Kisah Dua Sahabat Kuli Bangunan di Markas TNI AD, Diperhatikan Jenderal Andika
Baik Anam ataupun Sandi, keduanya memiliki kesan tersendiri di hati Kasad TNI Jenderal Andika Perkasa.
Kisah persahabatan Haidar Anam dan Sandi Rihata menarik perhatian Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.Keduanya merupakan kuli bangunan di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad).
Namun, perbedaan nasib membuat keduanya harus berpisah. Haidar Anam mengikuti pendidikan sebagai calon prajurit TNI, sementara Sandi tetap pada profesi awalnya.
Baik Anam ataupun Sandi, keduanya memiliki kesan tersendiri di hati Kasad TNI Jenderal Andika Perkasa. Keduanya nampak mendapatkan perhatian lebih dari sang jenderal untuk sekadar berbincang, mengetahui seluk-beluk dari kehidupan masing-masing, hingga dukungan.
Lantas, seperti apa kisah kedua sahabat yang inspiratif tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Jalin Persahabatan Sebagai Kuli Bangunan
Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) diketahui tengah melakukan peremajaan di area lingkungan dalam. Sandi Rahita merupakan sosok penyandang disabilitas yang telah bekerja sebagai kuli bangunan dengan penuh semangat dan keyakinan.
Seiring berjalannya waktu lantaran sering bertemu membuat keduanya selalu menghabiskan waktu bersama. Bahkan, Anam beberapa kali menyebut mimpinya untuk menjadi seorang tentara kepada sahabatnya tersebut.
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2020 Merdeka.com
"Ya saya sama Anam dekat saja kayak saudara. Ya main bareng, kumpul bareng, ngopi bareng, ya istilahnya saling mengisi lah. Dia cerita pengen jadi tentara terus dia bingung sama keluarganya," terang Sandi.
Tetap Jalin Persahabatan
Meski kini Anam mulai menjalani pendidikan sebagai salah satu prajurit TNI, namun kedekatan keduanya tetap tak lekang oleh waktu. Persahabatan antara Anam dan Sandi tetap berjalan meski keduanya kini memiliki nasib yang cukup berbeda.
Memulai semuanya dari berkerja menjadi kuli bangunan membuat keduanya hingga kini kerap menghabiskan waktu bersama. Sandi menyebut, keduanya kini bak teman sejati yang tak bisa dipisahkan dengan garis apa pun.
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2020 Merdeka.com
"Saya sama Anam itu ya kawan sejati (...) benar-benar kayak teman sejati lah, enggak mau dipisahkan," sambungnya.
Aman Dapat Dukungan Jenderal Andika
Bekerja sebagai kuli bangunan di sekitar markas besar TNI AD, membuat keinginan Anam menjadi seorang prajurit kembali muncul. Seiring dengan jalan Tuhan, Anam pun dipertemukan dengan orang nomor satu di Angkatan Darat, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.
Saat sedang berolahraga di sekitar Markas Besar TNI AD, Jenderal Andika pun menemui Anam dan langsung menyuruhnya untuk melakukan pendaftaran online untuk masuk ke TNI.
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2020 Merdeka.com
"Pendaftaran sudah mulai belum? Coba cek pendaftaran online kalau enggak salah Tamtama, segera ya KTP mana?," perintah Jenderal Andhika
"KTP Cirebon Pak, siap Pak," jawab Anam
"Nanti setelah daftar lapor saya, pendaftaran onlinenya. Terus kapan mulai kumpul, kumpulin apa laporin saya oke? Harus siap ya," kata Andika.
Setelah mengikuti beragam seleksi, Anam pun berhasil lolos menjadi siswa calon prajurit TNI AD.
Apresiasi Jenderal Andika Kepada Sandi
Tak hanya Anam, Jenderal Andika pun juga memberikan perhatian dan apresiasi kepada sang sahabat karib Anam, Sandi. Tak hanya tersentuh lantaran perjuangan Sandi dan kisahnya bersama sang sahabat, Jenderal Andika pun juga mengajak Sandi untuk santap siang bersama. Di sela kegiatan olahraga bersepeda pagi, Jenderal TNI Andika Perkasa menyempatkan diri menemui Sandi.
Channel YouTube TNI AD ©2020 Merdeka.com
"Tadi pagi makan apa?," tanya Kasad Andika seperti dikutip dari channel YouTube TNI AD.
"Gorengan pak," jawab Sandi.
"Masa gorengan. Nanti siang makannya sama saya ya," ajak Andika begitu hangat.
Channel YouTube TNI AD ©2020 Merdeka.com
Meski Sandi termasuk 'anak berkebutuhan khusus' dengan kondisi tak sempurna, namun Kasad Andika begitu sopan menyambut. Ia berdiri dan segera mempersilakan duduk.
"Ini bakso spesial ini untuk mas Sandi ini, oke? Ayo makan, ini ayam, ayo," kata Andika sembari menyodorkan piring di hadapannya.
"Nanti ngambil pak," tukas Sandi tertawa malu.
"Oh nanti mau ngambil, iya boleh," ujar Andika.
"Saya kalau makan gini mas Sandi, kebanyakan ayamnya," imbuhnya begitu akrab.