Mengenang Mbok Yem, Begini Sejarah Awal Mula Berdirinya Warung Tertinggi di Indonesia Hingga Bertahan 38 Tahun
Sejarah awal berdirinya warung pecel milik Mbok Yem di puncak Gunung Lawu.
Wakiyem alias Mbok Yem, pemilik warung di puncak Gunung Lawu, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Dia mengembuskan nafas terakhir di kediamannya, Desa Gonggang, Magetan, Jawa Timur, Rabu 23 April 2025.
Selama puluhan tahun, warung sederhana miliknya menjadi oase bagi para pendaki yang kelelahan dan kelaparan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak pendaki yang pernah bertemu langsung.
Keberadaan warung Mbok Yem telah meringankan beban logistik para pendaki, sehingga mereka tidak perlu membawa terlalu banyak perbekalan. Lalu, bagaimana awal mula berdirinya warung di ketinggian sekitar 3.150 mdpl tersebut? Simak ulasannya:
Lebih dari Tiga Dekade di Puncak Lawu
Selama lebih dari tiga dekade, Mbok Yem setia menemani para pendaki di puncak Gunung Lawu. Warungnya yang bernama Argo Dalem menjadi saksi bisu perjalanan ribuan pendaki.
Terletak hanya sekitar 115 meter dari puncak, warung miliknya menjadi salah satu warung tertinggi di Indonesia. Perjalanan menuju warung ini tak mudah. Butuh enam hingga tujuh jam pendakian melalui jalur Candi Cetho.
Mbok Yem mulai membuka usahanya sejak tahun 1980an silam untuk membantu para pendaki yang sering kelaparan saat kehabisan logistik di puncak Lawu. Lokasinya juga terbilang strategis, berada di pertemuan tiga jalur pendakian via Cemoro Sewu, Comoro Kandang, dan Cetho.
Awal Mula Berjualan
Dilansir dari goodnewsfromindonesia, awalnya Mbok Yem hanya warga sekitar gunung Lawu yang kerap mencari akar serta bahan-bahan herbal di lereng gunung.
Dahulu Mbok Yem memang berprofesi sebagai peracik jamu tradisional sebelum memutuskan untuk berjualan. Setelah bertemu dan berinteraksi dengan para pendaki gunung, ia pun memilih untuk membuka warung makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan logistik dari para pendaki.
Mbok Yem sendiri mulanya mengambil bahan makanan sendiri dari kaki gunung. Namun seiring bertambahnya usia ia pun memilih untuk meminta bantuan dari para porter di gunung yang terletak antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.
Salah satu menu andalan dari warung Mbok Yem adalah nasi pecel telur ceploknya, harga seporsi dari nasi pecel komplit tersebut adalah Rp 15 ribu. Selain itu ada juga menu andalan lainnya yakni nasi soto.
Sumber Energi dan Fasilitas Warung
Salah satu hal yang menarik dari warung Mbok Yem adalah sumber energinya. Di tengah keterbatasan akses listrik di puncak gunung, Mbok Yem memanfaatkan panel surya untuk menerangi warungnya.
Panel surya tersebut mampu menghasilkan energi listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik warung, termasuk untuk televisi dan kulkas.
Kepergian Mbok Yem meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, terutama para pendaki Gunung Lawu. Namun, warisan kebaikan dan keramahannya akan selalu dikenang. Mbok Yem telah menjadi legenda dan namanya akan selalu diukir dalam sejarah dunia pendakian.