LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Heboh 2 Artefak Ditemukan di Kawasan Galunggung Bikin Geger, Begini Kata Pakar Arkeologi

Sebuah punden berundak ditemukan di kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya.

Rabu, 02 Okt 2024 09:37:32
trending
punden berundak (@ 2024 merdeka.com)
Advertisement

Warga di Tasikmalaya menemukan peninggalan artefak pada masa Hindu Budha yang berupa punden berundak di tengah kebun warga. Namun, punden berundak itu berbeda dengan di tempat lain. Hanya merupakan simbol ketaatan masyarakat Sunda Kuno terhadap agamanya yaitu Hindu Budha.

Punden berundak tersebut terdiri dari tiga tingkatan, yang melambangkan trimurti. Seorang arkeolog senior dari Universitas Indonesia menyampaikan fakta penting yang dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai pedoman terhadap penafsiran artefak tersebut.

Lantas, bagaimana penjelasan peninggalan artefak pada masa Sunda kuno di Tasikmalaya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Penemuan Artefak di Tasikmalaya

Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Angelick Vaulina memperlihatkan seorang arkeolog bernama Agus Aris Munandar menjelaskan tentang penemuan artefak di tanah Sunda yaitu berupa punden berundak.

Advertisement

Artefak tersebut ternyata peninggalan pada masa lalu saat masyarakat Sunda menganut agama Hindu Budha. Di puncak punden berundak itu terdapat tiga batu menhir yang disusun sejajar.

“Ini punden berundak, bukan candi, bukan makam. Undakannya tiga, sesuai dengan pembagian tiga gunung Mahameru. Kalau kembali ini gunung Mahameru, itu gunung Galunggung. Jadi ekspresi dari Galunggung ke ketiruan gunung. Mengapa tiga? Kaki, lereng, puncak,” ucap Agus .

Advertisement

Mirip Punden Berundak di Gunung Penanggungan

Menurut Agus, jika punden berundak di Tasikmalaya tersebut terdiri dari tiga dewa yang berbeda dengan punden berundak pada masa prasejarah. Selain itu, masyarakat Sunda juga tidak memerlukan arca untuk memuja ketiga dewa tersebut.

“Saya bilang tadi bahwa orang Sunda tidak perlu candi, tidak perlu arcanya. Tapi perlu itu candi, itu arcanya. Itu Brahma, Wisnu, Siwa. Nggak perlu arca yang gagah-gagah,” jelas Agus.

Diketahui, punden berundak yang ada di Tasikmalaya itu juga mirip dengan punden berundak yang ada di Gunung Penanggungan, Jawa Timur.

“Ada, di Gunung Penanggungan. Cuma dia lebih berundak. Jadi dari samping dia terasnya begini (berundak). Di atasnya tiga altar. Ini satu, dua tiga. Tapi bukan (bentuk arca), karena masyarakat Sunda tidak butuh itu,” lanjut Agus Aris Munandar.

Advertisement

Sampai sekarang, masyarakat setempat masih menjaga keutuhan punden berundak peninggalan Hindu Budha tersebut sebagai salah satu bentuk kearifan lokal dan sejarah Nusantara.

Berita Terbaru
  • BRI Peduli Bangun PLTS di Bandung Barat, Langkah Nyata Terangi Desa dan UMKM
  • Indonesia-India Bakal Teken Sejumlah MoU di Tengah Kunjungan PM Narendra Modi
  • Tunggu Konfirmasi Iran, Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
  • Konsep Pelatihan Sarjana Penggerak Diubah dan Keselamatan Peserta Jadi Prioritas
  • Pemilihan Logo HUT ke-81 RI Jadi Tonggak Sejarah Baru
  • arca
  • sejarah
  • tasikmaaya
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Desi Aditia Ningrum
M
Reporter Muhammad Farih Fanani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.