Ini Penampakan Desa Paling Basah di Dunia, Selalu Turun Hujan Hampir Setiap Hari
Potret desa paling basah di dunia yang selalu diguyur hujan tiada henti.
Sebuah desa kecil bernama Mawsynram yang terletak di negara bagian Meghalaya, India Timur Laut, dinobatkan sebagai tempat paling basah di dunia. Hal ini dikarenakan daerah tersebut selalu diguyur hujan hampir setiap hari.
Rata-Rata curah hujan di desa tersebut mencapai 11.871 milimeter setiap tahunnya. Berdasarkan Guinness World Records, desa Mawsynram dijuluki sebagai Highest Rainfall Annually yang artinya tempat paling sering hujan, dan juga 'The Wettest Place on Earth'. Simak ulasannya:
Desa Terbasah di Dunia
Memiliki curah hujan yang cukup tinggi, membuat Mawsynram bisa diguyur hujan selama 24 jam tanpa henti. Musim hujan di daerah tersebut jatuh pada bulan Juni sampai September.
Selama periode tersebut, curah hujan makin meningkat. Jalanan di desa Mawsynram dikatakan hampir tidak pernah kering karena hujan terus turun. Bahkan di siang hari, langit tampak selalu gelap karena mendung.
Youtube/KabarPedia ©2023 Merdeka.com
Penduduk Sampai Pakai Rumput untuk Meredam Suara
Hujan yang terus turun tanpa henti tentu menimbulkan suara yang lama kelamaan bisa membuat tidak nyaman.
Sehingga, warga sekitar pun memanfaatkan rumput sebagai alat kedap suara alami dalam rumah agar suara hujan tidak terlalu berisik.
Ahli meteorologi menyebut, alasan Mawsynram selalu dibasahi hujan ialah karena lokasi desa tersebut dekat dengan Bangladesh dan Teluk Benggala.
Air yang berkumpul di Teluk Benggala dan mengarah ke barat menjadikan desa Mawsynram memiliki curah hujan tinggi.
Potret Kehidupan Warga Desa
Melansir dari unggahan di kanal Youtube KabarPedia, membagikan video merekam potret kegiatan masyarakat di desa Mawsynram.
Penduduk desa tersebut memiliki ciri khas membuat tudung hujan dari anyaman bambu dan serat pohon enau yang dilapisi plastik, bernama knups.
Bentuk knups ini mirip seperti cangkang kura-kura dan banyak digunakan oleh masyarakat ketika beraktifitas di luar rumah.
Youtube/KabarPedia ©2023 Merdeka.com
Masyarakat Selalu Bersiap dengan Musim Hujan
Sebelum curah hujan meningkat pada periode bulan Juni sampai September, warga desa Mawsynram biasanya sudah bersiap siap dengan memperbaiki atap rumah yang rusak, menyiapkan kayu bakar, dan menyimpan bahan makanan mentah.
Intensitas hujan di Desa Mawsynram juga mengalahkan kawasan lain seperti Cherrapunji yang hanya berjarak 20 kilometer dari Mawsynram. Selain itu, desa hujan ini juga mengalahkan Tutendo yang berlokasi Kolombia.