Mengenal OCD Ekstrem yang Diidap Artis Aliando Syarief, Ketahui Penyebabnya
Mengenal gangguan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) seperti yang diidap artis Aliando Syarief.
Aktor ternama Aliando Syarief, belum lama ini baru saja mengungkapkan bahwa dirinya tengah berjuang untuk sembuh dari gangguan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) ekstrem yang dideritanya.
Lewat Live di Instagram, bintang sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu mengatakan bahwa gangguan ini telah ia hadapi selama dua tahun terakhir. Gangguan mental tersebut membuat Aliando tak bisa melakukan aktivitas dengan normal.
Akibat OCD yang dideritanya, Aliando mengaku kerap merasa harus melakukan segala sesuatu secara berulang karena mengikuti pikiran yang tak bisa dikendalikan. Lalu, apa sebenarnya OCD itu sendiri? Simak ulasannya dilansir dari berbagai sumber, Senin (31/1/2022):
Apa itu OCD?
Seperti dilansir dari laman Medical News Today, gangguan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan penyakit mental yang menyebabkan penderitanya memiliki pikiran yang tidak diinginkan atau sensasi (obsesi) atau dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang (kompulsif).
Kebiasaan kompulsif bisa dicontohkan saat seseorang merasa harus mencuci tangan tujuh kali setelah menyentuh sesuatu yang dianggap kotor. Meskipun penderitanya mungkin tidak ingin memikirkan atau melakukan hal-hal ini, namun hal tersebut akan dilakukan secara otomatis.
Di tingkat yang parah, gangguan OCD tentu bisa menganggu penderitanya karena akan menimbulkan perasaan gelisah, cemas, khawatir, dan takut. Perilaku ini akan terus dilakukan penderitanya hingga keinginan dari pikiran mereka terpenuhi. Mereka cenderung akan menuntut hal yang sama berulang kali.
Apa Penyebab dari OCD?
mha-em.org
Penyebab dari OCD sendiri disebut belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli menduga, jika gangguan ini terjadi akibat adanya masalah pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan lainnya.
Atau mungkin juga OCD bisa disebabkan oleh masalah stres yang berat, faktor turunan genetik dari keluarga, atau kecelakaan psikologis masa lalu yang bisa jadi pemicunya.
Setiap orang sebenarnya memiliki pemikiran yang terkadang berulang. Namun, orang dengan OCD memiliki pikiran dan tindakan di luar kendalinya. Hal itu tentu saja akan mengganggu kehidupan, pekerjaan, kehidupan sosial, dan aktivitas lainnya.
Jenis dan Gejala OCD
OCD datang dalam berbagai bentuk, namun setidaknya ada lima kategori umum dari OCD. Berikut beberapa tipe-tipe OCD yng sering ditemukan beserta gejalanya:
1. Washer (Kontaminasi)
Gejala satu ini merupakan gejala umum yang paling sering dialami. Jika Anda merasa tidak pernah bersih ketika mencuci tangan sehingga mendorong diri untuk melakukan berulang kali, bisa jadi Anda menderita OCD.
Penderita OCD dengan gejala ini selalu takut akan terkontaminasi dengan bakteri, kuman, dan kotoran. Penderita umumnya akan mencuci tangan atau bagian tubuhnya yang dirasa kotor secara berulang kali.
Penderita OCD tidak segan untuk membersihkan rumah, tubuh, dan apapun yang mereka takuti kotor, demi memenuhi kenginan kompulsifnya. Gejala seperti ini akan terus terjadi karena adanya dorongan kuat dalam pikiran penderita.
2. Checker (Memeriksa)
Gejala OCD yang satu ini menyerang penderitanya untuk selalu memeriksa sesuatu berulang kali. Pada tipe ini, umumnya tidak berbeda dengan penderita tipe washers. Penderita OCD akan melakukan pengecekan berulang kali kepada hal, benda, atau barang yang berbahaya.
Misal, ketika akan pergi mereka akan berulang kali mengecek kunci rumah, kompor, lampu, dan benda berbahaya lainnya di rumah. Para penderita merasa bahaya selalu mengintai, dan jika terjadi sesuatu yang bersifat celaka mereka tak segan menyalahkan dirinya sendiri.
3. Symmetry dan Orderliness (Simetri atau keteraturan)
Untuk tipe ini, penderitanya mengalami fokus dan keharusan untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris, dan sejajar. Contohnya Anda tidak akan suka jika barang yang telah Anda rapikan disentuh dan diubah posisi nya oleh orang lain. Perilaku ini akan selalu menuntut Anda untuk menghasilkan pikiran yang sama dan berulang.
4. Hoarding
Hoarding merupakan gejala di mana penderitanya suka atau berkeinginan untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang ditemukan. Mereka berpikiran bahwa barang itu penting dan akan berguna baginya ke depannya. Jika di dalam rumah atau ruangan Anda banyak barang dan terasa penuh, bisa jadi Anda salah satunya.
5. Perenungan dan Pikiran yang Menganggu
OCD ini berkaitan dengan obsesi garis pemikiran. Beberapa dari pikiran ini mungkin keras atau mengganggu penderitanya.
Pengobatan OCD
Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk OCD. Namun, Anda dapat mengelola bagaimana gejala OCD ekstrem seperti yang dialami Aliando melalui obat-obatan, terapi, atau kombinasi perawatan.
Psikoterapi misalnya, dengan terapi perilaku kognitif maka dapat membantu mengubah pola berpikir. Atau bisa dilakukan dengan relaksasi, yakni melakukan hal-hal sederhana seperti meditasi dan yoga yang dapat membantu mengatasi stres.