JK Kalahkan Megawati di Pilpres 2004 Tapi Hubungannya Baik, Ini Alasan Kesal ke SBY
Jusuf Kalla ungkap alasan hubungan Megawati dan SBY sempat tidak baik
Dalam perbincangan bersama Rocky Gerung, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkap hubungan dirinya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. JK menyebut, hubungannya dan Megawati masih tetap terjaga baik walau keduanya pernah menjadi lawan di pemilihan presiden 2004 lalu.
Hal itu ia sampaikan melalui video yang diunggah di kanal Youtube RGTV channel ID. Pada kesempatan tersebut, JK juga membeberkan alasan Megawati kesal dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun tidak dengan dirinya. Simak ulasan selengkapnya:
JK Ungkap Alasan Hubungannya dengan Megawati Tetap Baik
Youtube/RGTV Channel ID ©2022 Merdeka.com
Dalam video yang dibagikan, Jusuf Kalla mengungkap bahwa sejak dulu ia selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan siapapun di tengah dinamika perpolitikan dalam negeri, termasuk dengan Megawati.
Untuk itu, pada 2004 lalu saat dia menjadi lawan Megawati dalam pemilihan presiden ia mempunyai langkah khusus untuk tetap memiliki hubungan baik dengan pesaingnya di pemilu. Saat itu JK maju di Pilpres sebagai cawapres dari SBY. Keduanya merupakan anak buah atau menteri Megawati di kabinet.
"Bu Mega itu sangat (melihat) ke depan. Walaupun 2004 saya kalahkan dia saya menterinya kan tapi saya mohon permisi ke dia (Megawati) makanya sampai sekarang saya masih punya hubungan baik," kata Jusuf Kalla dikutip dari Youtube RGTV channel ID (28/11).
Ungkap Alasan Hubungan SBY dan Megawati Kurang Baik
Jusuf Kalla kemudian membandingkan kondisinya dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut memiliki hubungan kurang baik dengan Megawati. Hal itu masih ada kaitannya dengan terpilihnya SBY-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu tahun 2004.
"Padahal saya lawan dia (Megawati) 2004 dengan SBY. SBY tidak disenangi (Megawati) karena tidak minta izin (untuk maju Pilpres). Saya minta izin. Ya itu hanya cara saja sebenarnya untuk berhubungan (baik)," kata JK.
Youtube/RGTV Channel ID ©2022 Merdeka.com
Karena hal itu, JK pun meyakini bahwa cara berkomunikasi menjadi hal yang sangat penting dan menentukan karir berpolitik seseorang. Ia kemudian memberikan contoh bagaimana Anies Baswedan bisa dengan mudah meraih simpati publik karena gaya bicara dan komunikasinya.
"Kalau boleh mengatakan, kenapa Anies ini (disenangi publik) karena cara dia berbicara," tutur JK.
SBY Sempat Akui Hubungannya dengan Megawati Kurang Baik
Pada tahun 2018 lalu, SBY sendiri pernah mengakui bahwa hubungannya dengan Megawati memang kurang baik. Setelah 10 tahun menjabat sebagai presiden, ia bahkan mengatakan jika hubungannya dengan presiden ke-5 RI itu belum 'pulih'.
"Hubungan saya dengan Bu Mega saya jujur belum pulih, masih ada jarak," kata SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
rumgapres/abror rizki
SBY mengaku telah lebih 10 tahun mencoba untuk menjalin komunikasi dengan Megawati. Bahkan, dia menyebutkan Taufiq Kiemas mendiang suami Megawati pernah ikut berupaya untuk memulihkan hubungan dirinya dengan Megawati.
"Saya sudah berikhtiar untuk menjalin komunikasi selama 10 tahun, mendiang Pak Taufiq Kiemas juga berusaha memulihkan silaturahmi antara kami berdua," ujar SBY.
"Kemudian tidak ada kehendak, Allah SWT belum menakdirkan, saya tetap menghormati beliau," tambah SBY.
SBY - Megawati Duduk Satu Meja
Dokumen Istimewa
Terbaru, potret SBY dan Megawati yang duduk satu meja di acara makan malam delegasi KTT G20 Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, ramai jadi sorotan. Megawati dan SBY terekam kamera duduk satu meja bersama dengan Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Puan Maharani.
Dalam foto tersebut, terlihat Megawati duduk berseberangan dengan SBY. Di sebelah kanan Megawati ada Wapres ke-9 RI Hamzah Haz. Sementara SBY diapit mantan Wapres Muhammad Jusuf Kalla (JK) dan Try Sutrisno. Terlihat juga Ketua DPR Puan Maharani serta istri JK, Mufidah Kalla.