LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Heboh Video Gunung Salak Bogor Seperti Terbelah, Ini Faktanya Versi BNPB

Baru-baru ini kondisi Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat. kembali menyeruak di publik. Hingga didukung hebohnya viral di media, sebuah video detik-detik terbelahnya Gunung Salak di tiga titik pada Jumat pagi (25/9).

2020-09-28 11:35:10
gunung salak
Advertisement

Baru-baru ini kondisi Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat. kembali menyeruak di publik. Hingga didukung hebohnya viral di media, sebuah video detik-detik terbelahnya Gunung Salak di tiga titik pada Jumat pagi (25/9).

Hingga hari ini, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Serta menganjurkan untuk bersiap mengungsi, bila kondisi alam masih belum bersahabat.

Sebuah longsor besar dikaitkan dengan terbelahnya Gunung Salak, beserta kerusakan alam di beberapa titik. Tak ada pemicu penebangan liar yang terlihat nyata di lokasi. Namun terdapat kerusakan jalur sungai yang ikut memicunya terbelah, hingga merusak sebagian rumah warga.

Advertisement

Ingin tahu fakta penjelasan dari BNPB? Simak informasinya berikut ini.

Heboh Video Gunung Salak Terbelah 3 Titik

Sebuah video menghebohkan masyarakat, belum lama ini diunggah oleh akun YouTube Asep Filex pada Jumat lalu (25/9). Sang perekam mengaku tengah berada pada radius 10-20 kilometer dari Gunung Salak. Memantau momen saat tiga titik terbelah.

Advertisement

"Ini saya beritakan, dari radius 10 sampai 20 kilo dari Gunung Salak. Terlihat pagi ini ada tiga titik belah, Gunung Salak ya. Hati-hati yang tinggal di daerah sekitar," ucap perekam video dilansir dari channel YouTube Asep Filex.

Takutnya bila hujan kembali besar, wilayah Sukabumi dan Bogor khususnya. Sekitaran Gunung Salak, mengingat ada tiga belah atau tiga bentuk Gunung Salak longsor terlihat jelas," imbuhnya.

Channel YouTube Asep Filex ©2020 Merdeka.com

Terbelah dari Longsoran Akibat Fenomena Alam

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi mengenai tanah longsor yang terjadi di Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat.

Salah satu pemicu longsor ialah hujan yang sangat lebat pada Senin lalu (21/9). Kala itu hujan didukung dengan angin kencang.

Channel YouTube Asep Filex ©2020 Merdeka.com

Berdasarkan laporan Resort PTNW Gunung Salak 1 pada Kamis (24/9), hujan lebat mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap. Serta longsoran di bibir sungai tak bisa dielakkan.

Titik wilayah pemantauan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Identifikasi lapangan sampai jalur Sungai Cikedung, dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon).

Tanah Longsor Merusak Jalur Sungai

Selain curah hujan lebat disertai angin kencang, longsor di Gunung Salak juga dipicu oleh meluapnya sungai. Luapan Sungai Cikedung juga diakibatkan dari kerusakan lain, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai. Serta kerusakan di bagian hilir.

Terkait catatan dengan kerusakan yang teridentifikasi, yaitu akses jalan tertutup dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji. Akibat longsor di tiga wilayah menimpa rumah warga, mushola dan jembatan penghubung kedua kampung.

Channel YouTube Asep Filex ©2020 Merdeka.com

Tidak Ada Bukti Penebangan Liar

Melalui pemantauan oleh Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ, tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. Bencana longsor di Gunung Salak murni akibat fenomena alam. Kayu yang dibawa air merupakan hasil longsoran di sepanjang aliran sungai.

Ketika bencana longsor terjadi, tinggi air sungai di hulu atau puncak, cukup tinggi. Selanjutnya nampak bekas air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat.

Saat cuaca normal, aliran air sungai sangat kecil, dan menjadi sangat besar bila hujan deras atau ekstrem.

Masyarakat Dihimbau untuk Waspada

Menyikapi laporan terkait Gunung Salak, Kepala BNPB Doni Monardo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan untuk lebih waspada.

"Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yang berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan," kata Doni melalui pesan digital pada Sabtu (26/9) dilansir dari BNPB.go.id Minggu (27/9).

Melalui laporan yang diterima BNPB, Danramil Cijeruk serta Babinsa wilayah setempat, melakukan pengecekan ke lokasi.

Channel YouTube Asep Filex ©2020 Merdeka.com

Kondisi Alam Masih Mengkhawatirkan

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan siap siaga. Mengingat bahwa Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca.

Khususnya pada 26 dan 27 September 2020 kemarin. Prakiraan BMKG menyebutkan wilayah Jawa Barat, termasuk salah satu daerah berpotensi hujan lebat. Diikuti dengan petir atau kilat, serta angin kencang.

Sedangkan hari ini, 28 September 2020, potensi hujan masih bisa terjadi disertai petir atau kilat dan angin kencang.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.