LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Faktor Penyebab Skizofrenia, Ketahui Gejala dan Langkah Penanganan

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat di mana penderita sulit membedakan mana yang kenyataan dan mana yang khayalan semata.

2021-08-07 13:09:00
Penyakit Skizofrenia
Advertisement

Faktor penyebab skizofrenia penting untuk diketahui. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat di mana penderita sulit membedakan mana yang kenyataan dan mana yang khayalan semata. Penderita skizofrenia pun seringkali mengalami masalah dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.

Skizofrenia membuat penderitanya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, serta perubahan perilaku. Kondisi tersebut merupakan kondisi jangka panjang yang bisa membutuhkan penanganan seumur hidup.

Untuk mengetahui faktor penyebab skizofrenia, gejala serta langkah penanganan, merdeka.com telah merangkumnya dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement

Penyebab Skizofrenia

Sampai saat ini, penyebab skizofrenia belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya skizofrenia.

a. Mempunyai anggota keluarga dengan riwayat terdiagnosis skizofrenia.

Advertisement

b. Komplikasi kehamilan atau melahirkan, misalkan malnutrisi atau paparan zat toksik dan virus yang dapat memengaruhi perkembangan otak.

c. Faktor lingkungan, seperti infeksi virus, tingkat stres yang tinggi, paparan zat beracun juga bisa menimbulkan skizofrenia pada orang yang rentan mengalaminya.

d. Penggunaan obat-obatan psikoaktif atau psikotropika saat masa remaja atau dewasa muda juga dapat menjadi faktor penyebab.

e. Pengaruh sosial dan psikologis, seperti pengalaman masa kecil yang buruk, pertengkaran, beban hidup yang menimbulkan seseorang mengalami stres dan depresi, juga dapat memicu terjadinya skizofrenia.

Gejala Skizofrenia

Gejala awal skizofrenia di antaranya mudah marah dan depresi, tiba-tiba mengasingkan diri dari orang lain, terjadinya perubahan pola tidur, kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, hingga kurang konsentrasi dan motivasi.

Perlu diketahui, gejala skizofrenia dibagi menjadi dua, yakni positif dan negatif.

a. Halusinasi

Penderita skizofrenia merasa ada sesuatu yang nyata, tetapi sebenarnya perasaan itu hanya ada dalam pikirannya saja.

b. Delusi

Delusi atau waham membuat penderita merasa diawasi, diikuti, hingga merasa dirinya yang paling kuat. Penderita mempercayai hal yang tidak realistis.

c. Pola pikir yang tidak terstruktur. Gejala ini bisa dilihat dari penderita yang kesulitan berbicara dan berkomunikasi. Cara berkomunikasinya pun sulit dimengerti.

d. Adanya perubahan perilaku. Perilaku dari penderita skizofrenia sulit diprediksi. Hal tersebut kerap membuat penderita melakukan hal tak terduga dan bertindak semaunya tanpa alasan yang jelas.

Penanganan Skizofrenia

Melansir dari Honestdocs, ada beberapa langkah penanganan skizofrenia yang penting untuk diketahui.

Skizofrenia memang sulit untuk diobati, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Mengonsumsi obat antipsikotik serta melakukan psikoterapi yang tepat, 25 persen penderita skizofrenia umumnya akan pulih sepenuhnya.

Sedangkan sebagian besar lainnya, akan mengalami peningkatan perbaikan dari kondisi dan gejala yang dialami. Tak sedikit penderita skizofrenia yang juga tetap bisa menjalankan aktivitas mereka secara aktif dan produktif.

Penting untuk diingat, dukungan dari pihak keluarga juga sangat berperan untuk menjaga kondisi penderita skizofrenia agar tidak semakin memburuk. Bantuan dari psikolog atau psikiater pun dibutuhkan guna membantu pasien skizofrenia mendapat hidup yang lebih baik.

Apabila penderita skizofrenia cukup parah, maka sebaiknya dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapat perawatan intensif.

Beberapa obat-obatan seperti obat antipsikotik yang diberikan oleh dokter juga dapat membantu menekan perilaku yang menyimpang dari penderita skizofrenia.

Selain itu, pemeriksaan tambahan seperti CT scan juga mungkin dibutuhkan guna melihat ada tidaknya kelainan pada otak dan pembuluh darah, serta pemeriksaan organ tubuh lainnya.

Faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi proses penanganan gejala skizofrenia. Oleh sebab itu, terkadang akan dipertemukan agar dapat saling menceritakan gejala dan latar belakang kondisi yang dialaminya. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kehidupan sosial penderita skizofrenia agar mampu berkomunikasi dengan baik.

(mdk/add)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.