LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kisah Bagas Suratman, Mantan Preman Pilih jadi Petani Sampai Punya Lahan 26 Hektare

Mata batin Bagas terbuka untuk bergegas menjadi lebih baik usai mengalami suatu momen besar di dalam hidupnya.

2021-01-19 08:34:35
Kisah Inspiratif
Advertisement

Manusia memang selalu tak luput dari kesalahan. Seiring berjalannya waktu, berbagai hal di dalam hidup membuat manusia berkembang menjadi pribadi lebih baik.

Seperti kisah perjuangan hidup Bagas Suratman. Bagas merupakan mantan preman. Hobinya berjudi dan mabuk.

Mata batin Bagas terbuka menjadi lebih baik usai mengalami satu momen di dalam hidupnya.

Advertisement

Berkat itu, kini ia menjadi seorang petani sukses dengan nilai omset yang fantastis. Berikut cerita selengkapnya.

Mantan Preman Sering Mabuk & Judi

Bagas merupakan mantan preman yang mengaku seringkali berjudi hingga melakukan berbagai hal buruk lainnya.

Advertisement

"Ini kan bapak sekarang jadi petani terus hasil penjualannya juga luar biasa. Tapi apa benar dulu Anda itu suka mabuk, judi, dan sebagainya?" tanya Deddy Corbuzier dalam kanal YouTube TRANS7 Official.

"Ya, kira-kira begitu lah. Ya itu lah perjalanan hidup ya," jawabnya seraya tersenyum.

YouTube TRANS7 OFFICIAL ©2021 Merdeka.com

"Tapi kan ada momen di mana Anda setop dan beralih," tanya Deddy.

Momen tersebut ialah saat sang buah hati lahir dan mulai bersekolah. Ia lantas harus memutar otak untuk menghidupi sang istri dan anak yang mulai membutuhkan biaya yang tak sedikit.

"Ya, ada momennya. Itu waktu saya mau punya anak, saya tinggal di Jakarta. Nah, di situ anak sudah mulai sekolah. Dan kita harus memikirkan biaya sekolah, nah kita baru nyadar oh ya ternyata hidup memang seperti ini. Jadi mulai fokus sama keluarga. Seperti itu," balasnya.

Gagal Jadi Buruh

Ia sempat bekerja menjadi buruh di banyak tempat. Namun, nasib sial justru selalu didapatkannya. Bagas selalu diberhentikan sebelum waktunya.

"Tapi langsung jadi petani?" tanya Deddy.

"Oh ndak. Jadi pertama itu saya kerja macam-macam, buruh pabrik cat, pokoknya apa saja. Tapi endingnya dipecat mulu. Haha," terangnya mengenang.

Putuskan Jadi Petani 

Meski bernasib sial, ia pun tak patah arang. Bagas lantas menemukan cara untuk mendapatkan uang dengan berjualan sayuran segar.

Mahalnya modal untuk berjualan lantas membuat ia melangkah mantap untuk memproduksi sendiri. Sejak saat itu, ia terus menekuni usaha miliknya sendiri.

"Tadinya itu kita jualan sayur. Jualan sayur itu kalau lagi mahal kita enggak bisa belanja. Bisa belanja, enggak bisa jual. Nah, jalan satu-satunya ya kita harus produksi sendiri," ucapnya.

Kembangkan Usaha Tak Lihat Hasil

Berawal dari lahan 3 ribu meter, Bagas bersama pekerjanya lantas terus mengembangkan usaha. Ia menuturkan, hasil merupakan sebuah hadiah yang sebenarnya tak perlu dirisaukan.

Jika terus ada upaya untuk berkembang, maka hasil tersebut akan terus mengikuti. Hingga saat ini, Bagas diketahui telah memiliki lahan seluas 26 hektar miliknya sendiri.

YouTube TRANS7 OFFICIAL ©2021 Merdeka.com

"Jadi, awalnya itu 3 ribu meter. Dari 3 ribu meter itu, kita kelola, waktu itu sewanya tahun 2004 itu Rp3 juta. Jadi selama 7-8 tahun itu kita enggak memikirkan hasil. Dalam arti apa? Itu kembangkan lagi, memperluas lagi. Lapangan kerja kita buka, toh kalau produksi kita bagus pasti orang mencari kita. Dan Alhamdulillah," ujarnya.

"Awalnya 3 ribu meter? Saat ini?" tanya Deddy.

"Saat ini ada kurang lebih 26 hektare," ungkapnya.

Belajar dari Pengalaman

Meski tak berpendidikan tinggi, namun semangat Bagas untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus membuncah di dalam dada. Berbekal dari pengalaman dan kemampuannya sendiri, kini usaha yang digelutinya tersebut telah membuahkan hasil.

"Tapi kan Anda butuh belajar. Anda belajar darimana?" tanya Deddy.

"Saya itu belajarnya otodidak, Mas Deddy. Jadi melihat orang, gimana nyiramnya, gimana dia nyebarnya, benihnya bagaimana, kita ikuti saja," balasnya.

(mdk/mta)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.