Fungsi Resistor yang Penting untuk Dipahami, Ketahui Ragam Jenisnya
Resistor sendiri merupakan salah satu dari ragam komponen dari elektronika. Elektronika sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari arus lemah listrik dan berfungsi untuk mengontrol partikel dalam muatan tegangan listrik.
Fungsi resistor memang sebelumnya terdengar cukup asing. Resistor sendiri merupakan salah satu dari ragam komponen dari elektronika. Elektronika sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari arus lemah listrik dan berfungsi untuk mengontrol partikel dalam muatan tegangan listrik. Salah satu contohnya adalah komputer yang di dalamnya juga mengandung arus listrik.
Perlu diketahui selain resistor, terdapat muatan lainnya yang terdapat dalam muatan listrik. Yakni dioda, transistor, kapasitor, trafo dan resistor yang termasuk ke dalam 5 komponen inti elektronika. Ke loma komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing sehingga dapat membuat rangkaian elektronika bisa bekerja.
Namun perlu dipahami bahwa salah satu komponen tersebut dapat rusak dengan akibat penyebab-penyebab tertentu. Salah satu komponen yang rusak akan mampu menyebabkan rangkaian berhenti fungsi. Sehingga perlu diadakan penggantian agar dapat berfungsi kembali. Berikut adalah fungsi resistor lainnya yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber untuk Anda.
Pengertian Resistor
Bagi Anda yang belum mengetahui, resistor sendiri biasa juga disebut dengan hambatan. Resistor atau hambatan ini merupakan komponen elektronika pasif yang memiliki fungsi guna menghambat serta mengatur arus listrik di dalam suatu rangkaian elektronika.
Resistor atau hambatan ini juga memiliki satuan yang disebut dengan Ohm. Biasanya resistor diwakili dengan kode angka maupun gelang warna yang ada pada badan resistor itu sendiri. Perlu diketahui bahwa hambatan resistor juga kerapkali disebut dengan resistansi atau resistance.
Fungsi Resistor
Setelah Anda mengetahui serta memahami pengertian dari resistor, kini Anda perlu tahu bahwa resistor sebenarnya memiliki beberapa fungsi. Dikutip dari Liputan6.com, berikut adalah beberapa fungsi resistor diantaranya:
Fungsi resistor membatasi arus listrik yang mengalir.
1. Fungsi resistor pembagi tegangan.
2. Fungsi resistor untuk aplikasi power karena membutuhkan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi dan nilai yang lebih besar daripada power wirewound resistor.
3. Fungsi resistor untuk aplikasi DC yang membutuhkan keakuratan yang sangat tinggi. Contoh aplikasi penggunaan resistor ini adalah DC Measuring equipment, dan reference gulators untuk voltage regulator dan decoding Network.
4. Fungsi resistor sebagai standart didalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive.
5. Fungsi resistor untuk pengatur tegangan output pada power supplay.
Jenis-jenis Resistor
Perlu diketahui bahwa resistor ini juga terbagi ke dalam beberapa jenis. Setelah Anda mengetahui fungsi dari resistor, kini Anda juga perlu mengetahui jenis-jenisnya pula. Berikut adalah jenis-jenis resistor yang wajib diketahui:
1. Resistor dengan nilai yang dapat diatur, resistor Jenis ini sering disebut juga dengan variable resistor ataupun potensiometer.
2. Resistor yang nilainya tetap.
3. Resistor dengan nilai yang dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient).
4. Resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor.
Pengertian Kapasitor
Selain resistor, juga terdapat komponen elektronika lainnya yang bernama kapasitor. Kapasitor ini biasa disebut dengan kondensator yang merupakan komponen elektronika pasif dan dapat menyimpan muatan listrik atau energi dalam waktu sementara.
Fungsi kapasitor ini sendiri adalah bisa memilih gelombang radio pada rangkaian tuner sebagai perata arus pada rectifier serta sebagai filter di dalam rangkaian power supply atau catu daya. Farad (F) merupakan satuan yang digunakan dalam kapasitor atau kondensator ini.
Fungsi-fungsi Kapasitor
Sama seperti halnya resistor, kapasitor juga memiliki fungsinya. Berikut adalah fungsi-fungsi kapasitor:
1. Sebagai filter dalam rangkaian PS.
2. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS).
3. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar.
4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon.
5. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antena.
Jenis-jenis Kapasitor
Tidak hanya sama-sama memiliki fungsi seperti resistor, kapasitor ini tentu juga terbagi ke dalam beberapa jenis. Berikut adalah informasi 3 jenis kapasitor yang perlu diketahui:
• Kapasitor yang nilainya dapat diatur, kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.
• Kapasitor yang nilainya tetap dan tidak berpolaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari kapasitor kertas, kapasitor mika, kapasitor polyster dan kapasitor keramik.
• Kapasitor yang nilainya tetap tetapi memiliki polaritas positif dan negatif, kapasitor tersebut adalah kapasitor elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan kapasitor tantalum.