Lika-liku Perjuangan Prajurit TNI Hingga Jadi Petinggi, Jual Kue Sampai Ikut Perang
Para prajurit yang pada umumnya berasal dari masyarakat biasa tersebut memiliki sejumlah pengalaman unik sebelum meraih pencapaian gemilang di bidang militer.
Menjadi seorang prajurit TNI artinya siap mengabdi untuk negeri. Para prajurit yang pada umumnya berasal dari masyarakat biasa memiliki sejumlah pengalaman unik sebelum meraih pencapaian gemilang di dunia militer.
Mereka memiliki perjuangan hidup luar biasa. Berbagai upaya dilakukan dari mulai berjualan kue, hingga menjadi tukang pikul air.
Simak deretan prajurit yang memiliki pengalaman tak biasa semasa hidupnya sebelum menjabat sebagai petinggi di tubuh TNI.
Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Salah satu Jenderal TNI yang memiliki kisah unik semasa kecil hingga penuh perjuangan adalah Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Terlahir dari keluarga yang sederhana tak menyurutkan perjuangannya untuk meraih kesuksesan di bidang militer.
©2020 Merdeka.com
Sebelum terjun di bidang militer dan menjabat sebagai Pangdam Jaya, siapa sangka Dudung pernah mengalami peristiwa mengharukan yang justru membuatnya termotivasi untuk menjadi seorang prajurit. Sejak usia dini, Dudung diketahui membantu sang ibunda untuk mengantar kue tradisional ke kantin Kodam Siliwangi setiap hari.
Tak hanya itu, Dudung pun juga pernah bekerja sebagai loper koran semasa SMA. Berkat kemampuan dan hasil kerja kerasnya, Dudung lantas berhasil masuk Akademi Militer dan terus menaiki tangga karier yang cemerlang.
"Ibu itu sudah beres bikin makanan yang siap dikirim. Salah satunya itu ada pastel, kemudian kue klepon. Saya antar ke kodam Siliwangi. Saya antar ke kantin," ucapnya dilansir dari Kompas TV.
Marsekal TNI (Purn) Yuyu Sutisna
Marsekal TNI (Purn) Yuyu Sutisna juga merupakan salah satu sosok mantan petinggi TNI yang memiliki segudang pengalaman unik sebelum akhirnya sukses berkarier di bidang militer. Yuyu merupakan seorang mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pada tahun 2018.
©2020 Merdeka.com/Instagram @hafizzyakbar
Lahir di sebuah desa terpencil di daerah Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1962 membuat dirinya terbiasa hidup sederhana. Sejak mengenyam bangku pendidikan di sekolah, Yuyu diketahui telah terbiasa menjadi tukang pikul air dari sumber mata air di lereng bukit menuju ke rumahnya.
Sejak memasuki dunia militer, kariernya pun semakin menanjak dengan diawali sebagai Letnan Dua Perwira Penerbang setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), September 1986. Kemampuannya yang apik mengantarkannya menjadi Atase Pertahanan RI di KBRI untuk Amerika Serikat hingga menjadi Kasau dan panutan banyak prajurit.
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Sosok berikutnya yang juga tak kalah memiliki pengalaman unik dan penuh perjuangan sebelum menjadi petinggi TNI adalah Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Secara tidak langsung, Moeldoko pernah mendapatkan julukan sebagai anak dusun dengan karier yang terus mengalami peningkatan.
Instagram/@dr_moeldoko ©2020 Merdeka.com
Meksi demikian, tak banyak orang yang tahu mengenai kehidupan awal Moeldoko semasa kecil. Moeldoko merupakan sosok anak yang lahir dari keluarga petani miskin. Peran keluarga dirasakannya memegang kunci utama dalam pembentukan karakter dirinya seperti saat ini yakni kerja keras dan tak kenal menyerah.
Bukan suatu hal yang instan untuk mencapai kesuksesan karier di bidang militer hingga membuat dirinya menjadi seorang lulusan terbaik Akmil dan Panglima TNI. Cita-citanya tersebut dapat terwujud setelah melewati berbagai perjuangan panjang selama 32 tahun.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga merupakan salah satu sosok yang disegani dan menjadi panutan di dalam dunia militer Tanah Air. Bagaimana tidak, Ryamizard diketahui memiliki segudang prestasi saat masih berkarier di dunia militer.
©2015 merdeka.com/dwi narwoko
Sebelum akhirnya menjadi Menteri Pertahanan pada tahun 2014, Ryamizard telah lebih dulu mengalami banyak lika-liku menjadi seorang prajurit yang membela Tanah Air. Pada tahun 2005, Ryamizard secara langsung turut andil dalam pengejaran kelompok GAM dengan membawa senjata laras panjang MP5.
Tak hanya itu, ia pernah memberikan sejumlah ide cemerlang untuk membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Berbagai terobosannya yang fantastis membuat Ryamizard dilirik pleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja, 27 Oktober 2014.