Jebolan ITB Bongkar Perhitungan Mengerikan di Balik Pembakaran Halte TransJakarta: 1.423 Liter Bensin!
Alif Hijriah (29), alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan analisis perhitungannya terkait jumlah bahan bakar.
Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di beberapa titik di Jakarta pada Jumat malam (29/8/2025) menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, termasuk tujuh halte TransJakarta yang dilaporkan dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Menanggapi insiden tersebut, Alif Hijriah (29), alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan analisis perhitungannya terkait jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk membakar halte-halte tersebut.
Dalam unggahan videonya yang viral di media sosial, Alif menjelaskan secara ilmiah bahwa setidaknya dibutuhkan sekitar 1.423 liter bensin untuk membakar tujuh halte TransJakarta, jika dihitung dengan efisiensi pembakaran sekitar 60%.
"Kalor total yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan dengan rumus kalor adalah 3980 MJ per halte. Dengan menghitung massa jenis, volume, kalor jenis, dan suhu pembakaran dari berbagai material seperti aluminium, kaca tempered, baja, dan beton, diperoleh kebutuhan bahan bakar bensin sekitar 122 liter per halte. Kalau dikali tujuh dan memperhitungkan efisiensi, totalnya sekitar 1.423 liter bensin," jelas Alif, seperti dikutip dalam akun Tik Tok @aliftowew, Rabu (10/9).
Ia juga menggambarkan bahwa jumlah tersebut setara dengan sekitar 75 galon air mineral atau 950 botol air gelas ukuran kecil, menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa yang mungkin membawa bahan bakar sebanyak itu ke lokasi kejadian.
Kerugian Capai Rp 55 Miliar
Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, membenarkan bahwa hingga Sabtu pagi (30/8), ada tujuh halte yang dibakar. Ia menyebut pihaknya tengah melakukan pendataan dan koordinasi untuk proses pemulihan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan total kerugian akibat kerusuhan tersebut mencapai sekitar Rp55 miliar. Rinciannya meliputi kerusakan MRT sebesar Rp3,3 miliar, kerugian pada fasilitas TransJakarta sebesar Rp 41,6 miliar, dan kerusakan CCTV serta infrastruktur lainnya sekitar Rp5,5 miliar.
“Pemprov sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan. Kami berharap seluruh fasilitas bisa kembali normal secepatnya,” ujar Pramono saat konferensi pers usai rapat bersama Forkopimda di Balai Kota, Senin (1/9/2025).