Isyana Ungkap Cerita 'Ditembak' oleh Rayhan Saat Masih SMP, Begini Kisahnya
Inilah awal mula perjalanan cinta Isyana Sarasvati dengan Rayhan Maditra.
Beberapa hari lalu, publik dikejutkan dengan kabar pertunangan Isyana Sarasvati dengan sang kekasih. Tak pernah terdengar kabar berpacaran, Isayana tiba-tiba sudah dilamar oleh Rayhan Maditra pada Minggu (29/12) lalu.
Menjelang pergantian tahun, Isyana Sarasvati akhirnya mengungkapkan kisah cinta mereka di Instagram-nya. Ternyata hubungan keduanya juga penuh dengan lika-liku.
Penasaran dengan awal mula Isyana Sarasvati ditembak oleh Raihan? Langsung saja simak informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Pertama Kali Ditembak
Tak banyak yang tahu, kisah cinta Isyana Sarsvati dengan Rayhan Maditra bermula di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Hal ini lantaran dalam foto yang diunggahnya, baik Isyana maupun Rayhan sama-sama menggunakan seragam putih biru.
Instagram @isyanasarasvati 2020 Merdeka.com
"Izinkan aku menutup 2019 dengan sebuah cerita nostalgia. 27 November 2007, tanggal foto ini diabadikan. Hari di mana pertama kali aku tau bagaimana rasanya 'ditembak' kalo istilah zaman ABG-nya. Zaman di mana makin hipster celana/roknya makin ngerasa a n j a y HAHA damn." tulis Isyana di kolom keterangan foto.
Respon Isyana saat Ditembak
Tak hanya itu, Isyana dalam unggahannya tersebut juga mengungkapkan respon dan perasaan yang sesungguhnya dia rasakan. Seperti kebanyakan wanita, Isyana juga merasakan rasa grogi dan gugup. Menariknya, Isyana mengaku kala itu dirinya mengalami tremor.
Instagram/Derai/Bridestory
"Pasti dari foto ini yang dia ingat hanya tawa terbahak-bahakku, padahal kenyataannya aku mencoba menutupi ketremoran (yaiyalah pertama kali ditembak cuy, emang nih si mako sa ae?)," ungkap Isyana Sarasvati.
Awal Kisah Petualangan Cinta Isyana
Usut punya usut, kala itu Isyana tidak langsung menerima Rayhan sebagai kekasih loh. Terbukti pula dengan ungkapan jujur Isyana di laman Instagram pribadinya. Kendati begitu, pelantun lagu 'Kau Adalah' ini bercerita jika dari situlah kisah cintanya dimulai.
Instagram @thebridestory 2019 Merdeka.com
"Tapi itulah indahnya kisah kasih di sekolah, ea. Meskipun aku ga langsung menerimanya, tapi di saat itulah petualangan kami dimulai.." paparnya.
Melewati Lika-Liku Hubungan
Seperti pasangan pada umumnya, Isyana dan Rayhan juga mengalami pasang naik dan surut dalam hubungannya. Meski begitu, baik Isyana maupun Rayhan menjadikan lika-liku percintaannya sebagai proses pembelajaran mengenai kehidupan.
YouTube @Isyana Sarasvati 2019 Merdeka.com
"Pastinya sama seperti hubungan pada umumnya, kami melewati senang, sedih, datang, pergi, kembali lagi HAHA, jatuh, bangkit, tertawa, menangis, canggung, nyaman, dan lain halnya bersama-sama. Sebuah lika-liku perjalanan yang tidak mudah kami tembus, tapi dari petualangan ini kami betul-betul belajar banyak makna kehidupan, proses evolusi yang mendorong kami untuk terus belajar menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya." tulis calon istri Rayhan Maditra ini.
Setiap Pasangan Memiliki Kisahnya Sendiri
Belajar dari perjalanan cintanya, Isyana menjadi mengerti dan percaya jika setiap orang memiliki kisahnya sendiri. Kalian tidak bisa dengan mudahnya membandingkan kisah dari satu orang ke orang lainnya. Dari sana jugalah Isyana juga belajar mengenai perbedaan di setiap diri manusia.
Instagram @derai.studio 2019 Merdeka.com
"Aku pun percaya setiap pasangan memiliki kisah dan jalannya masing-masing yang tidak bisa dibandingkan, tapi bagiku disaat kita bisa menerima bahwa setiap manusia dilahirkan dalam perbedaan, di situlah tumbuh perjuangan untuk saling melengkapi," ungkap pelantun 'Heaven'.
Pesan Menyentuh Isyana untuk Rayhan
Tak lupa pula, di bagian akhir kisahnya Isyana menyelipkan pesan manis kepada sang calon suami. Ungkapan terima kasih yang tulus tertuang dalam untaian kata yang ditulis Isyana dalam akun Instagram isyanasarsvati.
Instagram @thebridestory 2019 Merdeka.com
"Terima kasih telah melewati pasang surut kehidupan bersamaku. Perjalanan masih sangat panjang, tapi aku berharap kita akan terus melukis warna-warna kehidupan bersama sampai hanya nama yang tersisa di dunia. Akhir kata, Terima kasih 27.11.07 telah menuntun kami sampai hari ini ?," tutup Isyana Sarasvati.