LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kapten Esther Gayatri, Srikandi Pemberani Terbangkan Pesawat Buatan RI ke Senegal

Patut berbangga hati, produk anak bangsa yang semuanya dibuat oleh PT DI dan LAPAN ini berhasil terbang jauh. Pesawat tipe CN 235-200 MPA tersebut mampu mendarat atau landing dengan sempurna.

2021-04-04 09:20:00
pesawat terbang
Advertisement

Pilot perempuan Kapten Esther Gayatri Saleh menjadi orang pertama yang menerbangkan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan LAPAN. Tahun 2017 ia melakukan uji terbang untuk pesawat N219, asli buatan Indonesia. Tepatnya pada momen kemerdekaan Indonesia ke-72.

Kali ini namanya kembali mencuri perhatian. Lantaran menerbangkan pesawat buatan RI dengan jarak tempuh yang cukup jauh, yakni sampai ke Senegal. Kemudian hendak melanjutkan perjalanan ke N'Djamena, Republik Chad, Afrika Tengah.

Patut berbangga hati, produk anak bangsa yang semuanya dibuat oleh PT DI dan LAPAN ini berhasil terbang jauh. Pesawat tipe CN 235-200 MPA tersebut mampu mendarat atau landing dengan sempurna. Belum lama ini transit di Sudan dan disambut hangat oleh Dubes RI Khartoum, Rossalis R. Adenan.

Advertisement

Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dilansir dari website resmi Kementerian Luar Negeri.

Peningkatan Ekspor Produk Industri

Kapten Esther Gayatri bersama 10 orang awak akhirnya mendarat di Bandara Internasional Khartoum, pada Kamis sore (25/03) pukul 15.30 waktu Sudan (20:30 WIB).

Advertisement

kemlu.go.id ©2021 Merdeka.com

Srikandi pemberani ini menerima tugas negara, sebagai upaya mendukung lancarnya proses ekspor produk industri pertahanan Indonesia. Ia kembali menerbangkan pesawat buatan anak bangsa.

Proses delivery pesawat CN 235-200 MPA produksi PT Dirgantara Indonesia (PT-DI) dan LAPAN. Ini merupakan pesanan pemerintah Senegal.

Rehat dan Isi Bahan Bakar di Sudan

kemlu.go.id ©2021 Merdeka.com

Pesawat CN235-200MPA tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Khartoum setelah menempuh 7 jam penerbangan dari Bandara Internasional Doha, Qatar.

Lalu transit di Khartoum selama 72 jam untuk melakukan pengisian bahan bakar (refueling). Selanjutnya meneruskan penerbangan ke N’Djamena, Republik Chad, Afrika Tengah pada Minggu, tanggal 28 Maret 2021.

Pesawat Murni Hasil Karya dari Indonesia

kemlu.go.id ©2021 Merdeka.com

Karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Sebelumnya PT DI dan LAPAN sudah lebih dulu merilis pertama N219. Artinya dunia kedirgantaraan Indonesia kembali membuktikan pada dunia, dengan mengusung pesawat CN235-200MPA.

Semua ini murni produk dari Indonesia. Direktur Jenderal Perhubung Agus Santoso, Direktur Utama PT DI Budi Santoso membenarkan hal itu.

"Tidak ada dari luar semua hasil kerja keras dan olah pikir orang kita untuk memproduksi pesawat N219," ungkap Budi Santoso saat uji terbang di Bandung.

Kapten Esther Merasa Bangga

Kapten Esther Gayatri Saleh ©2017 merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Esther Gayatri Saleh atau yang akrab disapa Esther, tentu merasa bangga bisa menjadi Kapten perempuan pertama yang menerbangkan pesawat buatan asli Indonesia.

Kali pertama membawa pesawat N219 di 2017, mengitari kawasan Batujajar dan Waduk Saguling Kabupaten Bandung Barat. Didampingi kapten Adi Budi Atmoko sebagai first officer.
"Respon pesawat baik, power baik, dan semua sesuai harapan," kata Esther.

Ia mengaku senang bisa cocok dengan pesawatnya. "Saya kira-kira seperti mau pakai baju pas atau enggak, dan ternyata pas. Kita ingin produk ini all out," terangnya.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.