LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kata-Kata Isi Pidato Bung Tomo, Getarkan Jiwa Nasionalisme Bangsa di Hari Pahlawan

Kata-kata isi pidato Bung Tomo yang bisa getarkan jiwa Nasionalisme bangsa di Hari Pahlawan.

2021-11-10 10:28:00
Hari Pahlawan
Advertisement

Tepat hari ini, 10 November, masyarakat Indonesia tengah memperingati salah satu hari yang penting bagi bangsa. Setiap tanggal 10 November, dijadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Hal ini karena pada 10 November 1945, para pejuang Tanah Air bertempur menghadapi tentara penjajah di Kota Surabaya.

Saat itu, arek Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo berjuang melawan para penjajah. Mereka juga berupaya mengusir tentara Inggris yang didomplengi Belanda. Dengan pidatonya, Bung Tomo berhasil mengobarkan semangat juang bagi seluruh lapisan warga Surabaya. Pidato ini juga membuat warga Surabaya memilih untuk mengabaikan ultimatum tentara Inggris. Dan memutuskan untuk melawan mereka semua.

Peristiwa ini lantas menjadi momen bersejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Hari Pahlawan diperingati oleh bangsa Indonesia pada tanggal 10 November ini dimulai sejak 16 Desember 1959. Di mana melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959. Meski tidak dijadikan hari libur nasional, masyarakat Indonesia tetap bisa memperingati Hari Pahlawan dengan penuh semangat.

Advertisement

Lantas bagaimana kata-kata isi pidato Bung Tomo yang bisa getarkan jiwa Nasionalisme bangsa di Hari Pahlawan? Simak ulasan informasinya berikut ini.

Bismillahirrohmanirrohim.

Merdeka!!!

Advertisement

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semuanya telah mengetahui.

Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,

menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.


Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.

Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,

Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,

Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatra,

Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.


Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.

Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.

Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.

Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.

Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini.

Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.

Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.

Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu, dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.


Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.

Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Dengarkanlah ini tentara Inggris.

Ini jawaban kita.

Ini jawaban rakyat Surabaya.

Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.

Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:


Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah

Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih

Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapa pun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!


Tetapi saya peringatkan sekali lagi.

Jangan mulai menembak,

Baru kalau kita ditembak,

Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.


Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,

Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara.

Tuhan akan melindungi kita sekalian.


Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!

(mdk/tan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.