Manfaat Kitolod untuk Kesehatan, Ketahui Cara Penggunaan yang Tepat
Kitolod merupakan salah satu tanaman yang kerap ditemukan di tempat-tempat lembap, seperti pinggir jalan, semak-semak, rawa-rawa, pekarangan rumah, hingga tepi selokan.
Kitolod merupakan salah satu tanaman yang kerap ditemukan di tempat-tempat lembap, seperti pinggir jalan, semak-semak, rawa-rawa, pekarangan rumah, hingga tepi selokan. Kitolod kerap dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.
Kitolod mengandung senyawa polifenol, alkaloid, dan saponin. Beberapa manfaat kitolod untuk kesehatan di antaranya untuk mengatasi sakit gigi, mengatasi radang tenggorokan, mengatasi iritasi mata, hingga sebagai antibiotik.
Bagian yang kerap dimanfaatkan untuk pengobatan yaitu daun dan bunganya. Berikut ini beberapa manfaat dari kitolod yang telah merdeka.com rangkum dari rsjsoerojo.co.id dan berbagai sumber.
Manfaat Kitolod untuk Kesehatan
shutterstock
Obat Sakit Gigi
Manfaat pertama dari kitolod yaitu obat sakit gigi merupakan kondisi di mana muncul rasa nyeri di sekitar atau bahkan di dalam gigi dan rahang.
Sakit gigi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gigi berlubang, tumbuh gigi, gusi bengkak, gigi bungsu tumbuh tidak normal, permasalahan kawat gigi, hingga peradangan gigi atau gusi.
Untuk meredakan sakit gigi, Anda dapat memanfaatkan kitolod. Caranya, ambil dua lembar daun kitolod, lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu, letakkan ke dalam gigi yang berlubang.
Obat Radang Tenggorokan
© iStock
Manfaat kedua dari kitolod yaitu membantu mengatasi radang tenggorokan. Radang tenggorokan ditandai dengan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, demam, nyeri saat menelan, tenggorokan kering, pembesaran kelenjar getah bening di leher, pembesaran amandel, hingga muncul bercak kemerahan di langit-langit mulut.
Untuk mengatasi radang tenggorokan secara alami, cobalah untuk menggunakan kitolod. Caranya, rebus tiga lembar daun kitolod yang sudah dicuci bersih, lalu campurkan dengan dua gelas air. Minum dua kali sehari.
Obat Iritasi Mata
Manfaat ketiga dari kitolod yaitu sebagai obat mata. Menurut beberapa peneliti pengobatan herbal, seperti Burkill (1935), Allen (1943), disebutkan bahwa air yang diperoleh dari bagian tanaman kitolod dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati iritasi mata.
Selain itu, berdasarkan penelitian Siregar (2012), disebutkan bahwa kandungan dari ekstrak daun kitolod yaitu Alkaloid, Flavonoid, dan Saponin. Sementara untuk kandungan dari bunga kitolod yaitu Alkaloid, Flavonoid, Saponin, serta Tanin.
Berbagai kandungan tersebut membuat kitolod kerap dijadikan sebagai obat tetes mata. Daun dan bunga kitolod bisa digunakan menjadi obat tetes mata dengan cara yang berbeda, yaitu:
Daun dipotong kecil-kecil lalu direndam ke dalam air semalaman. Setelah itu, air rendaman daun kitolod dimasukkan ke dalam wadah (untuk tetes mata).
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Berbeda dengan daun, untuk memanfaatkan bunga kitolod, caranya petik bunganya beberapa tangkai (pilih yang segar dan belum layu). Pisahkan bunga dari pangkalnya (dengan dicabut perlahan).
Siapkan segelas air bersih dingin atau hangat (yang sudah direbus sebelumnya), lalu masukkan ke dalam gelas dan rendam selama 5 samapi 15 menit. Teteskan ujung tangkainya pada bagian mata yang sakit.
Saat digunakan, mata akan terasa perih. Kemudian setelah rasa perihnya menghilang, lanjut teteskan ulang minimal 3 kali sehari.
Perlu diingat, bahwa kandungan getah kitolod sangat berbahaya. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk meneteskan langsung ke mata tanpa proses perendaman terlebih dahulu.
Obat Merah
©www.wikihow.com
Manfaat keempat dari kitolod yaitu sebagai obat merah yang bisa membantu mempercepat penyembuhan luka luar. Luka luar yang ringan seperti lecet dan robek diobati dengan kitolod.
Anda dapat memanfaatkan kitolod sebagai antibiotik alami. Cara penggunaannya, tumbuk daun kitolod lalu balurkan pada luka dan area sekitarnya.
Meski memiliki beberapa manfaat, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan manfaat dari kitolod. Tak apa jika ingin mencoba pengobatan alternatif tersebut, tetapi tetap konsultasikan kesehatan ke dokter untuk mendapat saran dan penanganan yang tepat.