Intip Tradisi Idul Fitri di London, Gelar Eid Festival Dihadiri Oleh Non Muslim
Acara tahunan tersebut diselenggarakan di tengah Alun Alun Kota London, tepatnya di Trafalgar Square.
Idul Fitri atau perayaan lebaran merupakan momen yang paling dinanti oleh sebagian besar umat muslim dunia. Idul Fitri sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal ini selalu dirayakan dengan suka cita.
Termasuk di kota London, yang tercatat bahwa Islam merupakan agama terbesar kedua di sana.Kemeriahan pun begitu terasa, bahkan bagi pemeluk agama lain.
Toleransi beragama cukup kental di sana. Sebuah perayaan bernama Celebrating Eid Festival, dihadiri dari berbagai kota di London. Acara tahunan tersebut diselenggarakan di tengah Alun Alun Kota London, tepatnya di Trafalgar Square.
Penasaran dengan momen tradisi Idul Fitri di London? Simak ulasannya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Rosi Meilani, Senin (2/5).
Umat Islam dari Berbagai Kota di Inggris Berkumpul
Celebrating Eid Festival juga menjadi ajang perjumpaan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di London. Perayaan ini biasanya dihelat satu minggu setelah tanggal 1 Syawal di tengah alun-alun kota.
kanal YouTube Rosi Meilani ©2022 Merdeka.com
London memang sebagai kota terbesar di Inggris dan Britania Raya. Sehingga wajar jika festival tersebut begitu meriah dan disambut antusias oleh warganya.
"Tradisi kegiatan umat Islam yang ada di Kota London. Ini adalah kegiatan tahunan, seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Tapi sayangnya kegiatan ini harus skip sementara waktu karena Covid-19," kata Rosi.
Para penduduk muslim dari kota-kota lain turut hadir untuk memeriahkan suasana. Mereka rela bertandang ke London untuk perayaan lebaran bersama umat muslim lainnya.
"Islam adalah agama terbesar kedua di Inggris dan lebih dari 12 persennya tinggal di London. Tak heran jika acara ini dimeriahkan oleh muslim dari penjuru London juga kota-kota lain yang sengaja datang ke London," imbuhnya.
Dihadiri Umat Non-Muslim
kanal YouTube Rosi Meilani ©2022 Merdeka.com
Selain dinikmati oleh umat muslim, festival Idul Fitri tersebut turut membuat warga non-muslim lain ikut bahagia.
"Yang datang ke acara ini tidak hanya muslim, yang non-muslim juga banyak. Mereka berpartisipasi dalam acara ini dan tentunya menikmati suasana dan makanan yang banyak dijual di sini, dan juga menikmati acara di sini," ujar Rosi.
Salah seorang warga London tengah menunggu para teman muslimnya yang menunaikan salat. Wanita tersebut mengaku senang dengan adanya festival dan paham mengenai Idul Fitri. Lantaran kerap berkunjung ke negara mayoritas Islam lainnya.
"Saya datang bersama teman-teman, tapi mereka lagi salat. Idul Fitri dirayakan setelah Ramadan berakhir. Saya sering traveling ke Iran, ke negara Islam, saya punya banyak teman muslim. Saya menghabiskan waktu di Malaysia, dan pernah ke Indonesia," ucap seorang warga London.
Belajar Toleransi Antar Agama dan Negara
kanal YouTube Rosi Meilani ©2022 Merdeka.com
Sebagian penganut agama lain menganggap bahwa hari raya Idul Fitri merupakan momen untuk berkumpul bersama keluarga. Sehingga tak boleh dilewatkan perayaannya.
"Saya juga punya saudara muslim, jadi saya paham tentang perayaan Idul Fitri. Ini momen indah berkumpul bersama keluarga dan merayakan," sambungnya.
Melalui kegiatan 'Celebrating Eid Festival' ini juga menjadi ajang tolerasi beragama yang ada di Kota London.
"Idul Fitri harus dirayakan dan kebudayaan itu membuat kita lebih memahami orang lain. Menurut saya acara seperti ini bikin kita lebih menghormati orang lain, itu sangat penting," ungkapnya.
Banyak Jajanan Halal dari Berbagai Negara
kanal YouTube Rosi Meilani ©2022 Merdeka.com
Selain memperkenalkan budaya Islam yang kental di sejumlah wilayah, banyak pula umat muslim yang mengusung masakan khasnya masing-masing.
Sejumlah negara bermayoritas Islam membuka booth berjualan, termasuk warga Indonesia. Pastinya semua makanannya terjamin halal.
"Tersaji beragam jenis kuliner dari seluruh dunia, ada makanan dari Turki, India, Pakistan, Bangladesh, tak lupa Indonesia dan semuanya halal," pungkas Rosi.
(mdk/kur)