibunya semasa muda.

Setiap malam remaja cantik itu harus melayani para pria hidung belang, sebagai Lady Escort alias LC.

Advertisement

Berikut ulasan selengkapnya.

Jadi LC Temani Para Pria

Advertisement

Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Bripda Riri Aryani bersama para rekan harus melalui jalan terjal dan berlumpur. Lokasi warung yang disinyalir sebagai tempat prostitusi cukup terpencil.

Mereka pun segera menggeruduk masuk dan menemukan sekumpulan gadis remaja. Mereka semua berpakaian seksi, tengah menemani para pria yang menikmati bir.

"Kami menemukan wanita dengan pakaian seksi sedang menemani para tamu cafe tersebut. Mbak namanya siapa? Umur berapa?," tanya Bripda Riri seperti dikutip dari kanal YouTube 86 & Custom Protection NET.

"(sebut nama), Saya 16 tahun. Jangan dikamerain nanti ibu saya lihat," pintanya.

Bayaran Tak Seberapa

Para polisi wanita membagi tugas dalam melakukan interogasi. Tak disangka profesi sebagai LC hanya menerima upah minimal Rp50 ribu. Angka yang tak sebanding dengan harga diri yang dipertaruhkan.

"50 Ribu, 100 ribu, kadang 200 ribu," ujar mereka.

"Uang yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan apa yang mereka harus lakukan terhadap para tamu, seperti menemani dan hal-hal lainnya. Diketahui motif dari anak-anak tersebut bahwa pekerjaan ini menjanjikan," ujar Bripda Riri.

Disediakan Asrama

Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Tepat di belakang warung remang-remang itu, ada deretan kamar. Ruangan yang menyerupai kos-kosan itu digunakan sebagai asrama penampungan para gadis.

"Di sini juga menyediakan mess sebagai media penampungan untuk pekerja wanita tersebut," ungkap Riri.

"Nanti masuk TV enggak teh? Nanti ibu aku kasihan. Jangan kasih tahu ibu aku, habis melahirkan. Kasihan. Maminya begitu kabur-kabur mulu. Katanya mau tanggung jawab, gimana si," pinta si gadis.

Ikuti Jejak Karier Ibu Kandung

Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Dalam sebuah interogasi, seorang remaja berambut panjang mengaku hanya mengikuti jejak ibunya sendiri. Semasa muda, ibunya juga bekerja sebagai LC.

"Dulunya juga kerja kaya begini dia (ibu). Tapi sekarang sudah menikah, enggak boleh kerja lagi. Kalau akunya stres," ungkap remaja itu.

Gadis asal Jawa Barat itu tak mengelak. Ia menceritakan semasa kecil sudah melihat ibunya pulang larut malam. Hal itu pula yang dilakoninya saat ini.

"Makanya disengajain pulang malam terus gitu. Dulu (pas kecil) enggak suka (pekerjaan ibu). Malah suruh berhenti sama saya. Kalau sekarang ya kan aku yang stres," papar si gadis.

Dibolehkan Orangtua

Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Mirisnya, remaja yang seharusnya masih menikmati dunia sekolah itu tidak diminta berhenti dari profesinya. Ia malah diperbolehkan asal bisa menjaga diri.

"(orangtua) Melarang. Tapi katanya enggak apa-apa kerja begini, asal menjaga diri," tuturnya.

"Kamu kan anak di bawah umur, dilindungi sama negara. Sini ayo, sudah ya," pinta sang polwan.

Tidak Mau Sekolah Lagi

Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Semenjak lulus dari bangku SMP, remaja satu ini sudah tergiur dengan dunia malam. Bahkan ia mengaku sengaja merantau ke Jakarta untuk mendapatkan uang lebih.

Meski akhirnya ia memilih bekerja di Bogor. Lantaran kehidupan malam Jakarta diakuinya lebih berat. Saat ditawari untuk melanjutkan sekolah lagi pun, ia sudah tidak mau.

"Kamu masih di bawah umur gitu, masa depannya masih panjang. Masa mau kayak gini. Kamu bahagia kerja kaya gini. Kenapa enggak kerja jualan. Kamu mau sekolah enggak, disekolahin ya?" tanya para polwan.

"Capek teh. Enggak mau (sekolah). Dulu juga kerja kaya gini di Jakarta. Tapi di sana keras, minumannya juga lebih keras," jawabnya sembari menahan tangis sesenggukan.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.