LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kisah Kolonel Edward Sitorus Mau Jadi Insinyur Malah Terseret ke Tentara

Kolonel Kav Edward Sitorus kini lebih dikenal sebagai seorang Youtuber dari TNI Angkatan Darat (AD). Siapa sangka, ternyata perjalanan kariernya sebagai tentara merupakan ketidaksengajaan dan iseng belaka.

2020-10-30 13:45:51
TNI
Advertisement

Kolonel Edward Sitorus kini lebih dikenal sebagai seorang Youtuber dari TNI Angkatan Darat (AD). Meski di dunia militer, ia masih mengabdi sebagai Direktur Pembinaan Doktrin Pusat Kesenjataan Kavaleri di Bandung.

Siapa sangka, ternyata perjalanan kariernya sebagai tentara merupakan ketidaksengajaan. Sejak kecil, pria yang akrab disapa Edo ini bercita-cita menjadi insinyur.

Hingga menjelang SMA, ia menerima ajakan dari teman-teman untuk iseng mendaftar ke TNI daerah. Hingga pertemuannya dengan para Taruna, masih membuatnya tak urung jadi insinyur. Penasaran? Berikut kisah Kolonel Kav Edward Sitorus jadi tentara.

Advertisement

Cita-cita Jadi Insinyur

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2020 Merdeka.com

Advertisement

Dilansir dari channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel, bertajuk 'MAU JADI INSINYUR GAK JADI, MALAH JADI TENTARA'. Edo menceritakan kisah perjalanan masa mudanya. Berkeinginan menjadi seorang insinyur yang bisa membuat jalan di bawah tanah atau underpass.

"Dulu cita-citanya mau jadi insinyur. Karena kalau ditanya, mau jadi apa? Pengen bisa bikin jalan di bawah tanah. Sekarang sudah ada kan? Nah itu ide papa dicuri itu," kata Edo seperti dikutip dari channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel.

Iseng Diajak Daftar TNI

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2020 Merdeka.com

Seiring berjalannya waktu, teman-teman Edo masih berkeinginan menjadi tentara. Lain halnya dengan dirinya sendiri.

Rasa ingin mereka semakin kuat, semenjak bertemu para Taruna di tempat tongkrongan. Lantaran Edo merasa malu menerima ejekan, akhirnya memutuskan untuk ikut juga.

"Waktu SMA, tiba-tiba teman-teman iseng ngajak masuk tentara. Terus 'Ah nggak ah, takut'. Terus diejek. Pas nongkrong ketemu anak-anak Taruna, diajakin itu, papa masih nggak mau. Karena diejek dibilang cemen, akhirnya ikut-ikutan deh," ujar Edo.

Mengikuti Tes di Jakarta

Persahabatan teman SMA, berangkatlah sepuluh pemuda ini termasuk Edo. Ia tak menyangka, dari setiap tes yang diikuti, para temannya mulai tersingkirkan satu per satu. Hanya menyisakan Joel dan Edo saja.

"Terus tes demi tes, setiap teman SMA papa itu berguguran satu per satu. Sampai dengan tahap terakhir di tingkat daerah di Jakarta. Waktu itu papa tes di Kodam Jaya. Hanya tinggal dua orang, almarhum Joel Pandjaitan," paparnya.

Semua Terkejut

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2020 Merdeka.com

Posisinya, di antara sepuluh anak ini hanya Edo yang paling tidak tertarik menjadi tentara. Tentu saja kelulusan tersebut membuat semua orang terkejut. Niat Edo untuk menjadi TNI mulai muncul di tahap-tahap tes terakhir.

"Semua kaget. Papa juga kaget kok bisa lulus. Persiapan cuma di terakhir-terakhir saja. Pas ada tekat untuk menunjukkan ke teman-teman bahwa 'Saya bisa'. Tiap pulang sekolah latihan di Lapangan Banteng," ungkap Edo.

Sosok Penakut

Sebenarnya Edo mengaku bahwa dirinya termasuk penakut. Apalagi di rumah kerap kali dimanja oleh orang tuanya, selaku anak bungsu. Sehingga masih saja rasa tak menduga bisa lolos ke Akademi Militer di Magelang.

"Badan juga kecil. Papa juga dulu, dulu ya, agak penakut. Kalau ada tawuran sekolah, ikut. Tapi di belakang. Karena dilarang sama Opung, meski pokoknya kalau ada tawuran ikut," kata Edo sembari tertawa.

Apalagi ijin dari orang tua tidak ada. Tapi karena melihat ada kemajuan di setiap tes, orang tua Edo membolehkan dengan syarat bila tahun 1987 tidak lulus, berarti tahun depan harus kuliah.

"Semua orang teman-teman nggak sangka papa yang lulus. Kaget semua. Padahal niat sangat kecil. Terus ada yang mau daftar Akmil badannya besar-besar. Papa masih kurus," imbuhnya.

Galau Lulus dan Ingin Pulang

Masa SMA, Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2020 Merdeka.com

Setelah melewati serangkaian tes panjang di Jakarta, akhirnya Edo dan sang sahabat, Joel terbang ke Magelang.

"Singkat cerita, papa berangkat dari Jakarta dengan almarhum om Joel Pandjaitan tadi berdua berangkat ke Magelang. Sampai di Magelang, om Joel almarhum ini kebetulan di SMA ketua doa, badannya bagus. Selama satu bulan dibangunin pagi untuk berdoa pagi," papar Edo.

Baru juga satu bulan di asrama Akademi Militer Magelang, masih ada tes lain. Sembari menunggu pengumuman baru, Edo mengaku sempat gundah. Antara ingin tetap lanjut, tapi juga ingin di rumah saja.

"Pertama kali merantau seumur hidup. Pengen lulus (Akmil) tapi juga pengen pulang, kangen sama mama papa," jelas Edo tertawa malu.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.