11 Penyebab Wanita Memiliki Dorongan Seks Rendah, Serta Cara Mengatasinya
Tidak ada jumlah dorongan seks yang "normal". Jumlah yang tepat adalah di mana itu terasa tepat untuk Anda. Namun, banyak wanita merasa dorongan seks mereka terlalu rendah.
Tidak ada jumlah dorongan seks yang "normal". Jumlah yang tepat adalah di mana itu terasa tepat untuk Anda. Namun, banyak wanita merasa dorongan seks mereka terlalu rendah.
Gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) atau yang sekarang dikenal sebagai disfungsi seksual, yang menyebabkan penurunan gairah seks pada wanita.
Seperti diketahui bahwa wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk terangsang, yang membuat vagina melumasi dirinya sendiri secara alami.
Banyak wanita akan menganggap gejala HSDD sebagai efek penuaan yang tak terhindarkan atau perubahan dalam tubuh. Tak ayal hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri para suami. Saat sang istri tidak ingin melakukan hubungan intim, maka seks yang dilakukan secara terpaksa menjadi kurang nyaman.
Dorongan seks yang rendah pada wanita termasuk normal bila berlangsung fluktuatif. Sedangkan bila hasrat seksual berkurang selama enam bulan atau lebih, patut diwaspadai. Hal ini penting diketahui oleh para pasangan demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Berikut beberapa penyebab wanita memiliki dorongan seks rendah, beserta cara mengatasinya.
Penyebab Dorongan Seks Wanita Rendah
©Shutterstock.com/Ysbrand Cosijn
1. Pergeseran Hormon Selama Siklus Menstruasi
Tingkat hormon seks seperti estrogen, testosteron, dan progesteron berubah sepanjang siklus menstruasi. Hal ini akan memengaruhi dorongan seksual.
Normalnya, wanita akan memperhatikan dorongan seks lebih tinggi di sekitar pertengahan siklus, atau saat Anda sedang berovulasi. Tapi mungkin turun lebih rendah di waktu lain.
Ini sebagian karena kadar progesteron meningkat setelah selesai berovulasi, saat tubuh wanita bersiap untuk menstruasi.
2. Kontrasepsi Hormonal
Hormonal untuk mengendalikan kehamilan ada beragam jenis hingga efektivitasnya. Sebaiknya mencari tahu alat kontrasepsi yang terbaik untuk Anda, ada pil, cincin vagina, dan IUD hormonal.
Sebagian wanita ada yang mengalami efek samping berupa penurunan dorongan gairah seks. Ini karena kontrasepsi hormonal menurunkan kadar testosteron normal.
Memiliki lebih sedikit testosteron dalam tubuh, juga dapat membuat vulva dan klitoris terasa kurang sensitif. Ini mungkin membuat seks menjadi kurang menarik.
Jika Anda memiliki masalah seksual saat menggunakan kontrasepsi, bicarakan dengan ginekolog Anda tentang pilihan non-hormonal seperti IUD tembaga.
3. Antidepresan
©Shutterstock.com/ Olga Danylenko
Salah satu jenis obat antidepresan yang dapat menurunkan gairah seks, seperti Antidepresan Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Beberapa SSRI yang umum adalah sertraline (Zoloft) dan escitalopram (Lexapro).
SSRI bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak, yang dapat membantu meningkatkan suasana hati. Dilansir dari Insider, kadar serotonin yang lebih tinggi juga dapat membuat wanita merasa kurang tertarik pada seks.
Ini penting karena jika Anda tak bisa orgasme, mungkin Anda merasa kurang tertarik untuk berhubungan intim. Anda bisa meminta dokter untuk mengubah dosis bila perlu.
4. Diabetes
Diabetes adalah kondisi kronis dimana gula darah terlalu tinggi. Jika menderita diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat memproduksi insulin, dan jika menderita diabetes tipe 2, tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Hampir semua jenis diabetes akan mengurangi gairah seks. Ketika diabetes tidak terkontrol dengan baik, mungkin mengalami kerusakan saraf dan masalah dengan sirkulasi darah, yang dapat memengaruhi dorongan seks.
5. Kurang Tidur
Shutterstock/Stokkete
Penyebab dorongan gairah seks rendah pada wanita juga dipicu karena kurang tidur. Kehilangan waktu tidur dapat merusak sistem saraf yang mengontrol sebagian besar fungsi tubuh, termasuk dorongan seksual.
