ISPA Penyakit Saluran Pernapasan, Ketahui Gejala dan Cara Mencegahnya
Menurut WHO, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit berbahaya dan bahkan cenderung dapat menjadi epidemi serta pandemi.
Dikutip dari WHO, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit berbahaya dan bahkan cenderung dapat menjadi epidemi serta pandemi. Sebab, penyebaran dari penyakit yang satu ini dapat dengan mudah menular melalui droplet atau cairan yang dihasilkan dari batuk dan bersin.
Perlu diketahui lebih dalam, berikut rangkuman dari penyebab hingga pencegahan terkait penyakit ISPA:
Penyebab
2015 Merdeka.com/shutterstock/Csaba Deli
Dilansir dari halodoc,ISPA adalah infeksi akut yang menyerang sistem pernapasan manusia melalui komponen saluran pernapasan. Komponen pernapasan ini tepatnya yang berada di atas seperti hidung, faring, sinus, dan laring.
Pada umumnya, ISPA disebabkan oleh mikroorganisme yang berkembang dengan sifat parasit. Beberapa mikroorganisme yang dapat menjadi penyebab ISPA adalah adenovirus, rhinovirus, dan pneumokokus.
Selain itu, WHO juga memaparkan bahwa beberapa bakteri sepertiStreptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, Chlamydia spp., danMycoplasma pneumoniajuga dapat menjadi penyebab ispa.
Masing-masing dari mikroorganisme tersebut dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Adenovirus dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia hingga pneumokokus yang dapat menyebabkan meningitis.
Faktor Risiko
www.traviasuite.com
Ispa adalah infeksi saluran pernapasan akut yang patut diwaspadai lantaran penyakit yang satu ini memiliki banyak faktor risiko. Dikutip dari hellosehat, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami ISPA adalah sebagai berikut:
- Seseorang yang dikelilingi oleh orang yang mengalami gangguan kesehatan pada sistem pernapasan tanpa menerapkan etika ketika batuk dan bersin
- Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Orang yang telah melakukan transplantasi organ tertentu
- Penderita leukemia dan HIV/AIDS
- Orang dewasa yang menderita asma, gagal jantung kongestif, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Orang di usia pertengahan
- Bayi yang berada di keramaian
- Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah
- Anak-anak yang terlahir prematur atau memiliki riwayat gangguan jantung atau paru-paru
- Bayi berusia 6 bulan atau di bawah 1 tahun
Gejala
Shutterstock/9nong
Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya terjangkit ispa. Sebab pada beberapa kasus, ISPA adalah suatu penyakit yang memiliki gejala hampir mirip dengan flu biasa.
Dikutip dari hellosehat, berikut beberapa gejala yang dapat menunjukkan penyakit ISPA:
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Gejala sinusitis (wajah nyeri, hidung terdapat ingus, hingga demam)
- Muncul warna kebiruan pada kulit hingga wajah lantaran kurangnya suplai oksigen
- Batuk kering tidak berdahak
- Demam ringan hingga tinggi, sebuah respon normal pada tubuh untuk menangkal patogen yang dapat mengganggu kesehatan
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala ringan hingga berat
- Memiliki masalah dengan ritme bernapas seperti bernapas terlalu cepat atau sesak napas
Cara Mencegah
Shutterstock/Nico Traut
Meskipun ISPA adalah penyakit yang cenderung berbahaya dan memiliki risiko tinggi terhadap penularan, namun masih terdapat upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Terlebih bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penyakit ISPA. Beberapa tindakan pencegahan tersebut antara lain meliputi:
- Jaga selalu kebersihan diri untuk menjauhkan diri dari bakteri penyebab ISPA dengan rajin mencuci tangan seusai melakukan aktivitas, baik di dalam rumah dan terlebih di luar rumah.
- Hindari untuk menyentuh bagian segitiga wajah seperti mulut, hidung, dan mata terlalu sering. Sebab, area ini dapat menjadi perantara masuknya bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit ISPA.
- ISPA adalah penyakit saluran pernapasan. Maka dari itu, hindari semaksimal mungkin untuk terpapar asap rokok.
- Jaga kebugaran dan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat yang kaya serat dan vitamin.
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan berolahraga. Anda dapat melakukan olahraga ringan di rumah hingga olahraga berat untuk melatih sistem pernapasan.
- Terapkan etika bersin dan batuk jika sedang mengalami gangguan kesehatan.
- Anda juga dapat melakukan vaksinasi flu, terlebih jika sistem kekebalan tubuh Anda cukup rendah. Pada umumnya, vaksin flu dapat dilakukan tiap beberapa tahun sekali guna mencegah tubuh terserang penyakit pernapasan seperti flu hingga ISPA.
Tindakan Pertolongan Pertama
2015 Merdeka.com/shutterstock
ISPA adalah suatu gangguan kesehatan pada sistem pernapasan yang tentu saja dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga kelelahan. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk meringankan penyakit ISPA yakni sebagai berikut:
- Pastikan untuk istirahat cukup
- Pastikan agar tubuh tetap memiliki cairan yang cukup dengan mengonsumsi air mineral minimal 8 gelas setiap hari seperti anjuran medis
- Pastikan untuk selalu membersihkan cairan hidung hingga dahak dan buang di tempat yang aman
- Jaga selalu kelembaban udara di dalam ruangan tempat istirahat agar dapat bernapas dengan lebih mudah
- Jauhkan dari segala bentuk asap agar tidak terhirup seperti asap kendaraan, asap rokok, dan lain sebagainya