Merinding Baca Tulisan Ustaz Abdul Somad soal Rangga, Bocah Tewas Lindungi Ibunya
Mendiang Rangga viral dan menerima julukan 'Pahlawan Cilik Aceh Timur'. Betapa mulianya pengorbanan Rangga, hingga Ustaz Abdul Somad mengunggah potret almarhum. Disertai untaian kata yang begitu menyentuh.
Sejatinya seorang anak akan berusaha melindungi ibundanya dengan segenap pengorbanan. Seperti yang dilakukan oleh Rangga. Bocah berusia 9 tahun asal Aceh yang baru-baru ini sosoknya viral.
Diketahui dirinya tengah berusaha melindungi ibunya yang terancam bahaya. Begitu mengenaskan, ia tewas di tangan pelaku, saat mencoba menolong sang ibunda.
Hal tersebut membuat mendiang Rangga viral dan menerima julukan 'Pahlawan Cilik Aceh Timur'. Betapa mulianya, hingga Ustaz Abdul Somad mengunggah potret almarhum. Disertai untaian kata yang begitu menyentuh.
Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Terjamin Mati Syahid
Dilansir dari akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, Ustaz Abdul Somad menyematkan sepenggal hadis Nabi Muhammad SAW. Disampaikan bahwa, kehormatan terbesar diberikan pada seorang hamba yang rela terbunuh, saat berusaha menjaga keluarganya. Meninggal dalam keadaan husnul khatimah, yakni mati syahid atau meninggal di jalan Allah.
"Rasulullah SAW bersabda:
Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid. (HR. at-Tirmidzi)." tulis Ustaz Somad dalam caption.
Bocah Teladan Bagi Banyak Orang
Selain itu, Ustaz Somad terlihat begitu meninggikan derajat Rangga dengan begitu indah. Sosok mendiang telah menjadi teladan bagi masyarakat.
"Ananda Rangga
Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa," imbuhnya.
Untaian Doa dan Kekaguman Ustaz Somad
Seraya memperlihatkan keindahan yang diperoleh mendiang Rangga sebagai hadiah. Ustaz Somad menggambarkan kehidupan yang baru, di tempat yang lebih indah bagi anak yang mati syahid. Untaian kata yang disematkan Ustaz begitu menyentuh.
"Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh.
Engkau mulia dengan derajat syahid.
Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu.
Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba.
Engkau merasakan sakaratulmaut hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus.
Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab.
Ruhmu berada di paruh burung-burung berwarna hijau terbang kian kemari di dalam surga," tulisnya lagi dalam keterangan.
Merendah Diri
Sebagai sosok yang dikenal khalayak sebagai tokoh agama, Ustaz Somad masih menunjukkan kerendahannya. Meski Rangga masih berusia 9 tahun, tapi berhasil membuat Ustaz merasa lebih rendah.
"Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina: abdul somad," tutupnya.
Lindungi Ibu yang akan Diperkosa
Kronologi peristiwa pembunuhan, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @manaberita. Rangga tiba-tiba tak sengaja terbangun dari tidur dan melihat sang ibunda sedang dalam bahaya.
Bocah yang selalu mendapatkan juara di sekolahnya tersebut melihat ibunya akan diperkosa. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (9/10) malam. Melihat ibunya hendak diperkosa, Rangga mencoba untuk berteriak dan melindungi.
Dibacok di Bagian Leher
Mengetahui, Rangga berteriak serta melindungi ibunya, sang pelaku seketika membacok di bagian leher tanpa ampun. Rangga bahkan sempat menangkis saat pelaku SB (48) mencoba melakukan aksi kriminalnya tersebut.
Sayangnya, tubuh Rangga yang masih kecil, tak sanggup melawan lagi. Ditambah lehernya sudah bercucuran darah. Pelaku terus melakukan aksinya hingga Rangga tewas mengenaskan di tangannya. Tubuh Rangga harus menerima 10 kali bacokan, lantaran menghalangi niat bejat pelaku.
Jenazah Dibuang
Setelah memerkosa D (28), ibunda Rangga, pelaku membawa jenazah korban pergi. Begitu kejam, sang pelaku membuang bocah malang tersebut di sungai.
Jenazah Rangga ditemukan mengapung di atas sungai, masih dalam kawasan desa di mana mereka tinggal. Menurut informasi yang beredar, jenazahnya ditemukan pada Minggu (11/10) lalu.
Dijuluki Sebagai Pahlawan Cilik Aceh Timur
Begitu viral aksi perjuangan Rangga menyelamatkan sang ibunda. Dan dianggap sebagai seorang 'Pahlawan Cilik dari Aceh Timur'. Berkat jasanya yag telah gugur saat melindungi ibunya.
Kini pelaku pemerkosaan dan pembacokan dijerat dengan pasal berlapis. Atas tuduhan pembunuhan berencana hingga memperkosa. Pasal pembunuhan berencana diatur ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau paling lama penjara selama 20 tahun.