Untuk mengatasi stres akibat kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon yang disebut kortisol. Dalam waktu bersamaan ia akan menurunkan kadar hormon seks seperti estrogen dan testosteron. Saathormon ini menurun, hasrat seksual Anda juga akan menurun.
Kurang tidur juga bisa membuat Anda merasa mudah tersinggung dan lelah serta lebih sulit untuk mendapatkan mood. Tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam akan membantu menyeimbangkan kembali hormon, suasana hati, dan dorongan seks.
6. Depresi
Depresi adalah alasan utama wanita untuk tidak ingin melakukan hubungan seks. Ini karena depresi bisa menyebabkan gejala serius seperti kesedihan yang intens dan memengaruhi fungsi tubuh.
Emosi ini akan memengaruhi tidur, kelelahan, kurangnya motivasi dan penurunan percaya diri. Semua hal yang menjauhkan dari nafsu seksual.
7. Stres
Selain depresi, stres juga ikut memicu penurunan gairah seks wanita. Wanita yang merasa stres karena tuntutan pekerjaan, anak-anak, dan tanggung jawab keluarga memiliki sedikit energi yang tersisa untuk fokus pada seksual.
Seiring waktu, stres juga dapat meningkatkan kadar kortisol dan testosteron. Serta estrogen jadi lebih rendah, sehingga Anda lebih sulit terangsang. Sebaiknya mencoba menenangkan diri, mempraktikkan teknik relaksasi, berolahraga, dan latihan pernapasan.
8. Rendah Diri dan Pesimis
Tak sedikit wanita yang merasa rendah diri dengan penampilannya sendiri. Merasa buruk dan malu di hadapan suami. Hal ini menjadi mendapatkan mood untuk berhubungan seks.
Perasaan tidak menyukai penampilan tubuh ini tidak akan membuat Anda meminta berhubungan, karena tidak nyaman. Minat seksual sering berubah berdasarkan cara wanita melihat dirinya sendiri.
©2018 Merdeka.com/Pexels
9. Penyakit Jantung
Penyakit jantung menurunkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke vagina dan vulva. Beberapa wanita yang memiliki penyakit jantung, melaporkan dampaknya pada penurunan gairah.
Gejala kardiovaskular seperti kelelahan, sesak napas dan nyeri dada juga berperan. Hal itu akan membuat seks lebih melelahkan dan sulit.
10. Masalah Hubungan
Adanya konflik, ketidakpercayaan, dan stres bisa semakin memisahkan dengan pasangan. Sehingga sulit untuk merasa intim dengan suami. Ini menjadi penyebab umum dari penurunan gairah seks yang rendah pada wanita.
11. Menopause
Hal yang umum terjadi pada wanita premenopause dan postmenopause untuk mengalami perubahan kadar estrogen. Ini karena berkurangnya aliran darah ke vagina. Sehingga dorongan gairah seks berkurang. Lain halnya dengan pria, yang tetap bergairah meski usianya sudah terpaut senja.
Jika penurunan kadar estrogen menyebabkan gejala HSDD (gangguan hasrat seks rendah), terapi estrogen mungkin disarankan. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan krim, supositoria, atau cincin yang melepaskan estrogen di vagina.
Cara Mengatasi Dorongan Seks Rendah
©2015 Merdeka.com/shutterstock
Ada berbagai metode yang digunakan untuk mengatasi rendahnya dorongan seks pada wanita. Sebaiknya jika kondisi ini telah memengaruhi hubungan Anda dengan suami, bisa konsultasikan dengan ginekolog, terapis, atau dokter perawatan primer supaya mengetahui penyebab pasti dan mencari cara terbaik untuk kembali meningkatkan dorongan seks.
Dilansir dari Healthline, biasanya dokter akan bertanya apakah Anda sedang minum obat tertentu. Karena beberapa obat akan berdampak negatif pada gairah seks, misalnya, beberapa antidepresan.
Jika tampaknya masalah emosional adalah akar dari gejala turunnya gairah seks istri, dokter akan menyarankan ke konseling. Selain mengajari Anda cara berkomunikasi yang lebih baik dengan suami, mereka juga akan membantu mengidentifikasi teknik seksual yang tepat.