LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Jauh dari Keramaian, Satu Keluarga Tinggal di Tengah Hutan Sendirian Puluhan Tahun

Sebuah keluarga di Kulon Progo Yogyakarta memilih untuk tinggal di tengah hutan dan membangun rumah sederhana. Mereka menggantungkan hidup dengan cara bertani. Simak ulasannya sebagai berikut.

2023-04-06 15:11:00
Trending
Advertisement

Tinggal di tempat yang jauh dari keramaian adalah cita-cita sebagian orang yang mencari ketenangan dalam hidup. Biasanya mereka akan membangun rumah di tengah hutan dan hidup dengan cara bertani dan beternak.

Hal tersebut dilakukan oleh seorang pasangan suami istri di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Mereka membangun rumah di tengah hutan tanpa ada tetangga satu orang pun.

Seperti apa kehidupan pasangan suami istri tersebut dan bagaimana keseharian mereka selama tinggal di rumah hutan? Simak ulasannya sebagai berikut.

Advertisement

Tinggal di Tengah Hutan selama 50 Tahun

©2023 Merdeka.com/youtube.com/jejakbangibra

Advertisement

Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Jejak Bang Ibra memperlihatkan seorang pasangan suami istri yang tinggal di sebuah rumah di tengah hutan, jauh dari keramaian.
Pasangan Ibu Seneng dan Bapak Minto tersebut memilih untuk tinggal jauh dari pusat kota karena menginginkan ketenangan.

Jarak dari jalan raya menuju ke rumah keluarga Pak Minto itu sekitar 500 meter dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor.

Ibu Seneng mengaku bahwa dirinya dan sang suami sudah tinggal di tempat tersebut selama kurang lebih 50 tahun.

Bekerja sebagai Petani

©2023 Merdeka.com/youtube.com/jejakbangibra

Jauh dari keramaian tidak membuat Ibu Seneng dan Pak Minto melupakan pekerjaannya. Mereka berdua menggantungkan hidupnya dengan menjadi seorang petani.

Ibu Seneng mengatakan bahwa dirinya menanam berbagai macam tanaman seperti singkong, jamu tumpang sari, dan lain sebagainya. Sementara itu, untuk kebutuhan airnya, keluarga ini masih menggunakan air sumur dengan bantuan timba dan tali.

“Tani, nanam singkong, nanam jamu. (Air ambil) di sumur (pakai) timba,” ujar ibu Seneng.

Jarang ke Pasar dan Menganyam

©2023 Merdeka.com/youtube.com/jejakbangibra

Ibu Seneng mengaku bahwa dirinya jarang pergi ke pasar. Kalaupun perlu berbelanja, ia hanya datang ke warung kecil setiap 10 hari sekali.

“10 hari sekali ke pasar itu. Nggak pasti. Di warung-warung,” terang Ibu Seneng.

Selain itu, Ibu Seneng juga melakukan aktivitas lainnya selain bertani, yaitu menganyam dan mengambil rumput untuk hewan ternaknya.

“Ya kalau nggak nganyam juga di ladang, ambil rumput (untuk kambing),” lanjut Ibu Seneng.

Ladang dan Hewan Ternak di Belakang Rumah

©2023 Merdeka.com/youtube.com/jejakbangibra

Kondisi rumah ibu Seneng dan bapak Minto di tengah hutan cukup otentik. Pasalnya, mereka tinggal dengan fasilitas rumah yang seadanya. Di belakang rumah mereka terdapat sebuah sumur dan ladang untuk bertani.

Halaman belakang rumah ibu Seneng dan Pak Minto sangatlah luas. Di belakang rumah terdapat kamar mandi dan toilet. Tepat di sampingnya, ada sebuah kandang kambing untuk hewan ternak mereka.

Ibu Seneng juga melakukan aktivitas memasak masih menggunakan kayu bakar yang ditumpuk di belakang rumah mereka.

(mdk/mff)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.