LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Malaysia Konfirmasi Kasus Virus Corona Pertama Sporadis

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan kasus pertama virus corona sporadis.

2020-03-13 11:26:00
Virus Corona
Advertisement

Wabah virus corona masih menjadi masalah kritis bagi dunia. Penyebaran yang cukup cepat membuat puluhan ribu orang dari berbagai negara terinfeksi. Melalui kontak langsung dengan pasien virus corona inilah yang menjadi penyebab paling utama.

Namun, Malaysia menyampaikan kabar mengejutkan baru-baru ini. Melalui Kementerian Kesehatan, pemerintah mendeteksi kasus virus corona sporadis kemarin, Kamis (12/3/2020).

Advertisement

Penyataan Kementerian Kesehatan

Melansir dari World of Buzz, Jumat (13/3), Kementerian Kesehatan Malaysia baru saja mendeteksi kasus virus corona (COVID-19) sporadis kemarin.

The Star 2020 Merdeka.com

Advertisement

Sekadar informasi, sporadis berarti tanpa kontak dengan pasien terinfeksi dan tanpa riwayat perjalanan ke negara terinfeksi virus corona (COVID-19).

Terdeteksi dari Sampel Acak

Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah memaparkan, kasus acak serta terisolasi ini terdeteksi dari 600 sampel yang telah diterima oleh Kementerian. Sampel tersebut berasal dari orang-orang yang menderita influenza (ILI) dan infeksi saluran pernapasan akut (SARI).

"Investigasi sedang dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab infeksi sporadis ini," ungkapnya seperti yang dikutip dari World of Buzz, Jumat (13/3).

Perlu Penyelidikan Sebelum Ambil Keputusan

Saat ditanya oleh media NewStraits Times mengenai pentingnya meningkatkan mekanisme respons nasional menjadi 'Risiko Tinggi', Dr. Noor Hisham memberikan jawaban yang bijak.

"Mari kita selidiki kasus ini terlebih dahulu sebelum secara kolektif mengambil keputusan," jawabnya seperti yang dikutip dari New Straits Times, Jumat (13/3).

Kasus Terus Bertambah

Melansir dari New Straits Times, hingga Rabu (11/3) pemerintah Malaysia telah mencatat 20 kasus baru virus corona (COVID-19). Sehingga total sudah ada 149 kasus virus corona (COVID-19) hingga Kamis (12/3).

The Star 2020 Merdeka.com

Dari 149 kasus, 22 pasien di antaranya terdeteksi di sekitar orang-orang yang diselidiki (PUI). 124 kasus lainnya dari kontak dekat dan dua sisanya merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan satu orang dengan penyakit SARI.

"Kementerian sedang mengidentifikasi kontak dekat dari kasus-kasus ini melalui pelacakan kontak. Proses ini akan berlanjut sampai penyebab infeksi teridentifikasi," kata Dr Noor Hisham.

Terjangkit Corona Usai Pergi ke Pertemuan

Kasus pertama Brunei Darussalam merupakan seorang pria yang terinfeksi virus corona usai menghadiri pertemuan di Masjid Sri Petaling.

Usut punya usut, pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 10.000 orang dan 5.000 di antaranya merupakan orang Malaysia.

Respons Pemerintah Malaysia

Melihat kejadian tersebut, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatannya telah menyarankan para peserta yang hadir untuk di cek kondisinya.

Tidak hanya itu, Dr. Noor Hisham juga menyarankan para peserta pertemuan 'Tabligh' selama empat hari dari 27 Februari-1 Maret di Masjid Seri Petaling, Selangor untuk memeriksakan diri. Terutama bagi mereka yang mendapati gejala penyakit virus corona (COVID-19).

Imbauan Kementerian Kesehatan Malaysia

Melansir dari The Star, Jumat (13/3), Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah menyarankan masyarakat di Malaysia untuk tidak bepergian ke negara-negara yang terinfeksi virus corona.

Selain itu, Dr. Noor Hisham mengimbau warganya yang memiliki gejala infeksi saluran pernapasan untuk jangan pergi ataupun mengunjungi ke bagian lain Malaysia. Terlebih selama liburan sekolah yang akan datang.

"Jika tidak enak badan dengan gejala infeksi saluran pernapasan, jangan menghadiri acara atau program yang melibatkan publik atau di tempat umum yang ramai, termasuk kegiatan keagamaan," paparnya.

"Mereka yang memiliki gejala disarankan untuk menjauhkan diri setidaknya satu meter dari orang lain," tutupnya.

(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.